Badan Otonom NU

Noercholis; Ketua GP Ansor Kroya Masa Khidmat 2021-2023

Berdasarkan hasil Musyawarah Pemilihan Ketua pada Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kroya masa khidmat 2019-2021. Noercholis terpilih sebagai mandataris Ketua PAC GP Ansor Kroya masa khidmat 2021-2023. Konferancab ini berlangsung pada Sabtu (18/12) lalu di MI Maarif 04 Gentasari.

Kepada NU Cilacap Online Noercholis menuturkan, dirinya sudah aktif di PAC GP Ansor Kroya sejak tahun 2014. Ia pernah menjabat di bagian Departemen Dakwah Aswaja, Sekretaris, Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor dan kini sebagai Ketua PAC GP Ansor Kroya.

Setelah terpilih ia berkata akan fokus melakukan pembenahan internal organisasi terlebih dahulu, kemudian penyusunan kerangka program kerja ke depan.

“Tentunya bersama tim formatur kami akan menyusun kepengurusan inti, salah satunya memilik Wakil Ketua 1 atau Kasatkoryon. Kami sadar betul Ansor tampak besar sebab adanya Banser. Oleh karena itu, saya memandang harus memilih komandan yang betul-betul kompeten dan sosok yang bisa diterima anggota,” ungkapnya.

“Jadi saya memang betul-betul mencari pengurus yang mau ngurusi Ansor dan NU bukan malah jadi urusan. Sehingga Ansor yang hari ini sudah baik menjadi lebih baik lagi,” lanjut Noercholis.

Harapannya untuk Ansor kedepan tidak muluk-muluk, semoga keberadaan GP Ansor bisa bermanfaat bagi masyarakat dan aktif di segala lini.

“Ansor ini tentunya sebagai cerminan NU, karena di pundak para pemuda ada tongkat estafet perjuangan pendahulu yang harus diteruskan. Sehingga kader Ansor harus berakhlak, militan, tanggap dan cekatan,” pungkas Noercholis.

Tujuan Konferancab

Ketua PC PG Ansor Cilacap, Aliman dalam pembukaan Konferancab PAC GP Ansor Kroya menyampaikan, bahwa tujuan dari Konferancab ini tidak hanya persoalan pergantian pengurus dan pemilihan ketua.

“Setidaknya ada empat tujuan dari konferancab. Pertama, sebagai evaluasi perjalanan satu periode kemarin. Kedua, penyusunan program kerja. Ketiga, memilih ketua dan pengurus, dan yang keempat memutuskan hal yang dibutuhkan,” ungkap Aliman.

Ia melanjutkan, Ansor adalah masa depan NU sekaligus NU di masa depan. Oleh karena itu, kader Ansor Kroya harus memiliki empat karakter, di antaranya;

  1. Kepemudaan, pergerakan seperti anak muda, di lapangan harus progresif, cekatan dan tanggap.
  2. Kerakyatan, Ansor harus hadir di masyarakat.
  3. Keislaman, harus menjadi benteng islam rahmatan lil alamin.
  4. Keindonesiaan, wajib menjaga NKRI.

“Slogan “NKRI Harga Mati” tidak sekadar dipekikan saja. Tapi Ansor harus tampil menjadi garda terdepan,” pungkasnya.

Suasana Konferancab PAC GP Ansor Kroya

Wakil Tanfidziyah MWCNU Kroya, Lukman Hakim dalam sambutannya berharap, Konferancab ini dapat menentukan program kerja ke depan, agar gerakan pemuda ini betul-betul terasa oleh masyarakat.

“Pada penyusunan program kerja nanti, jangan hanya menulis daftar angan angan saja tetapi harus realistis. Sebagai organisasi garda terdepan benteng aswaja, harus bisa menyusun program agar aswaja bisa tegak di negeri ini,”

Calon pemimpin bangsa dan NU kedepan harus betul betul menyiapkan diri dan tanggap situasi dan peka terhadap sosial. Sebab mencari figur pengurus yang gagah banyak. Namun, yang kita perlukan adalah pengurus yang mau dan mampu menjalankan organisasi serta menjawab tantangan di masyarakat.

“Selamat berkonferensi, semoga terbentuk susunan program kerja yang lebih mengena dan dapat menjawab tantangan umat. Besar harapan Ansor Kroya akan bisa meneruskan perjuangan masyayikh kedepannya,” [Shevilla Dewi Pramudita] 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button