Meriah dan Khidmat! Lesbumi Kota Banjar Gelar “Macapat Millenial”, Kolaborasi Santri, Seniman, Budayawan Sunda dan Jawa

NUCOM, Kota Banjar – Semangat baru tahun 1448 Hijriah terasa kental di Aula Munas NU. Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kota Banjar sukses menggelar pagelaran budaya akbar “Macapat Millenial” Kolaborasi Santri, Seniman, Budayawan Sunda dan Jawa pada Ahad malam, 28 Juni 2026.

Acara ini dirangkai dengan 3 momentum sakral: Haul Simbah KH. Abdurrohim ke-29, Harlah Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar ke-66, dan menyongsong Muktamar NU ke-35.

Dibuka Pantun dan Takbir: “Semangat Tahun Baru, Semangat Baru!”

Pagelaran dibuka MC kondang Banjar, Sahabat Muksori. Suasana langsung cair dengan pantun khas Sunda:

“Daun salam wadahnya kotak. Jawab salam kayaknya belum kompak. Mandi di kali airnya hangat. Dicoba sekali lagi supaya semangat. Semangat tahun baru 1448 Hijriah, semangat baru. Sepakat, semangat?”
“Semangat!” jawab ribuan hadirin kompak.

Acara dibuka resmi oleh pembacaan Al-Fatihah bersama, dipimpin jajaran ulama.

Acara dihadiri Penuh, dari Tokoh Agama, Kemenag, Budayawan hingga DPRD

Tampak hadir jajaran tokoh penting. Di antaranya tokoh agama, tokoh pemuda, pejabat dan seniman sunda jawa

Hadir KH. Mu’in Abdul Rahim, M.Pd.I, Pengasuh Ponpes Al-Azhar Citangkolo, Dr. KH. Harir Muharir selaku Ketua Panitia Gebyar Muharoman, Kepala Kemenag Kota Banjar, Ketua PCNU Kota Banjar KH. Ro’idi Farisi besrta jajaran Pengurus Lembaga, Banom NU se-Kota Banjar, Pastur Pendeta Hendra, Pengurus KNPI, Karang taruna, serta organisasi kepedulian lainnya.

Hadir pula para kades, budayawan se-Kota Banjar, anggota DPRD Kota Banjar, dan tamu dari Lesbumi Majenang Cilacap serta Lesbumi Tasikmalaya.

“Kami minder kalau sendiri di panggung. Monggo Romo Kiai, Bapak Kemenag, para Kades, untuk naik ke panggung menemani para seniman,” ajak Makmun Syarif, yang kemudian jadi pengendali acara macapat milineal malam itu.

Panggung “Macapat Millenial”: Tradisi Bertemu Milenial

Sesuai tema, Lesbumi menampilkan kolaborasi seni tradisional dan modern dalam satu panggung. Ketua Lesbumi Kota Banjar menyebutnya bahwa hal itu sebagai kebersamaan dalam rasa persatuan.

“Satu persembahan terbaik ini bukan hanya pada pertunjukan seni tradisional dan seni modern yang terpadu syahdu, tapi sikap budaya kita dalam rasa persatuan yang beradab dalam panggung Mocopat Milineal”. Terang Makmun Syarif selaku penanggung jawab dan penyelenggara kegiatan.

Penampil yang memukau hadirin antara lain:
1. Azharus Sholawat : Grup hadroh santri Ponpes Al-Azhar Citangkolo.
2. Seni Mocopat Desa Kujangsari : Seni lokal kebanggaan warga.
3. Jamjaneng Kebumen : Grup seni tamu kehormatan dari Jawa Tengah yang membawakan Janengan. “Kalau di sini Janeng, kalau saya main Janengan,” canda MC.
4. Kasidah Syafaatul Mustofa : Dari para santriwati Madrasah Aliyah Al-Azhar.
5. Gending Langen Budoyo : Diisi para “Abah-abah kita dengan pakaian unyu-unyu”, yang jadi favorit hadirin.

“Tadi sudah kita simak satu lagu Janengan. Kalau dinikmati dengan hati nurani, luar biasa, sangat membentangkan rasa,” ujar Ketua Lesbumi Kota Banjar.

Tak kalah memukau penampilan monolog dari Teaterawan Pongkir Wijaya yang berhasil menyedot perhatian penonton dengan sajian kisah, hikayat para tokoh serdadu perang dunia yang pada akhirnya memberikan pesan moral untuk semangat “menanam” hingga akhir dunia.

Doa Sunan Kalijaga Jadi Pembuka  Spiritual

Acara inti seni, majelis dibuka dengan kekhusyukan melalui pembacaan “Dungo Rumekso Ing Wengi” karya Kanjeng Sunan Kalijogo. Doa lengkap ini dibawakan dengan hikmat oleh Bapak Khasmin, mengingatkan jamaah akan nilai luhur budaya Islam Nusantara.

Semangat kebersamaan tercipta dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut bisa disaksikan ulang melalui siaran langsung di YouTube.

Siaran langsung bisa dilihat di Link Live Streaming sebagai berikut;

Pagelaran ini membuktikan bahwa budaya NU tetap hidup, relevan, dan mampu menjadi perekat umat di era milenial. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button