KH Imam Asy’arif: Jalan ke Sorga Penuh Ujian, Jalan ke Neraka Penuh Kesenangan

NU Cilacap Online — Bahwasanya sorga diliputi kegiatan-kegiatan yang tidak menyenangkan sedangkan neraka diliputi dengan kegiatan menyenangkan. Inilah Tausiyah ramadhan KH Imam Asy’arif: Jalan ke Sorga Penuh Ujian, Jalan ke Neraka Penuh Kesenangan
Sabda Nabi Muhammad SAW berbunyi:
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa), sedangkan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai hawa nafsu.” (HR. Muslim)
Pesan moral dari hadis di atas adalah barangsiapa mau masuk sorganya Allah maka harus mau berjuang, berkorban, bersabar jalani ujian yakni dengan menjalankan perintahnya dan meninggalkan larangannya, melaksakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan, berhaji saat mampu, dan sebagainya.
Barang siapa yang tidak mau berjuang, berkorban, bersabar menjalani ujian niscaya pintu sorga tertutup baginya. Pertanyaannya kapan waktu berjuang dan jalani ujian tersebut? Jawabannya adalah saat ini, saat hidup dalam dunia ini.
Karena dunia etape hidup manusia, maka harus menghamba, beribadah. Menyembah pada Allah untuk bekal akherat dan dunia ladang kehidupan akherat.
Sebagaimana perkataan yang diriwayatkan dari sahabat Ali bin Abi Thalib, “Addunya mazra’atul akhirah” (الدنيا مزرعة الآخرة) yakni bahwasannya “Dunia adalah ladang akhirat”.
Kehidupan dunia adalah tempat menanam benih amal kebajikan yang hasilnya akan dipanen di akhirat kelak. Segala perbuatan, baik maupun buruk, di dunia akan dipertanggungjawabkan dan mendapat balasan.
مَنْ زَرَعَ حَصَدَ
(Man yazro’ Man Jari Hasoda) Barangsiapa menanam kita akan memanen.
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ
Barangsiapa berbuat kebajikan sebutir debu sekalipun kelak diakherat akan dapat balasannya.
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat debu atau zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”
Intinya barangsiapa berbuat kebaikan akan masuk sorga dan barangsiapa berbuat kejelekan akan masuk neraka.
Tugas manusia di dunia adalah beribadah mengahamba pada Allah SWT, Allah Berfirman:
“وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ”
Aku tidak mencipta jin dan manusia melainkan untuk menyembah padaku, beribadah padaku.
Nabi menyampaikan pesan; “Dunia adalah penjara bagi kaum mukmin dan sorga bagi orang kafir.”
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
Maksud hadis ini adalah orang mukmin di dunia terikat dengan aturan-aturan, syari’at agama, perintah dan larangan-Nya. Sehingga umat beriman harus menjalankan perintah-perintahnya, menjalankan shalat, zatat, puasa ramadhan, haji saat mampu karena digambarkan sebagai penjara bagi orang mukmin.
Sebaliknya orang kafir mereka tidak mau menjalankan perintahnya, tidak mau shalat, zakat, puasa, bahkan saat mampu tidak haji maka digambarkan dunia sebahai sorganya orang kafir. Saking nikmatnya dunia para pujanggs melantunkan syair:
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim).
Semoga Allah SWT menguatkan kita menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya dalam rangka menguatkan ketakwaan kita, untuk kesempurnaan Iman, islam kita. (IHA)





