Perjalanan Dedikasi, Perjuangan, dan Integritas. Mengenal Lebih Dekat KH Aziz Muslim

NU Cilacap Online – Kisah lika liku perjalanan karier dari Penghulu hingga mencapai posisi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) kabupaten adalah kisah lakulampah tentang dedikasi, perjuangan, dan integritas. Kali ini NUCOM mengetengahkan sosok inspiratif untuk Mengenal Lebih Dekat KH Aziz Muslim.
Riwayat Kelahiran dan Pendidikan
KH Aziz Muslim, S. Ag, M. Pd.I adalah merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Cilacap dan juga Wakil Katib Syuriyah PCNU Cilacap masa khidmat 2024-2029.
Seorang ulama tentunya lahir dan besar dari tanah subur yang diasuh oleh kalangan orang-orang saleh berilmu, alim alamah. Beliau KH Aziz Muslim (55 tahun), lahir di Cilacap, Selasa, 12 Januari 1971 atau bertepatan dengan 14 Dzulqaidah 1390 H adalah merupakan Anak ke 3 dari 3 bersaudara. Dia seorang putra dari pasangan seorang mantan pegawai KUA bernama Kiai Mohamad Sya’roni dan ibu bernama Nyai Chasanah, seorang ibu rumah tangga, yang shalihah.
Beliau mulai mengenyam pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah (MII) DARWATA Sikampuh Kroya Lalu melanjutkan ke SMP YaBakii Kesugihan 1(1988-1990), lalu lanjut ke jenjang MAN Cilacap.
Pada level kesarjanaan agamanya dia peroleh dari bangku perkuliahan pada Fakuktas Dakwah IAIN Walisongo Semarang melalui jalur PMDK (1990-1995), kemudian pada jenjang Magister Pendidikan Islam S2 dia peroleh dari UNU Surakarta, 2008.
Dedikasi dan Pengalaman Organisasi
Pengalaman berorganisasi dia mulai geluti sejak dari remaja bahkan pada posisi pimpinan yakni Ketua IPNU PAC Kroya, lalu kemudian Wakil Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cilacap, seiring waktu dia pun dipercaya mengetuai LKKNU PCNU Cilacap, dan kini menjabat sebagai Wakil Katib Syuriyah PCNU Cilacap masa khidmat 2024 hingga 2029.
Sewaktu muda KH Aziz Muslim (55) saat menjadi mahasiswa pun aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus.
Adapun organisasi intra kampus yang pernah diikutinya antara lain Ketua senat mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang (tahun 1992), Ketua Teater Wadas Fakultas Dakwah, REDAKTUR Majalah MISSI Fak. Dakwah, Redaktur Surat Kabar Mahasiswa “Amanat’ IAIN Walisongo Semarang (tahun 1993) Bahkan saat remaja dia pernah menjabat sebagai Ketua Osis MAN 1 Cilacap (tahun 1988)

Pengalaman Kerja dan Perjuangan
Berbekal pengalaman dan ilmu dalam berorganisasi tersebut rupanya dia melangkahkan nasibnya dan mulai berkarier jadi pegawai KUA Cilacap Selatan, lalu menjadi Kepala KUA Termuda di Cilacap Utara, kepala KUA Kesugihan, Ka. KUA Kroya, kemudian Kasi Bimas Islam dan Kasubag TU, hingga menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten.
Dalam karier pekerjaannya dia mengaku berangkat dari seorang penghulu yakni sebagai calon pegawai pencatat nikah (CPPN) atau Calon Kepala Kantor Urusan Agama (KUA).
Dia menceritakan terkait pengalaman kerjanya sebagai Penghulu atau pegawai Pencatat Nikah (PPN) dimulai dari tugas pertamanya di Cilacap Selatan, lalu jadi wakil PPN di Cilacap Utara sekaligus promosi pertamanya jadi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA).
Selanjutnya dirinya dipindahtugaskan sebagai Kepala KUA Kesugihan selama 5 tahun, lalu Kepala KUA Kroya selama 5 Tahun. Dengan demikian pengalaman kerja sebagai penghulu sekaligus kepala KUA selama 15 tahun.
Dari proses pengalaman kerja yang panjang Sebagai ASN tersebut telah menempa pengalaman, pengetahuan dan tentunya memahami betul akan tugas, tanggung jawab sebagai seorang penghulu dan tugas tambahan menjadi seorang Kepala KUA.
Hal ini menurutnya tidaklah mudah, namun demikian konsekwensi pekerjaan, dan seiring dinamika waktu dan perkembangan zaman, diapun berpesan kepada para penghulu agar selalu meng-upgrade skill dan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang Hukum Islam dan Hukum Perundang-undangan agar sesuai dan relevan.
Diapun mengingatkan bahwasanya seorang penghulu dalam bekerja sebagai ASN agar selalu menjaga integritas dengan mengemban tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat melayani masyarakat dengan baik dan optimal.
Apalagi bekerja di KUA merupakan garda terdepan, sekaligus etalase Kementetian Agama.
Profesi penghulu yang ditekuninya Insya Alloh merupakan investasi amal kebaikan dunia dan akhirat. Dan profesi ini tidak dimiliki oleh ASN jabatan fungsional lain.
Adapun catatan penting dari profesi Penghulu adalah Pejuang halal yang dalam bekerja tak pernah mengenal waktu dan kondisi.
Penghulu selalu dituntut siap siaga, tidak mengenal hari libur dalam melayani panggilan umat, bukan sekadar pada hari kerja, namun juga saat hari libur juga.
Bukan sekadar saat langit cerah, namun juga saat cuaca tidak sedang ramah.
Itulah konsekuensi tugas Penghulu yang waktu bekerjanya ditentukan dari permintaan masyarakat yang dilayaninya, bukan sekadar diatur oleh aturan jam kerja ASN pada umumnya.
Adapun maksud berbagi pengalaman ini dengan harapan, para penghulu di Kabupaten Cilacap agar dapat menjaga amanah ini dengan baik dan bijaksana.

