In Memoriam Tata, Nadhif Firsta Ulinnuha; Aktifis Muda NU Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Maut  sedekat urat nadi, hingga manusia hanya diharuskan siap kala tiba saatnya menghadap kembali kepada sang pemilik kehidupan kapan pun itu. Dan inilah secuil cerita tentang Tata, Nadhif Firsta Ulinnuha. Sosok muda aktifis IPNU Sampang yang telah wafat di usianya yang masih begitu belia.

Tata, demikian kami sekeluarga memanggilnya. Nama lengkapnya adalah, Nadhif Firsta Ulinnuha. Lahir 8 Januari 2003. Lahir dari pasangan H Yahya Karomi dan Hj Endang Sutarsih. Dua sosok yang tak asing di keluarga besar NU Cilacap. Ibunya sendiri adalah daiyah sedangkan ayahnya seorang advokat yang juga aktif di Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Cilacap.

Tata Satu bulan persis kelahiran anakku, Fito, atau Taufiq Zakaria. Sehingga keduanya seperti anak kembar dalam ukuran tubuh dan usia.

Jumat, 12, Desember 2025, kurang lebih jam 17.30, Tata dipanggil pulang menghadap pemiliknya. Dengan tenang, dan cepat. Ii, salah satu keponakan jauh bercerita, bahwa hari Rabu, 10 Desember 2025, masih ngopi bersamanya. Dan Tata berkata, hidup sedang tenang-tenangnya. Baca juga Dayef Fahmi Ulinnuha, Santri Asal Cipari Lolos Beasiswa PBNU.

Dan dua hari berselang Tata memenuhi panggilan ilahi rabbi. Tata seperti orang bertalbiyah, ketika haji. Memenuhi panggilan Tuhannya dengan cepat, tergopoh gopoh, magito gito, grawalan mundi dhawuh. 

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

Tata seperti tak peduli sedihnya orang-orang yang ia tinggalkan. Dirinya fokus memenuhi panggilan Tuhannya.

Ayah ibu, adik, sepupu, pak de bu denya, paman, kakek neneknya, terguncang sedih. Apalagi ketika di group WA, ayahnya Tata mengatakan, maafkan segala kesalahan Tata. Innalillahi. Tata harus menghadap-Nya.

Maka, seketika, saya yang sedang di atas sepeda motor, di bangjo Adipala, berkata, laa khaula wa laa quwwata illaa billaah….

Ya, saat itu, di keluarga kami, mendung datang menyelimuti kehidupan ini. Tapi semua bertasbih, bertakbir, ber tahlil, dan berdzikir. Semua sadar, ridlo dan ikhlas menerima takdir. Baca juga Gus Nas, Tak Ada yang Tak Ditata dalam Islam

Tata, lahir dari keluarga aktifis

Tata lahir dari keluarga dan gen aktifis, walaupun tak ada yang menjadi bintang terang. Buyutnya dari garis ayah, aktifis NU masa orla dan awal orba. Pak de bu denya, dan orang tuanya juga aktifis. Baca juga Filosofi Tata Ruang Masjid yang Jarang Dipaha

Tata, secara duratif memilih menjadi aktifis IPNU Sampang, sampai akhirnya memilih PMII sebagai sarana perjuangan, membangun basis dan konstruksi sosial, sosial agama yang moderatif dan adaptif. PMII adalah basis perjuangan anak-anak muda NU, yang secara otomatis, nilai-nilai ke-NU-an meng afirmasi dan menginisiasi perjuangan Tata.

Itulah pilihan ke-islaman Tata, suatu genre, manhaj, yang juga banyak dianut oleh para ulama. Sampai ke Nabi,. Maka, Tata adalah anak muda yang berada pada barisan terbesar umat islam, yang akan masuk syurga secara berbondong bondong.

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا

Yang luar biasa dari Tata, dan itu diketahui setelah wafatnya adalah, pergaulannya yang sangat luas. Semuda dan seusia Tata, bisa-bisanya yang ber takziah begitu banyak, dan dari banyak kalangan.

Beberapa Guru Besar juga datang melayat. Pasti ada pengaruh kedua orang tuanya, tidak bisa dibantah. Tapi jika Tata tidak mengembangkan dirinya sendiri, maka kedudukan itu sulit tercapai. Bahkan dari ponpes Al Qudsiyyah, Kudus tempat Tata pernah mondok, atau Krapyak Jogja, pun datang, walau Tata di sana hanya sebentar. Artinya, Tata bisa merawat jalinan silaturrahim dan komunikasi itu dengan baik.

Pribadi yang rendah hati

Walau mungkin Tata jadi figur yang terkenal di kalangan aktifis dan santri, terhadap keluarga, Tata tampil biasa saja, tidak pernah bercerita tentang dirinya. Malahan dia cenderung seneng malu-malu sambil cengar cengir.

Makanya, ketika banyak anak-anak seusianya menangisi kepergiannya, keluarga baru tahu, bahwa Tata adalah figur yang spesial di mata banyak orang. Pribadi tempat bertukar pikiran, humor, konsultasi, dan lain sebagainya.

Tata pribadi yang mencintai ilmu, termasuk Quran. Salah satu ayat yang dia sukai, dan itu diceritakan kepada penulis, adalah ayat:

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُۥ خَٰشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Dan dua ayat seterusnya.

Ceritanya begini. Pada suatu kesempatan, Tata makmum sama penulis, yang juga Pak Denya ini. Dalam menjadi imam, penulis membaca Ayat tersebut di atas. Setelah sholat, Tata berkata, bahwa dia suka sekali dengan ayat ini. Subhanalloh.

Demikian sekelumit kisah Tata, Nadhif Firsta Ulinnuha. Sebuah catatan yang singkat, karena hidupnya juga singkat. Walaupun hidupnya singkat, tapi Tata telah banyak menebar kebaikan, yang terus akan dikenang oleh keluarga besarnya, dan juga oleh kawan-kawannya.

Selamat jalan Tata, Pulunan Pak De. Kepergianmu yang abadi, membuat Pak De bersedih, karena Pak De merasa begitu terlambat mencintaimu. Sebab kita jarang sekali berjumpa. Tapi doa Pak De mengalir bagai air, semilir bagai angin, untukmu selalu. Bihusnil khotimah. Min ahlil jannah. Berkumpul bersama Nabi dan orang-orang terkasihmu.

Cilacap 18 Desember 2025

Pak de Taufik Imtikhani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button