Badan Otonom NU

Muslimat NU Karangpucung Ajak Istighotsah Secara Istiqomah

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU (Nahdlatul Ulama) Karangpucung, Nyai Hj Muawanah mengajak seluruh jama’ah Muslimat untuk melaksanakan Istighotsah secara istiqomah di setiap kabilah Masjid ba’da subuh selama bulan ramadhan 1442 H. Hal itu sampaikannya saat dirinya memimpin Istighosah di hari pertama puasa Ramadhan, bertempat di masjid Baitul Mu’minin Karangpucung pada hari selasa, 13/4.

Istighosah An-Nahdliyah yakni berdzikir dengan meminta pertolongan Allah Swt, dalam keadaan sukar dan sulit selama masa pandemi ini dengan meneguhkan jiwa melalui amalan amalan yang sudah membumi di Nahdlatul Ulama.

“Selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Karangpucung, saya mengajak kepada semua jama’ah untuk terus berupaya meneguhkan batin kita melalui amalan melalui Istighosah. Saya sangat berharap, pelaksanaan istoghotsah ini bisa istiqomah, setidaknya selama bulan Ramdhan ini” katanya

Hadir dalam acara Istighosah awal Ramadhan, Rois Syuriyah, Ketua Tanfidiyah MWCNU Karangpucung, Forkompincam, dan para Ketua Badan Otonom NU tingkat Anak Cabang.

Baca Juga : Gedung Muslimat NU Cilacap Diresmikan

Camat Karangpucung dalam sambutannya berharap agar kegiatan seperti ini ditingkatkan tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan.

PAC Muslimat NU Karangpucung
PAC Muslimat NU bersama Ketua MWCNU, PImpinan Badan Otonom dan Camat Karangpucung dan beberapa tokoh terkait, usai pelaksanaan istighotsah

“Saya berharap kepada PAC Muslimat NU Karangpucung agar meningkatkan kegiatan yang sudah baik, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan, undangan jamaah cukup menghadirkan 50 % dari kapasitas tempat yang tersedia sehingga sosial distanting akan terjaga dengan baik” pesan Asep Kuncoro, Camat Karangpucung.

H. Kusnandar, Ketua tanfidiyah MWCNU Karangpucung juga mengajak kepada Muslimat NU Karangpucung untuk terus bersinergi dengan para banom yang ada termasuk didalamnya menyangkut program, jangan sampai ada kesan program tumpang tindih dikeluarga besar NU di Karangpucung.

“Saya mengajak kepada Muslimat NU dan para pimpinan badan otonom untuk selalu bersiregi dalam berbagai hal termasuk didalamnya program program jangan sampai ada kesan tumpeng tindih” pesan H. Kunsandar.

Sebelumnya pada hari Sabtu, 10 April 2021, Muslimat NU Karangpucung telah mengadakan kegiatan ziarah, ke Makam Syekh Abdul Muhyi di Pamijahan Jawa barat. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka merawat tradisi baik.

Syekh Abdul Muhyi Pamijahan diyakini sebagai waliyullah dan dihormati masyarakat pesantren. la merupakan mata rantai dan pembawa tarekat Syathariyah yang pertama ke pulau Jawa. Lebih dikenal dengari nama Haji Karang, karena pernah uzIah dan khalwat di Gua Karang.

Baca Juga : Ajaran dan Dzikir Tarekat Syattariyah

Syekh Abdul Muhyi meninggal pada 1730 M atau 1151 H dalam usia 80 tahun. Dia dimakamkan di Pamijahan, tepatnya di Bantar Kalong, Tasikmalaya bagian selatan, Makamnya hingga saat ini menjadi makam yang sering diziarahi oleh masyarakat, termasuk Muslimat NU dan masyarakat Islam umumnya

Kontibitor: Kang Narto

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × 3 =

Back to top button