Perkuat Kapasitas Desa, Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Migrasi Aman

NU Online, Cilacap – Upaya perlindungan terhadap Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Pekerja Migran Indonesia (PMI), hingga keluarganya terus digencarkan melalui pendekatan berbasis komunitas. Salah satu langkah konkretnya adalah pelaksanaan Pelatihan Migrasi Aman dan Perlindungan Pekerja Migran yang digelar di tiga desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, awal Juni ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas (P2MI-BK). Pelatihan dilaksanakan secara bertahap di Desa Sidaurip pada 9 Juni 2026, Desa Glempangpasir pada 11 Juni 2026, dan Desa Bojongsari pada 15 Juni 2026. Program ini menjadi salah satu strategi kunci untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam mewujudkan tata kelola migrasi yang aman, legal, dan bermartabat.

Pelatihan Migrasi Aman bagi Calon Pekerja Migran di Balaidesa Sidaurip, Kecamatan Binangun.

Pelatihan menghadirkan dua fasilitator yang berkompeten di bidang perlindungan pekerja migran, yakni Zakiyah Muhiriyati dan Ervi Kusumasari dari P4MI Cilacap yang merupakan kepanjangan tangan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di tingkat daerah. Selain itu, turut hadir pula Ismah dan Ahmad Fajri Nida dari Tim Lokal Lakpesdam PBNU yang selama ini menjadi mitra pelaksana Program Penguatan P2MI-BK di Kabupaten Cilacap.

Dengan metode pembelajaran yang partisipatif, para peserta mendapatkan pemaparan materi yang komprehensif. Mulai dari tata cara migrasi aman, prosedur penempatan pekerja migran sesuai ketentuan yang berlaku, pentingnya kelengkapan dokumen, potensi risiko bekerja ke luar negeri secara nonprosedural (ilegal), hak dan kewajiban pekerja migran, hingga mekanisme perlindungan sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pemangku kepentingan di desa. Terutama bagi Satgas Desa Peduli Pekerja Migran (Satgas Demimas), perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga PMI. Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan tercipta sistem perlindungan yang lebih responsif dan mampu mencegah praktik penempatan ilegal maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Peserta Pelatihan Migrasi Aman melakukan FGD di Balaidesa Glempangpasir, Kecamatan Adipala.

Pada setiap lokasi pelatihan, sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan secara antusias. Mereka berasal dari berbagai unsur, meliputi perangkat desa, keluarga PMI, purna pekerja migran, tokoh masyarakat dan agama, perwakilan pemuda, serta anggota Satgas Demimas. Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar unsur masyarakat dalam membangun ekosistem perlindungan yang efektif di tingkat akar rumput.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga diajak mendiskusikan berbagai persoalan riil yang dihadapi pekerja migran di wilayahnya. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang muncul dari masyarakat menjadi bahan pembelajaran bersama untuk merumuskan langkah-langkah pencegahan serta penguatan layanan informasi migrasi aman di desa.

Baca Juga: Cilacap Jadi Pilot Project Desa Migrasi Aman Berbasis Komunitas

Program Penguatan P2MI-BK ini secara tegas menempatkan desa sebagai aktor utama dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan perlindungan. Sinergi antara pemerintah desa, lembaga masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan instansi terkait menjadi kunci terciptanya lingkungan yang lebih peduli terhadap isu perlindungan pekerja migran. 

Melalui rangkaian pelatihan ini, diharapkan semakin banyak desa di Kabupaten Cilacap yang memiliki kapasitas untuk memberikan informasi yang benar, mendorong masyarakat memilih jalur penempatan legal, serta memperkuat upaya perlindungan bagi para pekerja migran sejak dari kampung halaman. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan mimpi besar bersama: migrasi yang aman, bermartabat, dan berkeadilan bagi seluruh warga. (AFN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button