Perkuat Konsolidasi Dakwah Qurani, JRA Gelar Silatnas VI di Wonosobo

NU Cilacap Online — Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-VI sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-III di Auditorium Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan, Wonosobo, Jawa Tengah, Ahad (30/8/2026).

Mengusung tema “Perkuat Organisasi dan Konsolidasi Jam’iyyah Ruqyah Aswaja”, forum nasional tersebut menjadi momentum konsolidasi jajaran pengurus dan praktisi JRA dari berbagai daerah sekaligus memperkuat arah gerakan dakwah berbasis Al-Qur’an.

Silatnas dihadiri jajaran Pengurus Pusat JRA, perwakilan lembaga dakwah, delegasi pengurus wilayah se-Indonesia, pengurus cabang JRA, pengurus cabang JRA luar negeri, serta ribuan praktisi Ruqyah Aswaja dari berbagai penjuru Nusantara.

Turut hadir dalam forum tersebut jajaran Pengurus Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Jawa Tengah, KH. Lukman Nur Amin dan Ust. Khayaturrohman.

Keduanya hadir mewakili Ketua Umum LD PWNU Jawa Tengah, Dr. KH. Saiful Amar, Lc., M.Si., yang berhalangan hadir secara langsung karena tengah mengikuti rangkaian agenda Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur.

JRA Tegaskan Misi Dakwah Al-Qur’an

Ketua Umum Pengurus Pusat JRA, Gus H. Muhammad Subhan, mengatakan Silatnas dan Rakernas menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah gerakan organisasi serta memperkuat konsolidasi seluruh struktur JRA pasca-Rakernas.

Menurutnya, JRA tidak boleh dipahami sebatas organisasi yang bergerak di bidang terapi tradisional. Lebih dari itu, JRA merupakan bagian dari gerakan dakwah yang membawa misi Al-Qur’an sebagai rahmat bagi seluruh alam.

“Kita harus memahami arah pergerakan JRA. Al-Qur’an bukan hanya menjadi penawar penyakit jasmani, melainkan obat (syifa) bagi penyakit hati di tengah masyarakat,” ujar Gus Subhan di hadapan para delegasi.

Ia menambahkan, konsolidasi organisasi juga diarahkan untuk mempersiapkan agenda Musyawarah Nasional (Munas) JRA yang direncanakan berlangsung pada 2027 mendatang.

Dengan jumlah praktisi yang telah mencapai puluhan ribu, Gus Subhan menekankan pentingnya penguatan organisasi, peningkatan kapasitas kader, serta kesamaan visi dalam menjalankan dakwah Ruqyah Aswaja di tengah masyarakat.

Pemprov Jateng Apresiasi Peran JRA

Apresiasi terhadap kiprah JRA juga disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Melalui sambutan tertulis yang dibacakan Arif Husni, S.Kom., Ketua Pokja Pendidikan Biro Kesra Taskin Setda Provinsi Jawa Tengah, pemerintah daerah menyambut baik peran aktif JRA sebagai organisasi berbasis pesantren.

JRA dinilai memiliki kontribusi dalam mengawal moderasi beragama, memelihara kerukunan umat, serta memberikan pelayanan sosial di bidang kesehatan Islami dan kemasyarakatan.

Sementara itu, perwakilan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan, Gus Muhammad Fahmi Aufa Hidayat, menegaskan komitmen pesantren dalam membekali para santri dengan keilmuan Al-Qur’an yang aplikatif dan memiliki sanad keilmuan.

Bekal tersebut diharapkan mampu mendorong para santri untuk siap berkhidmah dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.

Dibuka Ketua Dewan Pembina JRA

Silatnas ke-VI JRA secara resmi dibuka oleh pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina JRA, Gus Allama Allauddin Syiddiqi, M.Pd.I.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai agenda keagamaan dan kebudayaan. Di antaranya Gema Shalawat, penampilan Tari Saman Aceh dari siswi MTs Al-Ghazali Siwatu, dzikir dan tahlil bersama, serta mauidhah hasanah yang disampaikan para ulama sepuh.

Mauidhah hasanah menghadirkan KH. Achmad Nawawi Cholil, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawiyah Rembang, serta KH. Muslih Ustmani, S.Pd.I., Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Jombang.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kehormatan kepada delegasi praktisi yang datang dari daerah terjauh di berbagai pelosok Nusantara.

Penghargaan juga diberikan kepada PC JRA Temanggung sebagai pengurus cabang dengan jumlah peserta Silatnas terbanyak.

Silatnas ke-VI dan Rakernas ke-III JRA di Wonosobo diharapkan tidak berhenti sebagai forum silaturahmi tahunan, tetapi menjadi pijakan untuk memperkuat organisasi, menyatukan langkah dakwah, serta memperluas kemanfaatan Ruqyah Aswaja bagi masyarakat.

Penulis: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button