Mahasiswa UNUGHA KKN di Thailand dan Malaysia
Jalin Kerja Sama dan Diplomasi Pendidikan

NU CILACAP ONLINE – Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) Cilacap kembali meluaskan cakupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke luar negeri. Tahun ini, sebanyak 10 peserta KKN Internasional diberangkatkan ke dua negara, yakni Malaysia dan Thailand, dalam misi pengabdian masyarakat sekaligus penguatan jejaring kerja sama lembaga pendidikan.
Dua mahasiswa UNUGHA, Hani Nilna Muna dan Shiel Via Sa’ida, melaksanakan KKN di Bakong Pittaya School, Pattani, Thailand. Mereka didampingi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Masruri, M.Si., serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNUGHA, Fahrur Rozi.
Kunjungan berlangsung pada 24–26 Juli 2025, dan menjadi momentum penting dalam penguatan hubungan kelembagaan serta pertukaran budaya dan pemikiran Islam moderat antar negara.
Tiga Agenda Penting di Thailand
Selama tiga hari di Thailand, delegasi UNUGHA menjalankan tiga agenda utama:
- Mengantar dua mahasiswa KKN ke Pattani.
- Penjajakan kerja sama lanjutan dengan Bakong Pittaya School dan Watnatham Islam School.
- Menghadiri undangan dan menjadi narasumber dalam seminar motivasi belajar bertajuk Learning Motivation di Bakong Pittaya School.
Rombongan tiba di Bandara Hat Yai, Thailand, disambut hangat oleh Manajer Bakong Pittaya School, Usman Toktayong, M.Pd. Mereka menginap di hotel My Gardens di pusat kota Pattani dan menikmati berbagai sajian khas Thailand, termasuk nasi air dan nasi dagang, yang mempererat nuansa budaya dalam kunjungan ini. Baca juga Ke SBPAC Thailand, Unugha Perluas Jaringan Ke Luar Negeri
Seminar dan Diplomasi Pendidikan Islam
Dalam seminar Learning Motivation yang digelar pada Jumat, 25 Juli 2025, Usman Toktayong menyampaikan apresiasi atas kehadiran UNUGHA. Ia menyoroti kesamaan tradisi keislaman antara Pattani dan Nahdlatul Ulama yang sama-sama berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah. Baca juga Pembekalan KKN Reguler UNUGHA Cilacap Tahun 2022
Usman juga menjelaskan sejarah Bakong Pittaya School yang berdiri sejak tahun 1937 dan kini memiliki tiga jenjang pendidikan setara MI, MTs, dan MA yang semuanya mendapat pendanaan resmi dari Kerajaan Thailand.
Sementara itu, Masruri, M.Si., menekankan pentingnya silaturahmi dan kerja sama antar lembaga sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan dakwah. Ia juga membuka peluang beasiswa penuh untuk pemuda Pattani yang ingin melanjutkan studi di UNUGHA.
Kepala LP2M, Fahrur Rozi, dalam paparannya menegaskan bahwa program KKN ini tidak hanya bermakna akademik, tetapi juga bentuk konkret melanjutkan perjuangan keislaman lintas bangsa.
Gus Rozi, demikian ia disapa menyinggung tokoh penting seperti Syeikh Abdusshomad al-Palimbani, ulama asal Palembang yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Pattani. Baca juga Babak Baru, KKN Unugha 2023 Dibagi Tiga Kategori
KKN Malaysia: Satu Rombongan, Dua Misi
Selain ke Thailand, 8 peserta KKN lainnya berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka didampingi oleh Ketua BPP UNUGHA KH. Lubbul Umam, Wakil Rektor I Dr. Lumaurridlo, M.Pd., dan Direktur Pascasarjana Dr. Umi Zulfa, M.Pd. Mereka melaksanakan pengabdian di Sanggar Belajar milik Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Dengan pengiriman mahasiswa KKN ke luar negeri, UNUGHA Cilacap terus menegaskan perannya sebagai kampus yang bukan hanya berbasis lokal, tetapi juga memiliki orientasi global yang kuat.
Kegiatan ini menjadi ajang diplomasi pendidikan, penyebaran nilai Islam moderat, serta memperluas kontribusi Nahdlatul Ulama di kancah internasional.





