Amaliyah & Ubudiyah

Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban Dengan Amal Ibadah

Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban sudah menjadi tradisi dikalangan umat islam. Kontroversi pun muncul menanggapi berbagai amal ibadah dalam memuliakan dan menghidupkannya. Tidak sedikit orang yang menuduh shalat pada malam nisfu Sya’ban sebagai ibadah bid’ah, bahkan ada yang menganggap haram.

Malam Nisfu Sya’ban

Nisfu Sya’ban adalah peringatan pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya’ban) dari kalender Islam. Hari ini juga dikenal sebagai Laylatul Bara’ah atau Laylatun Nisfe min Sha’ban di dunia Arab, dan disebut sebagai Shab-e-barat di Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Iran dan India.

Nama-nama Malam Nisfy Sya’ban tersebut diterjemahkan menjadi “malam pengampunan dosa”, “malam berdoa” dan “malam pembebasan”, dan sering kali diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah.

Posisi bulan Sya’ban yang terjepit di antara Rajab dan Ramadhan itu rupanya membuat Sya’ban kalah populer dari keduanya. Kita tahu, Rajab diyakini sebagai bulan yang di dalamnya terdapat peristiwa dahsyat: Isra’ dan Mi’raj.

Peristiwa yang dialami secara langsung oleh Rasulullah ini begitu membekas di benak umat Islam, bukan saja karena keajaibannya namun juga hasil dari peristiwa itu yang masih berlangsung hingga sekarang, yakni kewajiban shalat lima waktu.

Hadits Nisfu Sya’ban

Dalam menghidupkan malam Nisfu Sya’ban, banyak hadist yang megupas tentang dianjurkan shalat pada malam nisfu Sya’ban walaupun derajat hadistnya dhaif. Meskipun hadist dhaif, namun dengan disokong dalil lainnya sehingga prediketnya berubah menjadi hasan atau sahih lighairih.

Diantara hadist tersebut seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, berbunyi: “Apabila tiba malam nishfu Sya’ban maka shalatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, karena (rahmat) Allah SWT akan turun ke langit dunia pada saat tersebut sejak terbenam matahari dan Allah SWT berfirman : “Adakah ada orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampunkan, adakah yang meminta rezeki, maka akan Ku berikan rezeki untuknya, adakah orang yang terkena musibah maka akan Aku lindungi, adakah sedemikian, adakah sedemikian, hingga terbit fajar”.(HR.Ibnu Majah, dalam Kitab Sunan Ibn Majah, Ibnu Majah I:444).

Para ulama menyebutkan hadist diatas berposisi pada level dhaif namun masih dalam katagori masih dapat untuk beramal (Fadhoilul Amal). Dalam hadist lain juga disebutkan :

Hadits dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan).

Amal Ibadah Nisfu Sya’ban

Menghidupkan malam Nisfu sya’ban sangat dianjurkan. Maksud menghidupkan malam di sini adalah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam Nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Baca Juga : 3 Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban | Khutbah Jumat

Diantara amal ibadah yang dapat dilakukan dalam menghidupkan malam Nisfu Sya’ban yaitu:

Shalat Sunnah

Yang pertama ialah Shalat Sunnah Setelah Shalat Maghrib. Disunnahkan melaksanakan shalat sunnah dua raka’at. Disunnahkan pada raka’at pertama membaca Surah Al-Kafirun dan pada raka’at kedua membaca Surah Al-Ikhlas. Pada pendapat lain disunnahkan membaca Surah Al-Ikhlas enam kali di tiap raka’atnya. Adapaun niat sholatnya yaitu:

 اُصَلِّىْ سُنَّةَ لَيْلَةِ نِصْفُ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Membaca Surat Yasin

Yang kedua ialah Membaca Surat Yasin sebanyak 3x, bacaan Yasin yang pertama diniatkan untuk memohon umur panjang yang semata-mata hanya beribadah kepada Allah SWT. Pada bacaan surat Yasin yang kedua diniatkan untuk memohon rezeki yang banyak dan halal untuk bekal beribadah kepada Allah Swt. Dan pada bacaan surat Yasin yang terakhir diniatkan untuk memohon keteguhan iman, Husnul Khotimah.

Setelah membaca Surah Yasin dianjurkan membaca doa malam Nisfu Sya’ban sebagaimana tertera dalam Kitab Maslakul Akyar halaman 78-80 karya Sayyid Utsman bin Yahya.

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Artinya:

“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Istighfar dan Dzikir

Yang ketiga ialah memperbanyak bacaan Istighfar dan berdzikir kepada Allah. Membaca istighfar 100x, Membaca tahmid dan takbir 100x, Membaca shalawat nabi 100x, Dan membaca dzikir-dzikir lainnya bila masih memungkinkan. Setelah itu dilanjutkan dengan berdoá. Berdoalah secara khusyuk meminta apa yang tersirat dalam hati. Karena malam Nisfu Sya’ban adalah malam yang sangat diijabah untuk dikabulkan semua doa dan hajat yang diinginkan.

Selain itu dianjurkan pula pada malam Nisfu Sya’ban untuk bertaubat dan meminta maaf kepada orang lain. Dalam hadis dijelaskan “Sesungguhnya Allah melihat pada pertengahan Sya’ban. Maka dia mengampuni semua makhluk, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan,” hadis dari Abu Musa Al-Asy’ari.

Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah. Semoga kita semua dianugerahi umur panjang yang barokah; diberi kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan. Harapannya, kita semua dapat meningkatkan kualitas kehambaan kita dan merengkuh kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiiin. Wallahu a’lam bish shawab.

Penulis: Saeful Nur Hidayat

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button