Ke Cilacap, PCNU Purbalingga Belajar Manajemen LAZISNU

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purbalingga melakukan kunjungan ke Kantor NU Care LAZISNU Cilacap yang beralamat di Jl. Masjid No.9, Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.

Rombongan PCNU Purbalingga terdiri dari jajaran syuriah, tanfidziah, sekretaris, dan pengurus NU Care LAZISNU Purbalingga itu disambut hangat oleh sekretaris PCNU Cilacap  Hazam Bisri didampingi oleh Ketua dan Direktur Pelaksana NU Care LAZISNU Cilacap.

Kunjungan PCNU Purbalingga ke Cilacap adalah untuk belajar seputar pengelolaan LAZISNU Cilacap. Kemudian ramah tamah pun berlangsung dan berlanjut dengan diskusi hangat.

Hazam Bisri mengungkap bahwa LAZISNU menjadi satu bukti bahwa NU benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat. Lebih lanjut LAZISNU juga menjadi bukti bahwa NU tidak hadir dalam sisi spiritual tapi juga sosial ekonomi.

“Dengan adanya LAZISNU, NU hadir tidak hanya di masjid dan mushala. Artinya NU tidak hanya hadir dalam hal spiritual akan tetapi juga sosial ekonomi,” ungkap Gus Hazam sapaannya.

NU Care LAZISNU Cilacap dengan dengan keberhasilannya dalam mengelola regulasi Koin NU telah mengundang banyak PCNU dari kabupaten lain untuk datang dan belajar. Tentu saja hal ini bukan tanpa sebab dan kerja keras banyak pihak.

Di sisi lain LAZISNU mendorong partisipasi masyarakat bahwa NU bukanlah milik segelintir orang. Melainkan milik semuanya.

“Karena prinsip dalam regulasi Koin NU bukanlah tarikan (iuran) melainkan infaq. Maka dengan Koin NU masyarakat berinfaq dengan senang hati. Maka dengan infaq yang terhimpun melalui Koin NU, program-program yang telah disepakati bersama pun dapat terlaksana,” sambung Gus Hazam.

Baca juga Upacara Hari Santri Dipusatkan di Welahan Adipala

Maka di sini menurut beliau penting menguatkan konsolidasi kader NU. Baik pada internal LAZISNU maupun secara eksternal di PCNU pada MWCNU hingga tingkatan ranting.

“Maka sangat penting adanya satu komando yakni jajaran Syuriyah yang dalam hal ini adalah KH Suada Adzkiya selaku Rais Syuriyah PCNU Cilacap,” tegas Gus Hazam.

Potensi LAZISNU Besar

Diskusi berlanjut hangat. Dalam sambutannya Ketua PCNU Purbalingga KH Ahmad Muhdzir mengungkap kepuasannya terhadap paparan PCNU Cilacap terlait LAZISNU.

Ia membenarkan bahwa NU berpotensi besar, namun potensi itu tidak berarti bila tidak dikelola dengan baik dan LAZISNU adalah jawabannya.

Kiai Mudzir juga menangkap kata kunci keberhasilan pada pengelolaan LAZISNU Cilacap yakni kebersamaan dan kesatuan. Beliau sangat terkesan dengan paparan Gus Hazam yang mengungkap bagaimana syuriyah mempunyai suara yang vokal dalam pengambilan kebijakan.

“Kebersamaan dan kesatuan sangat penting agar bisa istiqomah menjalankan program. Maka menjadi kunci kesatuan adalah komando dari syuriah dalam pengambilan keputusan-keputusan. Selanjutnya keputusan akan dilaksanakan dengan action di lapangan,” ujar Kiai Muhdzir.

“Bagaimana keistiqomahan menjalankan program, kata kunci bagaimana komando syuriah ini sangat menentukan tentang bagaimana keputusan-keputusan.¬† Akan tetapi yang terpenting bagi kita adalah action di lapangan,” katanya.

Untuk itu ia berpendapat harus ada keseimbangan antara power kebijakan PCNU dengan action di lembaga untuk melaksanakan kebijakan PC baik Syuriyah maupun Tanfidziyah. Rombongan PCNU Purbalingga merasa puas dengan sharing pengalaman yang mereka dapatkan hari itu. Rencananya, ilmu apa yang mereka dapatkan dari Cilacap akan diaplikasikan di PCNU Purbalingga nantinya. (Naeli Rokhmah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button