KH Sunanal Muqorrobin, Ketua JQHNU Cilacap Wafat, Innalilahi

NU CILACAP ONLINE – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ketua Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Cilacap, KH Sunanal Muqorrobin, wafat pada hari ini, Selasa (20/1/2026). Almarhum menghembuskan napas terakhir di RS Aghisna Sidareja setelah beberapa waktu menjalani perawatan akibat sakit asma dan jantung.

Kepulangan KH Sunanul Muqorrobin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta para muhibbin dan warga Nahdlatul Ulama, khususnya di Kabupaten Cilacap.

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Cilacap, KH Banu Tolib, kepada NU Cilacap Online mengaku sangat kehilangan sosok ulama yang dikenal rendah hati dan sederhana tersebut.

“Beliau adalah sosok ulama yang low profil. Kesederhanaannya menjadikan beliau mudah diterima di semua lapisan masyarakat,” ujar H Banu yang juga Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Cilacap.

Menurutnya, almarhum juga memiliki peran penting dalam kegiatan-kegiatan keagamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Bacaan juga JQHNU, Jam’iyah Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama 

“Hampir setiap agenda keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan tilawah dan Al-Qur’an, selalu melibatkan KH Sunanul Muqorrobin,” tuturnya. Baca juga 9 Rekomendasi Konferensi JQHNU

Pencetus Tradisi Semaan Alquran di Hari Jadi Kabupaten

H Banu mengungkap salah satu kontribusi besar almarhum adalah sebagai pencetus tradisi khataman Al-Qur’an pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Cilacap, yang melibatkan para hafiz dan hafizah se-Cilacap. Baca juga MWCNU Adipala Fasilitasi Pembentukan PAC JQHNU 

Tradisi ini telah berlangsung lama, setidaknya sejak tahun 2015. Pada Hari Jadi ke-159 Kabupaten Cilacap (Maret 2015), Sima’an Al-Qur’an digelar serentak di lima lokasi dan dibuka langsung oleh Bupati Cilacap saat itu, H Tato Suwarto Pamuji, di Masjid Agung Darussalam.

“Beliau itu alim, memiliki banyak mitra dan relasi, khususnya yang sama-sama berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Saya pribadi, ketika berkunjung ke luar Kabupaten Cilacap, sering ditanya tentang beliau. Ini menunjukkan luasnya jejaring beliau lintas kabupaten,” kenang KH Banu.

Lebih lanjut, KH Banu menyampaikan bahwa NU kehilangan figur penting yang selama ini menjadi jembatan dan penggerak di lingkungan Nahdlatul Ulama. Almarhum dikenal ringan langkahnya dan selalu siap bergerak untuk kepentingan umat.

Semasa hidupnya, KH Sunanal Muqorrobin juga kerap berpesan kepada generasi muda di PCNU agar senantiasa istiqamah berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Menurut beliau, melalui NU, kemurnian beragama dapat dijaga dan dipertanggungjawabkan.

“Pokoknya kalau yang mengundang Kemenag atau Pemda untuk urusan Al-Qur’an, beliau selalu semangat sekali,” tutur KH Banu menirukan ungkapan almarhum.

Segenap redaksi NU Cilacap Online mengucap duka sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. (Naeli Rokhmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button