Sapa Warga Slarang, KKN Unugha Ikuti Yasinan Jumat Kliwon

NU CILACAP ONLINE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dari Rumah (DR) Kelompok 7 Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) Cilacap menunjukkan komitmennya untuk membaur dengan kearifan lokal. Mereka turut serta dalam kegiatan rutin Yasinan Jumat Kliwon yang digelar di Mushola Al Mu’min, RT 05 RW 12, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jumat (17/06/2026).

Kegiatan spiritual yang telah lama mengakar di masyarakat setempat ini berlangsung khidmat. Lebih dari 20 jamaah ibu-ibu hadir memenuhi mushola, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan khas warga Nahdliyin.

Mengaji Kitab Al-Fath ar-Rabbani

Rangkaian yasinan kali ini terasa semoakin istimewa dengan adanya siraman rohani yang disampaikan oleh Ustad Wildan. Dalam tausiyahnya, ia mengupas tuntas ajaran waliyullah Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang bersumber dari kitab masterpiecenya, Al-Fath ar-Rabbani.

Ustad Wildan memaparkan materi mendalam mengenai empat golongan manusia berdasarkan kondisi lisan dan hatinya:

1. Lisan dan Hati Mati: Golongan manusia yang gemar bermaksiat, lalai dari mengingat Allah, dan dungu spiritual.

2. Lisan Hidup, Hati Mati: Orang yang pandai berbicara hikmah dan retorika agama, namun perilakunya tidak mencerminkan apa yang diucapkan.

3. Lisan Kelu, Hati Hidup: Sosok mukmin sejati yang selalu menjaga lisannya dari hal sia-sia, rendah hati, dan hatinya senantiasa dipenuhi cahaya (nur) dari Allah SWT.

4. Lisan dan Hati Hidup: Golongan tertinggi, yaitu orang berilmu yang mengajar sekaligus mengamalkan ilmunya semata-mata demi mengharap ridha Allah SWT.

“Ceramah ini menjadi cermin bagi kita semua untuk merenungi di mana posisi diri kita saat ini. Ini adalah pengingat penting agar kita selalu menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ustad Wildan di hadapan jamaah. Baca juga PR dan PAR Fatayat NU Slarang Dilantik; Pondasi Perjuangan. 

Pilar Kerukunan Warga

Bagi masyarakat RT 05 RW 12 Desa Slarang, Yasinan Jumat Kliwon bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan media perekat sosial. Hal ini ditegaskan oleh salah satu jamaah Mushola Al Mu’min, Rusiyah. Baca juga Unugha Bershalawat; Penutupan KKN Mamusda

“Kegiatan ini sudah berjalan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan spiritual warga di sini. Tidak hanya sebagai sarana ibadah bersama, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar-ibu-ibu,” ungkap  Rusiyah. Baca Juga Babak baru KKN Unugha Dibagi Tiga Kategori 

Rusiyah juga menyambut baik kehadiran para mahasiswa kampus hijau UNUGHA Cilacap. Dirinya menaruh harapan besar agar para mahasiswa bisa memberikan kontribusi terbaik mereka selama masa pengabdian.

“Semoga adek-adek mahasiswa bisa betah dan meninggalkan kenangan serta kemanfaatan yang indah bagi warga Desa Slarang,” imbuhnya.

Komitmen Mengabdi dan Membaur

Kehadiran mahasiswa KKN DR Kelompok 7 UNUGHA ini menjadi bukti nyata komitmen akademisi muda NU untuk belajar langsung dari kearifan lokal (local wisdom) masyarakat.

Di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Heny Kristiana Rahmawati, M.Pd.I., para mahasiswa berkomitmen untuk terus menjalin kedekatan dengan warga melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan sepanjang masa KKN.

Harapannya, kebersamaan yang diawali dari majelis yasinan ini dapat menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi-kolaborasi produktif yang membawa berkah dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan.

Kontributor: Nanda (Makasiswa KKN DR Kel 7 Unugha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button