Trending

Mujahadah Asmaul Husna, Dzikir, Doa dan Keutamaan

NU CILACAP ONLINE – Mujahadah Asmaul Husna telah menjadi amaliyah dengan keutamaan dan bagian dari dzikir juga doa umat Islam dengan syiir dan nadhom yang masyhur di kalangan Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Dzikir dengan nadhom Asmaul Husna merupakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki keutamaan – keutamaan. Terutama bagi yang mengamalkan dan melaksanakannya secara istiqomah.

Walillahil Asmaul Husna

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al Araf ayat 180 yang menjadi dasar pengamalan dan dzikir Asmaul Husna, termasuk dalam kegiatan mujahadah:

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ ١٨٠

Artinya: “Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaul husna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf ayat 180).

Ayat di aats menjadi dasar, landasan, alasan dan pedoman pelaksanaan dzikir dan Mujahadah Asmaul Husna dengan berbagai keutaamaan di dalamnya.  Asmaul Husna sendiri memiliki arti “Nama-Nama Yang Terbaik”, yaitu nama-nama yang tersandarkan pada Ismullah (nama-nama dzat) Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kalimat Walillahil Asmaul Husna sendiri merupakan penggalan ayat di atas dari bunyi ayat lengkap dalam tulisan latin sebagai berikut: Wa lillāhil-asmā`ul-ḥusnā fad’ụhu bihā wa dżarulladżīna yul-ḥidụna fī asmā`ih, sayujzauna mā kānụ ya’malụn.

Dalil Asmaul Husna dinyatakan dalam hadits, yaitu “Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya maka dia masuk surga.” (HR. Bukhorii, no. 2736, Muslim, no.2677 dan Ahmad, no.7493).

Salah satu upaya dan contoh dalam menjaga Asmaul Husna sebagaimana dinyatakan dalam hadits di atas adalah dengan cara doa, dzikir, wirid, puji-pujian dan penyebutan lain dalam kondisi tertentu. Hadits di atas secara implisit mengisyaratkan Keutamaan Mujahadah Asmaul Husna.

Dzikir Asmaul Husna

Dzikir dalam Mujahadah Asmaul Husna sendiri jelas merupakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pada kalimat “Maka, bermohonlah (dalam doa) kepada-Nya dengan menyebut –dalam dzikir– (Asmaulhusna) itu”.

Dzikir yang memiliki arti “menyebut” atau “mengingat” (biasanya dengan cara berulang-ulang) adalah cara yang lazim dalam pelaksanaan Mujahadah Asmaul Husna. Baca juga Keutamaan Amaliyah Dzikir

Di lingkungan warga NU, khususnya di Jawa Tengah, pelaksanaan mujahadah bahkan sudah terlembagakan dalam sebuah organisasi. Seperti Majelis Khidmat Asmaul Husna (MKAH). Biasanya, pelaksanaan mujahadah bersamaan dengan kegiatan oleh warga NU, organisasi NU atau Badan Otonom NU. Juga oleh komunitas muslim lain seperti Majelis Taklim.

Dzikir atau doa Asmaul Husna disarankan untuk dibaca oleh tiap muslim saat hendak berdoa pada Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut;

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ

Artinya: “Saya meminta kepada-Mu dengan perantara semua nama-Mu, yang Engkau gunakan untuk menamakan diri-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di antara makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam sebagai rahasia di sisi-Mu.” (HR Ahmad).

99 Asmaul Husna

Berikut ini 99 Asmaul Husna (dalam tulisan Latin) yang dibaca dalam dziiir dan doa Mujahadah Asmaul Husna;

