Lembaga NU

Ke Cilacap, LAZISNU Mukomuko Bengkulu Studi Banding

NU Care LAZISNU Cilacap menerima kunjungan studi banding dari NU Care LAZISNU Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Jumat (02/07). Sebanyak enam personel pengurus NU Care LAZISNU Mukomuko hadir pada kesempatan tersebut. Mereka terdiri dari Ketua Wahid Nursodik, Wakil Ketua Nasihin, Sekretaris M Riadi, Bendahara Subhan Asy’ari, Divisi Distribusi Fathur Rohman, dan Divisi Publikasi Mustopa.

Kedatangan mereka diterima di kantor PC LAZISNU Cilacap yang berlokasi di Jalan Masjid No. 09 Sidanegara Cilacap Tengah-Cilacap oleh Ketua NU Care LAZISNU Cilacap H Wasbah Samudra Fawaid didampingi oleh Direktur NU Care LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi.

LAZISNU Mukomuko study banding ke Cilacap

Ketua LAZISNU Mukomuko, Wahid Nursodik mengaku bahwa kedatangan mereka ke Cilacap adalah atas rekomendasi dari Ketua Pengurus Pusat (PP) LAZISNU KH M Wahib saat silaturahim ke Kantor PP LAZISNU di Jakarta pada Hari Rabu (30/0) lalu. Dirinya merasa kagum mendengar tentang manajemen yang telah dibangun oleh LAZISNU Cilacap. Dia bersama tim pun bertekad sekembalinya di Mukomuko nanti akan menerapkan ilmu yang telah didapat dari NU Care Cilacap.

“Jika mengikuti seratus persen itu jauh dari kemungkinan, tapi setidaknya dengan hasil ilmu yang diperoleh, LAZISNU Mukomuko akan melakukan rapat kembali untuk membahas poin-poin penting yang sekiranya bisa dijadikan rujukan dan dapat segera diterapkan. Tertib administrasi itu memang penting,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Ketua NU Care Cilacap Wasbah Samudra menyampaikan bahwa manajemen merupakan modal awal dalam sebuah organisasi atau lembaga termasuk LAZISNU.

“Karena sehebat apapun dalam hal penghimpunan, sebanyak apapun yang dihimpun, jika tidak didukung dengan manajemen yang baik, maka akan berantakan atau kepercayaan masyarakat juga akan berkurang,” terang Wasbah.

Lebih lanjut Wasbah mengatakan bahwa hal kedua yang harus ada dalam sebuah lembaga adalah adanya aktifitas kantor. Hal tersebut penting karena bagimana akan mengajak kerjasama dengan pihak lain jika aktifitas di kantor tidak ada. Walaupun hasil himpunan sampai milyaran tapi saat melihat kantor tidak ada kegiatan itu tidak menarik. Untuk itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional.

“Pernah kami Lazisnu Cilacap mengajak kerjasama dengan sebuah instansi/perusahaan, kami ditanya dari pihak yang kami tawari kerjasama, apakah NU Mampu menyusun Laporan?, pertanyaan itu menyakitkan, tapi fakta, dan ini kami jadikan cambuk untuk belajar. Makanya konsolidasi penguatan manajemen internal dan SDM kami utamankan,” jelas Wasbah dengan gaya khas santainya.

Dalam gerakan KOIN NU menurut wasbah terdapat dua program yaitu kelembagaan dan sosial. Untuk kelembagan didasarkana karena Lazisnu basisnya adalah ormas NU, berarti kepentingan lembaga dan NU harus diakomodir. Kemudian sosial berdasakan pada empat pilar program, Pendidikan, Kesehatan, Pengembangan ekonomi dan kebencanaan.

“Sosial penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap NU. Jangan sampai masyarakat tidak mendapatkan manfaat dari KOIN NU. Kemudian terkait dengan kelembagaan, LAZISNU juga membantu terhadap kegiatan-kegiatan Lembaga dan Banom NU, tapi harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP),” paparnya.

Terkait SOP menurutnya berlaku secara mutlak, tidak hanya jika bekerjasama dengan pihak di luar NU, namun bagi Lembaga/banom NU juga harus dipatuhi.

“Jika lembaga atau banom NU butuh dana ya tetap harus ada surat permohonan, proposal dengan mencantumkan kebutuhan dana sasaran program dan capaian output yang akan dihasilkan. Selain itu setelah kegiatan selesai harus menyampaikan laporan, jika tidak akan kami tolak. Inilah bentuk NU menuju tertib administrasi,” tegas Wasbah.

Selain pemaparan secara materi, rombongan lazisnu Mukomuko diajak keliling melihat kegiatan di kantor Lazisnu Kabupaten Cilacap yang dipandu oleh Sekretaris Lazisnu sekaligus Direktur Program, Ahmad Fauzi.

Ahmad Fauzi menjelaskan beberapa hal terkait alur program mulai dari pengajuan, verifikasi kelengkapan berkas pengajuan, disposisi, pentasayarufan sampai pada pelaporan.

“Setiap pos mulai penerimaan pengajuan, atau penerimaan KOIN sampai penyusunan laporan sudah ada bagian penaggungjawab masing-masing. Untuk mempermudah itu semua kami bangun sebuah aplikasi yang mana semua file atau pengajuan dan proses itu akan tersambung dengan bagian yang bersangkutan,” Jelas Fauzi.

Lebih lanjut, terkait untuk menjaga kepercayaan terhadap masyarakat dan mempermudah proses pencatatan sampai pelaporan. Untuk hal ini, NU Care LAZISNU Cilacap telah membangun sebuah aplikasi yang nantinya semua kegiatan terkait pengumpulan koin dan lainya dapat diakses melalui aplikasi.

“Untuk notifikasi laporan zakat, infak, sedekah sekarang menggunakan NUCOS, jadi berapapun Zakat Infaq dan Sodaqoh (ZIS) yang masuk akan terlaporkan melalui sms kepada nomor yang bersangkutan,”pungkasnya

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

9 − 5 =

Pilih Artiikel Menarik Lainnya
Close
Back to top button