Esai Opini Wawasan

Ruang Gagasan; Pemikir Harus Menjadi Penggerak Perubahan

“Dalam setiap ruang gagasan, bahwa untuk menciptakan suatu gerakan dibutuhkan konsistensi berpikir (dari pemikir) dan aksi bergerak (dari penggerak) sebagai mentalitasnya.

Menjadi pemikir sekaligus penggerak perubahan dalam masyarakat tentu tergantung bagaimana menciptakan suatu gagasan yang tertuang dalam pikiran menjadikannya sebagai kenyataan dalam gerakan dan bermanfaat bagi diri dan masyarakat.”

Tidak dapat dipungkiri, banyak dari orang-orang kini hanya bermental pemikir. Sebab tidak kurang-kurang jumlah pemikir yang ada dengan latar belakang pemikiran mereka tetapi pada praktiknya hanya sebagai sebuah pemikiran.

Namun, apakah pemikiran akan menciptakan perubahan jika tidak ada upaya dalam mewujudkan pemikirannya menjadi sebuah kenyataan dalam perubahan melalui gerakan?

Tanpa gerakan, pemikiran dan perubahan tidak akan pernah optimal. Sebab kembali, manusia merupakan makluk teknis terdiri dari organ-organ, yang dimana ketika manusia menginginkan sesuatu dari hasratnya, lalu dicerna dalam otaknya, manusia harus berusaha untuk mewujudkannya melalui oragan-organnya lainnya tersebut.

Maka dari itu, manusia yang juga adalah organ dari masyarakat yang merupakan kumpulan dari banyak manusia tentu harus melebur jika ingin menciptakan sebuah perubahan, bersinergi dalam alur suatu ide pemikiran, serta bersama dalam mewujudkan berbagai gagasan untuk sebuah perubahan itu.

Karena perubahan dimulai bukan dari siapapun. Perubahan dimulai dari gagasan kita “manusia” dan tindakan gerakan yang akan menciptakan perubahan.

Untuk itu perubahan yang dimotori ide dan gagasan sendiri perlu adanya suatu wadah, dimana wadah-wadah tersebut digunakan mencapai tujuan yakni dengan mendirikan suatu organisasi mencapai tujuan bersama.

Organisasi sendiri merupakan wadah dari sarana menyongsong perubahan yang dikampanyekan pada masyarakat. Bahwa tanpa organisasi, pemikiran memandang perubahan dalam kehidupan masyarakat sendiri mustahil untuk dilakukan.

Bagaimanapun ketika seseorang ingin menciptakan perubahan yang besar dimasyarakat, tidak mungkin ia dapat berhasil hanya sendirian. Gagasan perlu didorong oleh orang-orang dengan metalitas sama sebagai pengerak, yang didukung satu pemikiran mencapi tujuan bersama dalam organisasi.

Kemerdekaan, Langkah Dasar Perubahan

Bukankah merdekanya Negara Indonesia terbentuk karena adanya satu pemikiran untuk “merdeka”, dimana dalam pemikiran tersebut diwadahi dalam suatu organisasi yang melahirkan gerakan kemerdekaan?

Organisasi Budi Oetomo, Nahdlatul Ulama, dan organisasi lainnya pada masa itu adalah satu dari banyak contoh bahwa perubahan yang besar harus didasari pemikiran dan mentalitas penggerak yang besar.

Oleh karenanya, Indonesia yang saat ini secara politik dan kekuasaan Negara sudah merdeka menciptakan suatu perubahan pada masyarakatnya yang lebih baik harus terus dilakukan.

“Organisasi-organisasi yang mengarah pada hal-hal bermanfaat bagi masyarakat harus terus digalakan, dibangun, serta kreatif dan inovatif dalam bergagasan guna menciptakan perubahan melanjutkan cita-cita kemerdekaan.”

Organisasi masyarakat sebagai pioneer perubahan dengan visinya sendiri haruslah sampai pada kelompok masyarakat kecil di lingkungan pedesaan.

Tidak lain supaya dalam mengkoordinasi suatu gagasan program pemberdayaan masyarakat demi perubahan sendiri akan efektif, bagi siapapun yang punya pemikiran memandang sebuah perubahan masyarakat yang lebih baik.

Bukan tidak mungkin suatu organisasi tersebut akan menciptakan wadah dalam satu pemikiran, mengembangkan jiwa aktivis perubahan pada masyarakat, dan menjadi ruang-ruang bersama bergerak mencapai tujuan bersama perubahan itu benar-bernar akan tercapai sebagai tantangan peradaban ke ke depan.

Baca juga: Gagasan Besar Dari Secangkir Kopi Ala NU Tritih Kulon

Perubahan Dunia Dari Desa

Seperti contoh geliat berpikir, bergerak, dan berorganisasi yang sedang berkembang di masyarakat Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.

Keberadaanya sendiri dengan visi yang memang bertujuan pada sosial kemasyarakatan, adanya organisasi sekala pedesaan membuat suatu tatanan budaya baru, serta perubahan akan hidup masyarakat lebih baik melalui ekonomi, socal budaya, dan berbagi kegiatan bermanfaat lain bagi masyarakat.

Setidaknya ada dua organisasi masyarakat yang saat ini menjadi tonggok perubahan bagi masyarakat Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap yakni Bank Sampah Sahabat Hijau dan K3P atau Kampung Kreatif Karisma Pertamina, kelompok masyarakat binaan CSR pertamina Fuel Terminal Maos berfokus pada pemberdayaan ekonomi kreatif desa serta pengembangan sosial-kebudayaan.

Bank Sampah Sahabat Hijau Karangrena, dimotori oleh GP Ansor ranting Karangrena dan Fatayat NU, dimana gerakan organisasi tersebut sangat menaruh perhatian pada lingkungan dan bersemboyan nabung sampah menjadi rupiah sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sampah.

Untuk itu dimulai dari suatu niat yang memang berdasar mengabdi pada masyarakat berawal dari pemikiran lalu berubah menjadi gerakan. Bukan tidak mungkin budaya hidup baru masyarakat memandang suatu kemajuan akan tercapai dimulai dari desa.

Maka pemikiran yang bermuara pada mentalitas penggerak dibutuhkan oleh masyarakat terkecil yakni masyarakat desa, supaya suatu desa tersebut dapat maju dengan berbagai kegiatan yang produktif. Desa maju secara otomatis Negara juga akan maju. Sebab lingkungan terkecil dalam suatu Negara yaitu Desa.

“Kembali, terjun didalam masyarakat adalah pilihan, tetapi pengabdian bagi masyarakat itu sendiri bukanlah suatu tugas melainkan sebuah keputusan dari adanya kemauan antara berpikir dan bergerak.”

Ketika bergerak untuk masyarakat, pastikan merupakan keputusan yang lahir dari dalam diri sendiri. Sebab siapapun yang terjun dalam masyarakat, semua akan kembali pada masyarakat.

Berpikir (bagi seorang pemikir) yang merubahnya menjadi suatu gerakan adalah jalan bagaimana cita-cita dalam memandang kemajuan akan mendatangkan suatu progress yang diharapkan. Untuk itu menjadi pemikir yang bermentalitas penggerak merupakan suatu keharusan, di mana suatu kaum tidak ada berubah terkecuali kaum tersebut berpikir dan bergerak melakukan perubahan.

Penulis: Toto Priyono, Aktivis GP Ansor PAC Maos.
Editor: Munawar A.M.
Arcgis: Photo Source

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button