Ketua PBNU KH Savic Ali Resmi Membuka Workshop Jurnalistik Filantropi

NU Cilacap Online – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Savic Ali secara resmi membuka acara workshop jurnalistik filantropi pada Jumat (23/5/2025). Bertempat di Gedung Bayt El-Tahfidz Wat Turots (BTT) “Yasmine Ponpes Miftahul Huda Kroya Cilacap.
Workshop jurnalistik filantropi dengan mengangkat tema “ Menulis kebaikan menyuarakan kepedulian”. Acara ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut dari hari Jumat – Ahad 23 Mei sampai 25 Mei 2025.
KH Savic Ali mengatakan sudah lama NU Online menulis tentang keberhasilan koin NU Cilacap. Pasalnya saya dan teman-teman ingin mendengar langsung bagaimana Koin NU Cilacap bisa berhasil, ini sebenarnya belum terlalu lama.
“NU Cilacap ini bisa menjadi role model untuk percontohan PCNU yang lain” ucap KH Savic Ali.
Ia menceritakan kisahnya pada waktu masih menjabat Pemimpin redaksi (Pemred) NU Online. Dulu banyak permintaan dari pengurus NU untuk mengangkat. Ataupun menceritakan kegiatan NU selain rutinitas seperti pengajian, Istighasah peringatan maulid nabi dan lainnya.
Keberhasilan Koin NU Cilacap
Karena sebagian pengurus NU belum tahu sebenarnya berorganisasi harus mau ngapain saja selain merawat tradisi. Banyak pengurus NU yang minta untuk hal hal bagus yang dikerjakan menjadi program oleh PCNU. Untuk ditulis biar menginspirasi biar menjadi contoh PCNU se-Indonesia.
“NU Cilacap adalah salah satunya yang paling berhasil. Gerakan filantropi diinisiasi bersama masyarakat berhasil mengumpulkan koin NU selama 5 tahun kurang lebih sebanyak 51 Milyar” jelasnya.
Perkiraan dari PBNU penggerak program koin Lazisnu Cilacap yang terjun langsung adalah dari kader muda NU IPPNU IPPNU, Ansor.
Ternyata sebagian besar Petugas Lapangan Penjemput Koin (PLPK) adalah ibu ibu. Inilah contoh yang penting dan kongkrit menjadi suatu Pelajaran buat kita.
Saya bangga dan senang bisa ketemu dengan generasi terakhir kontributor calon jurnalis NU Online yang masih muda.

Sejarah Singkat NU Online
Dalam kesempatan tersebut H Savic mengupas Sejarah berdirinya NU Online salah satunya orang yang berjasa pendirinya adalah Abdul Mun’im DZ.
Awal mula untuk menghidupkan LTNNU mempunyai ruangan hanya 3X3 meter. NU Online sebagai platform digital NU sendiri berdiri untuk memperluas jangkauan dakwah dan informasi NU melalui media digital. Hingga berkembang sampai saat ini. Menurutnya aplikasi NU Online adalah aplikasi keislaman terbaik di Indonesia.
Generasi awal redaktur NU Online adalah Achmad Mukafi Niam sekarang menjabat sebagai wakil Pimpinan umum. Saya merasa bangga dulu bersama tim menanam benih kecil personal redakturnya masih sedikit. Alhamdulillah sekarang benihnya NU Online pengunjungnya semakin banyak dan kontributornya ada dimana-mana.
Sedangkan untuk generasi NU Online yang sekarang dipegang oleh H Hamzah Sahal pemrednya Ivan Aulia Ahsan.
“Kesemangatan kesolidan kita tidak hanya menghidupkan media atau mewartakan NU. Tetapi harapan kita ingin membantu, mendorong lahirnya para kiai kiai muda, para intelektual muda, para jurnalis-jurnalis muda”pungkasnya.
Perlu diingat kita menjadi bagian saksi sejarah apa yang terjadi di dalam tubuh NU. Sebagai Jurnalis NU ngantor tiap hari meliput kegiatan NU, menulis rapat NU dan sebagainya.
Menjadi saksi yang paling lengkap yakni dinamika yang terjadi di tubuh NU mulai dari PBNU, PWNU dan PCNU.
Dari sinilah menjadi pelajaran yang sangat berharga tidak hanya sebagai jurnalis juga dalam kontek kita berorganisasi menggerakan NU.
Kita berkumpul mengikuti Workshop Jurnalis adalah salah satu Khidmah untuk NU ujungnya khidmah untuk agama dan khidmah untuk masyarakat. (Rhmn)





