Lesbumi NU Majenang Gelar Seni Budaya Wayang Kulit Ruwatan Bencana

NU Cilacap Online – Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI NU) Majenang akan menghelat pagelaran seni budaya wayang kulit semalam suntuk dalam rangka ruwatan bencana yang berlangsung pada hari Kamis malam Jumat (27/11/2025) mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Lapangan Candi Wulan Dusun Ciampel Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap.
Akan hadir dalam kegiatan tersebut dari berbagai kalangan, baik dari pemuka agama, tokoh NU, tokoh Muhamadiyah, maupun ormas lainnya serta kalangan pejabat.
Adapun unsur pejabat pemerintahan mulai dari pimpinan DPRD Provinsi Jawa Tengah maupun DPRD Kabupaten Cilacap, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Cilacap, Camat, hingga Kepala Desa Se-Cilacap serta unsur dari TNI maupun Polri.
Camat Karangpucung Asep Kuncoro memberikan apresiasi terhadap pagelaran budaya Wayang Kulit yang dilaksanakan oleh Lesbumi Majenang di wilayahnya.
“Pagelaran Budaya Wayang Kulit tentunya mengandung banyak makna yang dapat dipetik oleh masyarakat. Kami sangat mengapresiasi pagelaran ini,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Desa Tayem Timur usai kegiatan acara ‘Bupati Ngantor Desa’, Rabu, (26/11/2025).
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Ahmad Fatoni mengutarakan pagelaran budaya melalui media Wayang Kulit nanti bukan semata hiburan, tapi dapat menjadi sarana edukasi yang memperkuat nilai-nilai kearifan budaya lokal serta keagamaan di tengah masyarakat, terkhusus masyarakat Karangpucung dan Cilacap pada umumnya.
Baca juga: Kilas Lesbumi NU, Dari Cipari, Majenang Hingga Banyuwangi
Terpisah, Ketua Umum Lesbumi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Jadul Maula mengatakan dengan pagelaran budaya wayang kulit atau wayang ruwat dapat menandai kebangkitan semua masyarakat Cilacap usai ujian bencana alam yang melanda wilayah Cilacap Barat tersebut.
“Pagelaran budaya wayang kulit dapat menjadikan media ukhuwah, ajang silaturahmi saling sapa dan temu semua unsur masyarakat, saling menguatkan dan memberi dukungan dalam memperbaiki diri, mempersiapkan hal-hal baik untuk dijalani, dan menciptakan tahun penuh damai, kebahagiaan, serta kelimpahan rejeki,” terangnya melalui sambungan telpon. Selasa, (25/11/2025).
Baca juga: KH Jadul Maula, Maknai Safari Kebudayaan LESBUMI
Kepada Desa Tayem Timur Darsono Badilah mengaku senang dan ketiban berkah atas kegiatan yang akan berlangsung di Desanya.
“Jadi atas berkah ketiban rejeki, selain momentum peringatan Hari Santri 2025, kami sekaligus membuat tumpengan guna menyemarakkan Hari Jadi Desa Tayem Timur yang ke-30, tentunya hal ini dengan harapan harus manfaat, untuk menjadi lebih baik, dengan belajar dari pagelaran Wayang yang sarat tuntunan, bukan hanya tontonan,” Aku Kades Darsono Badilah saat dikonfirmasi.
Adapun ketua panitia Hari Santri Nasional 2025 Kecamatan Karangpucung Abdullah Nur menyampaikan, dalam rangka refleksi atas perjuangan santri dan kiai yang mengaktualisasikan semangat dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan pencerahan intelektual melalui agama dan seni.
“Pertunjukan wayang kulit dipilih sebagai media menarik untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Menurut keterangan dari permintaan panitia Pagelaran Wayang Kulit Lesbumi Majenang, pagelaran budaya tersebut sekaligus wayang ruwat mengingat belakangan jagad bumi gonjang ganjing atas kejadian ragam bencana alam yang melanda.
“Pagelaran wayang kulit nantinya sekaligus ‘meruwat kahanan’ yang akan dibawakan oleh Ki Dalang Sikin Hadi Warsono dengan lakon “Ruwat Ditya Karungkala-Ngilangna Dur Angkara”. Pungkas Abdullah Nur mewakili panitia.
Pagelaran seni budaya wayang kulit dalam rangka ruwatan bencana yang diselenggarakan oleh Lesbumi Majenang juga disiarkan langsung melalui channel LesbumiTV Majenang.
Hal ini sengaja disiapkan oleh panitia penyelenggara, selain memudahkan kehariran tamu undangan yang berhalangan hadir ke lokasi, juga untuk diplomasi kebudayaan Indonesia di mata dunia. (IHA).





