Workshop Jurnalistik Filantropi Bersama Andi F Noya

Urgensi Peran Jurnalis Dalam Gerakan Filantropi

NU CILACAP ONLINE – Kegiatan workshop jurnalistik filantropi yang digelar bersama jurnalis senior Andi F Noya menjadi ruang refleksi sekaligus inspirasi bagi para peserta. Acara ini dimoderatori H Wasbah Samudra, yang menyoroti pentingnya kekuatan media dalam membangun kesadaran publik terhadap potensi besar yang selama ini tersembunyi.

Dalam prolognya, Haji Wasbah menyampaikan keprihatinan atas minimnya pemberitaan terhadap lembaga-lembaga pendidikan di daerah, khususnya madrasah. Ia mencontohkan kondisi di Cilacap, di mana lebih dari 25 ribu siswa MI (Madrasah Ibtidaiyah) menempuh pendidikan, namun nyaris tak terdengar gaungnya di media.

“Kita besar, tapi kurang diberitakan,” ujarnya. “Gurunya menerima honor minim, siswanya banyak yang tidak mampu bayar iuran. Tapi mereka tetap bertahan dengan semangat dari tradisi.”

Ia juga menyoroti ironi yang terjadi di lapangan, lembaga yang punya jaringan kelembagaan justru kesulitan membangun jejaring sosial yang hidup di tengah masyarakat. Sebaliknya, banyak kelompok kecil tanpa institusi formal justru bisa menjangkau masyarakat lebih luas. Di sinilah, menurutnya, pentingnya publikasi agar kebaikan tidak berhenti di ruang-ruang sempit.

“Kita berharap fundraising tidak hanya mengandalkan proposal, tapi juga dari tulisan-tulisan yang menyentuh. Kami ingin NU lebih hadir di tengah masyarakat melalui media.” Baca PCNU Cilacap Tuan Rumah Workshop Jurnalistik Filantropi

Dari Keterbatasan, Menjadi Penggerak Harapan

Mengisi sesi utama, Andi F Noya jurnalis senior sekaligus pendiri acara Kick Andy membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan. Ia memulai ceritanya dari masa remaja, saat bersekolah di STM jurusan mesin di Lenteng Agung, Depok. Meski belajar teknik, ia merasa tidak menemukan jiwanya di sana.

“Saya bukan orang angka. Saya suka menulis. Tapi saat itu, jadi wartawan terasa seperti mimpi mahal,” ujarnya.

Dengan latar belakang keluarga sederhana dan keterbatasan ekonomi, Andi sempat kehilangan harapan. Namun ia tidak menyerah. Ia menjual kartu ucapan lebaran, ulang tahun, dan Natal untuk membiayai kuliah di jurusan sastra. Sayangnya, keterbatasan dana membuatnya harus berhenti di semester tiga. Baca juga Ketua PBNU KH Savic Ali Resmi Membuka Workshop Jurnalistik

Perjalanan hidup membawanya ke dunia jurnalisme secara perlahan. Setelah jatuh bangun, ia akhirnya bisa berdiri sejajar dengan tokoh-tokoh penting negeri ini. Ia pernah menjabat posisi penting di media besar seperti RCTI dan Metro TV. Namanya melambung lewat acara Kick Andy, program yang mengangkat kisah-kisah inspiratif dari masyarakat kecil. Baca juga Jurnalis NU Cilacap Online Tatap Muka Perkuat Kapasitas

Salah satu kisah yang membekas dalam hidupnya adalah tentang Buyung, anak buta asal Bukittinggi yang hidup dalam kemiskinan dan kehilangan ayah saat mencoba menyelamatkannya. Buyung dan ibunya tidak meminta-minta, melainkan berjualan sapu lidi.

“Kami angkat kisah itu di Kick Andy. Dan masyarakat bergerak. Terkumpul donasi Rp 200 juta. Mereka dibangunkan rumah, diberi tabungan dan kebutuhan dasar. Di situlah saya sadar, jurnalisme bisa mengubah hidup.”

Membangun Kesadaran, Menggerakkan Kepedulian

Lewat kisah-kisah nyata itulah Andi F menegaskan bahwa jurnalisme bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi alat perubahan sosial.

“Jurnalisme bukan hanya tentang berita. Tapi tentang harapan. Tentang kemanusiaan. Tentang memberi cahaya di tengah gelap,” tegasnya.

Workshop ini menjadi momentum penting bagi peserta khususnya dari kalangan pesantren, madrasah, dan pegiat sosial NU untuk menyadari bahwa media adalah alat strategis dalam memperluas dampak kerja-kerja filantropi. Tulisan yang baik dan menyentuh bisa membuka hati masyarakat untuk ikut terlibat, bahkan tanpa harus diminta.

“Saya dulu hanya berdoa ingin jadi wartawan. Semesta mendengar. Maka saya percaya, kalau kita menulis dengan niat baik, kebaikan itu akan menemukan jalannya,” tutup Andi. (Naeli Rohmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button