Wayang dan Simbol Kehidupan Part 1

NU CILACAP ONLINE – Di dalam wayang digambarkan sebuah struktur sosial, seperti Brahmana, pendita, ksatria, rakyat biasa, sampai ponakawan. Masing-masing struktur sosial itu juga mengandung lambang kehidupan. Inilah sebuah ulasan bertajuk Wayang dan Simbol Kehidupan.

Wayang adalah bagian dari seni tradisi yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat jawa. Di India pun ada cerita tentang wayang. Sebagian versi itu sama dengan versi Jawa, sebagian berbeda. Keberadaan wayang pun menunjukan ada pengaruh India melalui agama Hindhu. Tetapi sebagian versi diubah oleh Bangsa Indonesia, untuk disesuaikan dengan budaya asli Indonesia.

Di awal saya sebutkan bahwa wayang adalah simbol kehidupan. Para dalang pada awal pentas, biasanya bercerita tentang babad babad wayang, dari kehidupan awal sampai kehidupan Mahabhatata. Termasuk menyampaikan, bahwa wayang adalah manusia yang digambar miring, beserta seluruh atribusi dan watak-wataknya masing-masing. Ada tokoh yang bijaksana, pemarah, pemalu, serakah, dengki, curang, penghasut, pengadu domba, dan sebagainya.

Di dalam wayang juga digambarkan sebuah struktur sosial, seperti Brahmana, pendita, ksatria, rakyat biasa, sampai ponakawan. Masing-masing struktur sosial itu juga mengandung lambang kehidupan.

Setiap tokoh juga mengandung lambang yang mencerminkan seluruh entitas watak dan sifat, bahkan gradasi spiritual sang tokoh.

Bima atau werkudara misalnya. Adalah satu-satunya tokoh yang bisa iltiqo, al ittihad, bertemu dan melebur bersama Sang Hyang Wenang dan memperoleh tirta amerta. Ini diceritakan dalam lakon, Dewa Rujti. Werkudara adalah simbol manunggaling kawula-gusti. Baca juga Memahami Falsafah Pamomong Dalam Wayang

Dalang; Ngudhal Piwulang

Ki Dalang berkata, bahwa wayang adalah Manungso Ginambar Miring. Tidak hanya watak dan sifatnya saja yang digambarkan dari manusia oleh wayang, tapi juga lakon dan drama kehidupan itu sendiri.

Dalang, ngudhal piwulang. Dalang itu sendiri bercerita tentang sebuah pelajaran yang dapat diadopsi, ditiru dan dipelajari oleh manusia dari wayang. Baca juga Pititur Dhuwur Para Leluhur dan Refleksi Nyata Hidup Zaman Ini

Watak sifat dan lakon yang buruk, jelek, jangan ditiru jangan diamalkan. Watak sifat dan lakon yang baik, ambil, untuk diterapkan dalam diri sendiri dan masyarakat. Sebagaimana makna Petruk, yang berasal dari kata, fatruk yang berarti, maka lakukanlah kebaikan ( khoiron), yang kemudian diucapkan sebagai, Gareng, garing, kering dari sifat dan watak dan tujuan yang buruk. Orang yang berlaku baik, sebab di dasarkan oleh suatu aqidah, aqd, yang istiqomah, jejeg, seperti ayat:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu. (QS, Fushilat:30 ).

Aqidah yang istiqomah, tegak, jejeg, itu harus di-ismar, Semar (paku) agar tidak bergeser ke kanan, ke kiri, atau bahkan lepas, tercabut dari akar keimanan itu sendiri.

Pandhawa Dadu

Dalam lakon, Pandhawa dadu, misalnya, juga bisa ditarik suatu pelajaran, bahwa dalam hal-hal bekerja sama di kemaksiyatan, tetap saja ada yang curang, dan yang namanya berjudi, tidak akan membuat orang menjadi sukses, bahkan bisa kehilangan banyak hal.

Dalam lakon Pandawa dadu itu, Kurawa, dengan otaknya, Sengkuni, berlaku curang, sehingga Para Pandawa terjebak untuk mempertaruhkan negaranya. Karena kalah maka para Pandawa itu terusir dari negara Hastinspura, dalam lakon Pandawa Tundung. Kemudian Pandawa hidup di hutan, sangat sengsara. Ini pun contoh dari lambang kehidupan.

Demikian sekelumit pelajaran yang bisa kita petik dari cerita pewayangan

Penulis: Toufik Imtikhani (Pengamat sosial yang mengaku warga NU pinggiran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button