Kerier dan Penghargaan
Diceritakan bahwa dalam memulai kariernya bermula dari diterimanya sebagai Calon Pegawai Pencatat Nikah (CPPN) yang nantinya juga sebagai calon kepala KUA menjadi titik pijakan awal pengalaman tugas kerjanya bertempat di KUA Cilacap Selatan, lalu jadi wakil PPN yakni Penghulu di Cilacap Utara sekaligus promosi untuk Kepala KUA Cilacap Utara, lalu dipindah tugaskan menjadi kepala KUA di Kesugihan selama 5 tahun dan Kepala KUA Kroya 5 tahun.
Sebagaimana diketahui pada tahun 2018 KH Aziz Muslim S.Ag, M.PdI masih bertugas sebagai Kasi Bimas Kantor Kemenag Cilacap.
Kemudian Kasi Bimas Islam selama 1.5 tahun, selanjutnya selama rentan waktu 1.5 tahun kariernya terus meningkat dengan diberi amanah baru sebagai Kasubbag TU Kantor Kemenag Cilacap, lalu promosi kepala Kemenag Banyumas selama 13 bulan, meneruskan perjuangan Drs H Akhsin Aedi Fanani, M.Ag yang telah purna tugas.
Lalu kemudian pada Selasa (02/5/2023) dia dipindah tugas sebagai Kepala Kantor Kemenag Purworejo sementara Kepala Kantor Kemenag Banyumas digantikan oleh H Ibnu Asaddudin, SAg MPd,
Menjabat Kepala Kankemenag Purworejo terhitung selama 17 bulan hingga sejak itu, bulan Oktober 2024 lalu dirinya ditugaskan menjadi kepala Kankemenag Cilacap hingga kini.
Adapun pengahargaan yang pernah diraihnya ialah Juara 1 Penyuluhan KB Tingkat Provinsi Jateng pada tahun 2000, dan atas dedikasi pada negara dan bangsa menerima penghargaan Satya lencana karya satya dari Presiden Jokowi.
Saat ini jabatan atau pangkat H. Aziz Muslim telah memenuhi golongan/ruang: Pembina Tk I, IV/b dan telah melalui masa Kerja lebih dari 28 Tahun.
Keluarga dan Motivasi
Isteri KH Aziz Muslim, S. Ag, M. Pd.I bernama Tri Widayati, AMK, adalah seorang Paramedis bekerja di Puskesmas Kroya 1. Dikaruniai 2 orang anak bernama Muhammad Fikri ibnu Aziz, S. Kom dan Nadia Nisrina Razan, SKM
Saat ini Tinggal dan berdomisili di Jalan Tongkol Rt.25 Rw.03 Sikampuh, Kroya, Cilacap.
Adapun motto dalam amanah menjadi Pengurus NU adalah panggilan jiwa, sekaligus bilbarkah pada para kiai dan muassis Nahdatul Ulama. Mudah-mudahan diakui santrinya Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari.
“Dengan harapan, keluarga dan keturunan, anak hingga cucu, nantinya jadi orang-orang yang shalih dan shalihah”. Pungkasnya. (IHA)





