Mendagri Tito Karnavian: “Wilayah Pulau Jawa Berpotensi Terjadi Bencana”

MAJENANG, NU Cilacap Online – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa pulau Jawa menjadi wilayah yang paling rawan berpotensi terjadi bencana, hal ini disampaikan Tito saat pimpin apel di lokasi longsor Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025).
“Yang paling rawan adalah di Jawa. Mengapa? Karena di Jawa ini pulau, pulau yang tidak terlalu besar, tapi dihuni oleh 150 juta penduduk lebih. Beda kalau seandainya longsornya terjadi di tempat yang kosong,” Terangnya.
Dia juga mengingatkan kepada seluruh daerah di Indonesia untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
“Saya mengambil apel di sini (lokasi bencana longsor Cibeunying) dengan tujuannya untuk mengingatkan daerah-daerah lain,” ujar Mendagri Tito.
Dia menjelaskan dari prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi diprediksi akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan di sejumlah wilayah di Indonesia.
“Kepala BMKG menyampaikan di bulan November, Desember, Januari, itu curah hujan akan tinggi di atas rata-rata, di daerah Sumatera, kemudian seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian selatan dan Papua bagian selatan,” ungkap Mendagri Tito.
Dia menekankan bahwa pulau Jawa menjadi wilayah yang paling rawan terhadap bencana ini, mengingat kepadatan penduduknya yang tinggi.
“Yang paling rawan adalah di Jawa. Kenapa? Karena di Jawa ini pulau, pulau yang tidak terlalu besar, tapi dihuni oleh 150 juta penduduk lebih. Beda kalau seandainya longsornya terjadi di tempat yang kosong,” Terangnya.
Maka untuk mengantisipasi potensi bencana tersebut, Mendagri Tito telah meminta seluruh daerah untuk menginventarisasi titik-titik rawan longsor dan banjir, serta melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk relokasi sebelum bencana terjadi.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian: Sepanjang 2025 Tercatat Sebanyak 2.726 Bencana Indonesia
Selain itu, kesiapsiagaan semua komponen juga menjadi kunci dalam penanganan bencana agar jumlah korban dapat diminimalisir.
“Semua daerah diminta untuk melakukan apel koordinasi seperti yang dilakukan saat ini. Saya selaku menteri, pembina, pengawas seluruh pemerintah daerah se-Indonesia, memimpin di lokasi ini untuk mengingatkan kepada daerah lain supaya tidak terulang dan bersiap-siap mengantisipasi, jangan sampai ada korban lagi,” pungkasnya. (IHA)





