Peringatan Maulid Nabi SAW: Tajdidul Iman dan Mahabbah Jadi Kunci Hidup Lebih Baik

NUCOM, Majenang —- Majelis Burdah dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menggema dengan pesan cinta, iman, dan pengharapan.
Ribuan jamaah larut dalam shalawat Burdah dan tausiah Abuya Syekh Soleh Muhammad Basalamah yang mengajak memperbarui iman dan menumbuhkan mahabbah kepada Rasulullah SAW.
Acara berlangsung khidmat di Istana Tijani Nusantara Majenang, Cilacap pada Rabu malam, (19/8/2026) bertepatan dengan 7 Rabiul Awal 1447 H.
Acara diisi dengan doa, bacaan kitab shalawat Burdah, dan nasihat untuk menyambut hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW.
Maulid Sebagai Momentum Menjadi Lebih Baik
Dalam tausiahnya, Abuya Syekh Soleh Muhammad Basalamah mengajak jamaah menjadikan Maulid sebagai titik balik untuk perbaikan diri.
“Mudah-mudahan kita semuanya disukseskan oleh Allah. Amin. Sukses dunia dan sukses akhirat. Harapan kita setelah hadir di majelis ini, hidup kita ke depan tambah lebih baik. Lebih baik ibadahnya. Lebih baik ilmunya. Lebih baik akhlaknya. Lebih baik rezekinya. Lebih baik keturunannya. Amin ya rabbal alamin,” ujarnya.
Beliau mengajak jamaah memperbanyak shalawat sebagai inti dari peringatan Maulid.
“Tajdidul Iman dengan La ilaha illallah. Tajdidul Mahabbah dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi kita Muhammad SAW.”
Resep Cinta: Kunci Selamat Dunia Akhirat
Mengutip hadis shahih Bukhari-Muslim, Abuya Syekh Soleh Muhammad Basalamah mengisahkan saat Rasulullah menceritakan tentang hari kiamat hingga masjid basah oleh air mata para sahabat.
Saat seorang sahabat bertanya “Kapan kiamat datang, Ya Rasulullah?”, Nabi tidak menjawab waktunya. Beliau justru balik bertanya:
“Ma a’dadta laha? Apa yang sudah kamu siapkan untuk menghadapi kiamat?”
Sahabat itu menjawab dengan jawaban yang menjadi pelajaran besar bagi umat:
“Ya Rasulullah, aku tidak banyak ibadah dan puasa sunnah. Tapi yang aku siapkan adalah hubbullah wa hubbuka ya Rasulullah. Cinta kepada Allah dan cinta kepada Engkau ya Rasulullah.”
Rasulullah kemudian bersabda: “Al-mar’u ma’a man ahabba” – Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.
“Ini resepnya. Hidup diprogram untuk terus tambah cinta. Kalau cinta kita tambah, ibadah jadi nikmat. Iman akan berbuah. Buahnya iman itu lebih manis dari buah apa pun,” jelas beliau.
Rasulullah Akan Mencari Umatnya di Hari Kiamat
Abuya Syekh Soleh Muhammad Basalamah juga mengingatkan kabar gembira bahwa Rasulullah SAW tidak akan melupakan umatnya di hari kiamat.
“Semua umat akan kecewa mencari nabinya. Kecuali Nabi kita Muhammad SAW. Beliau tidak menyembunyikan diri. Beliau sujud di bawah Arsy dan berkata: ‘Umatku, umatku’. Bahkan beliau menolak masuk surga sebelum mencari umatnya terlebih dahulu,” tuturnya haru.
Rasulullah bersabda umatnya memiliki tanda di hari kiamat: “Ghurran muhajjalin min atsaril wudhu” – wajah, tangan, dan kaki bercahaya karena bekas wudhu.
“Maka jangan tinggalkan wudhu. Jangan tinggalkan shalawat. Itu tanda agar mudah dikenali dan dicari oleh Rasulullah,” pesannya.
Amalan Ringan Penumbuh Cinta
Di akhir tausiah, beliau memberikan amalan ringan dari Rasulullah: membaca “Astaghfirullahaladzim lil mukminina wal mukminat” 27 kali setiap hari.
“Hadis shahih. Umatku yang rutin membaca ini, maka akan tumbuh di hatinya cinta. Cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan shalawat. Jamaah mendoakan agar Indonesia, khususnya warga Nahdliyin, senantiasa dalam lindungan Allah, diberikan keberkahan, dan cinta kepada Nabi semakin bertambah.
“Shollu ‘ala Nabi Muhammad”
(IHA)
Baca juga: Abuya Syaikh Soleh Muhammad Basalamah: Hijrah Itu Pindah Perbuatan, Inilah Manusia “Ghonimun”





