Esai Opini Wawasan

Wahabi, Akar dari Pikiran dan Tindakan Ekstremisme – Terorisme

Wahabi adalah akar terbentuknya Ekstremisme dan Terorisme yang justru membuat citra Islam yang mulia menjadi buruk dipandang oleh kalangan Non Muslim yang tidak mengerti tentang yang sebenarnya.

Adapun proses pembentukan kelompok Ekstremisme dan Terorisme berawal dari perilaku yang Takfiri. Sedang orang yang cenderung Takfiri terbilang cukup aneh. Pasalnya kepada yang muslim saja bisa lebih keras apalagi ke yang non muslim.

Mereka akan tidak segan untuk mengatakan Syirik, Sesat dan Bid’ah bahkan siapa yang melakukan amalan yang mulia seperti Tahlilan, Ziarah, Sungkem kepada Orang Tua bisa mereka cap sebagai ahli neraka.

Oleh sebab itu aliran wahabi ini sangat berbahaya, terutama bagi orang awam yang baru belajar agama atau menurut mereka baru mendapat hidayah.

Sebagai pengguna media sosial yang aktif, saya menilai bahwa aliran wahabi tidak hanya merekrut jemaah di perkotaan, tapi juga di pedesaan. Hanya saja mungkin jumlahnya lebih banyak di perkotaan, saya tidak tahu.

Akan tetapi jika melihat perkembangan internet terkini, justru sekarang adalah eranya Teknologi dan eranya Media. Hingga orang-orang wahabi memanfaatkan kedua proyeksi tersebut. Oleh sebabnya, bisa jadi ada warga di pedesaan yang terpapar oleh virus wahabi.

Menurut analisa saya, media-media Nahdlatul Ulama atau media yang berafiliasi dengan NU, kekinian cukup bagus dan mengalahkan media wahabi. Berbeda dengan beberapa tahun ke belakang, tepatnya 2017 ke belakang.

Baca juga:

Perilaku Ekstrem Wahabi

Namun kendati sekarang media-media NU bisa mengungguli yang lain, bukan berarti wahabi tidak membahayakan. Buktinya, mereka membakar bendera Ansor dan Banser di Majalengka belum lama ini.

Tak hanya itu, terjadi pula pada Makam guru besar Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah, yakni Syekh Ibrahim Al-Khalidy di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat juga. Pada Sabtu malam, (23/07) orang tidak dikenal membakar makam ini.

Ini merupakan bukti nyata proses Ekstremisme dan Terorisme yang berakar dara Wahabi, dari mulai orang awam dapat hidayah karena nonton TV Kajian Sunnah dan YouTube kajian sunnah dengan ustadz nya yang selalu gaungkan gerakan takfir, lalu diikuti.

Kemudian kepalanya serasa panas karena melihat orang tahlilan, ziarah kubur, dan sungkem ke orang tua. Menurut mereka hal tersebut bid’ah, haram, dholalah, dan masuk neraka.

Lalu merasa ibadahnya banyak dan lebih bagus daripada yang lain. Akhirnya mulai jengah kepada sesama muslim yang menurutnya telah melenceng, sesat dan kafir.

Setelah itu mulai berani membakar-bakar, sebagai bukti bahwa dia beriman kepada Tuhan. Usai berani seperti ini, orang tersebut tidak akan puas dan akan menaikam levelnya sebagai Ekstremisme dan Terorisme.

Perlu kita ketahui bahwa Wahabiyah merupakan pengikut Muhammad bin Abdul Wahab an Najd.

Sedang untuk menutupi kewahabiahannya, mereka juga bertaqiyah dan menyatakan bahwa mereka adalah penganut Manhaj Salaf. (Bahtiar)

Baca juga: Agama dan Pancasila Bukanlah Sesuatu yang Bertentangan

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button