Innalillahi, Ibu Nyai Hj Suswati Istri Ketua Lesbumi PBNU Wafat

NU CILACAP ONLINE – Innalillahi, Ibu Nyai Hj Suswati (52) Istri Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau Lesbumi PBNU KH Muhammad Jadul Maula dikabarkan wafat, di Makkah saat menunaikan haji. Ahad, (16/06/2024)

Innaa lillaahi wa innaa illaihi rojiun..

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Salah satu sahabat terbaik kami, Mba Suswati sholeh wafat bi husnil khatimah baru saja usai jamarat di Mina – Makkah.

Saya bersaksi, selama berteman di Tambakberas Jombang sampai dengan keberangkatan beliau tugas ke tanah suci, beliau orang baik, dan pasti di tempatkan bersama orang-orang yang baik, kekasih kekasih Allah SWT, dan Rasulullah SAW di surga. Laha Al-Fatihah.. 

Kabar duka diterus sampaikan oleh Budayawan Chandra Malik  diterima pada pukul 17:44 WIB melalui WAG Lesbumi Sejagat.

“Hidup sebagai pedagang seperti ibu Khadijah, meninggalkan suami pun lebih dulu seperti ibu Khadijah yang meninggalkan suaminya Muhammad SAW. Dan di makamkan di tanah ibu Khadijah. Sugeng tindak, mbak Sus.. suwargi maqom panjenengan.”

Menurut informasi yang diterima dari santri ndalem pesantren Kaliopak Gus Zahid Salim dan hingga kabar duka ini diunggah bahwa Almarhumah Ibu Nyai Hj Suswati (52) akan di makamkan di makbaroh sekitar Makkah Al Mukaramah.

Baca juga: Jadul Maula Dan Wasiat KH Agus Sunyoto (Lesbumi PBNU)

Sosok dan Figur

Ibu Nyai Hj Suswati menikah dengan KH Muhammad Jadul Maula, yang juga alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan pernah menjadi Ketua Komisariat PMII IAIN Sunan Kalijaga.

Selama berkeluarga pasangan suami istri ini membangun pesantren budaya yang dikenal dengan Pesantren Kaliopak Piyungan, Bantul, Yogyakarta di dekat Situs Payak.

Almarhumah Ibu Nyai Hj Suswati dan  KH Muhammad Jadul Maula dikaruniai 6 anak: Sinbad Aunal Khallaq (alm), Ajisaka Nadyani Ahibba, Sima Nisbatin Niswa, Muhammad Karimullah Pandu Manahij, Hubayba Mayang Mahamida, dan Taskinia Ilya Bulawambona.

Semoga kuburnya dilapangkan, ibadahnya diterima, dosa-dosanya terampuni, dan kebaikannya diteladani. Allah memanggilnya lebih dulu, karena Allah menyayanginya. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button