1. Ar Rahman: Yang Maha Pengasih
2. Ar Rahiim: Yang Maha Penyayang
3. Al Malik: Yang Maha Merajai
4. Al Quddus: Yang Maha Suci
5. As Salaam: Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6. Al Mu’min: Yang Maha Memberi Keamanan
7. Al Muhaimin: Yang Maha Mengatur
8. Al ‘Aziiz: Yang Maha Perkasa
9. Al Jabbar: Yang Memiliki Kegagahan
10. Al Mutakabbir: Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran
11. Al Khalik: Yang Maha Pencipta
12. Al Baari’: Yang Maha Melepaskan
13. Al Mushawwir: Yang Maha Membentuk Rupa
14. Al Ghaffaar: Yang Maha Pengampun
15. Al Qahhaar: Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu
16. Al Wahhaab: Yang Maha Pemberi Karunia
17. Ar Razzaaq: Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al Fattaah: Yang Maha Pembuka Rahmat
19. Al ‘Aliim: Yang Maha Mengetahui
20. Al Qaabidh: Yang Maha Menyempitkan
21. Al Baasith: Yang Maha Melapangkan
22. Al Khaafidh: Yang Maha Merendahkan
23. Ar Raafi’: Yang Maha Meninggikan
24. Al Mu’izz: Yang Maha Memuliakan
25. Al Mudzil: Yang Maha Menghinakan
26. Al Samii’: Yang Maha Mendengar
27. Al Bashiir: Yang Maha Melihat
28. Al Hakam: Yang Maha Menetapkan
29. Al ‘Adl: Yang Maha Adil
30. Al Lathiif: Yang Maha Lembut
31. Al Khabiir: Yang Maha Mengenal
32. Al Haliim: Yang Maha Penyantun
33. Al ‘Azhiim: Yang Maha Agung
34. Al Ghafuur: Yang Maha Memberi Pengampunan
35. As Syakuur: Yang Maha Pembalas Budi
36. Al ‘Aliy: Yang Maha Tinggi
37. Al Kabiir: Yang Maha Besar
38. Al Hafizh: Yang Maha Memelihara
39. Al Muqiit: Yang Maha Pemberi Kecukupan
40. Al Hasiib: Yang Maha Membuat Perhitungan
41. Al Jaliil: Yang Maha Luhur
42. Al Kariim: Yang Maha Pemurah
43. Ar Raqiib: Yang Maha Mengawasi
44.Al Mujiib: Yang Maha Mengabulkan
45. Al Waasi’: Yang Maha Luas
46. Al Hakim: Yang Maha Bijaksana
47. Al Waduud: Yang Maha Mengasihi
48. Al Majiid: Yang Maha Mulia
49. Al Baa’its: Yang Maha Membangkitkan
50. As Syahiid: Yang Maha Menyaksikan
51. Al Haqq: Yang Maha Benar
52. Al Wakiil: Yang Maha Memelihara
53. Al Qawiyyu: Yang Maha Kuat
54. Al Matiin: Yang Maha Kukuh
55. Al Waliyy: Yang Maha Melindungi
56. Al Hamiid: Yang Maha Terpuji
57. Al Muhshii: Yang Maha Mengalkulasi
58. Al Mubdi’: Yang Maha Memulai
59. Al Mu’iid: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60. Al Muhyii: Yang Maha Menghidupkan
61. Al Mumiitu: Yang Maha Mematikan
62. Al Hayyu: Yang Maha Hidup
63. Al Qayyuum: Yang Maha Mandiri
64. Al Waajid: Yang Maha Penemu
65. Al Maajid: Yang Maha Mulia
66. Al Wahid: Yang Maha Tunggal
67. Al Ahad: Yang Maha Esa
68. As Shamad: Yang Maha Dibutuhkan
69. Al Qaadir: Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70. Al Muqtadir: Yang Maha Berkuasa
71. Al Muqaddim: Yang Maha Mendahulukan
72. Al Mu’akkhir: Yang Maha Mengakhirkan
73. Al Awwal: Yang Maha Awal
74. Al Aakhir: Yang Maha Akhir
75. Az Zhaahir: Yang Maha Nyata
76. Al Baathin: Yang Maha Ghaib
77. Al Waali: Yang Maha Memerintah
78. Al Muta’aalii: Yang Maha Tinggi
79. Al Barru: Yang Maha Penderma
80. At Tawwaab: Yang Maha Penerima Taubat
81. Al Muntaqim: Yang Maha Pemberi Balasan
82. Al Afuww: Yang Maha Pemaaf
83. Ar Ra’uuf: Yang Maha Pengasuh
84. Malikul Mulk: Yang Maha Penguasa Kerajaan
85. Dzul Jalaali WalIkraam: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al Muqsith: Yang Maha Pemberi Keadilan
87. Al Jamii’: Yang Maha Mengumpulkan
88. Al Ghaniyy: Yang Maha Kaya
89. Al Mughnii: Yang Maha Pemberi Kekayaan
90. Al Maani: Yang Maha Mencegah
91. Ad Dharar: Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92. An Nafii’: Yang Maha Memberi Manfaat
93. An Nuur: Yang Maha Bercahaya
94. Al Haadii: Yang Maha Pemberi Petunjuk
95. Al Badii’: Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya
96. Al Baaqii: Yang Maha Kekal
97. Al Waarits: Yang Maha Pewaris
98. Ar Rasyiid: Yang Maha Pandai
99. As Shabuur: Yang Maha Sabar.

Mujahadah, diziki, wirid dan doa dengan 99 Asmaul Husna di atas merupakan sarana dalam berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kadang dibaca secara lengkap sejumlah 99 Asmaul Husna.

Kadang juga dipilih dan dibaca nama-nama tertentu dari Amaul Husna tersebut. Baik dengan cara berulang-ulang lebih dari satu kali maupun hanya satu kali putaran/penyebutan.

Keutamaan Mujahadah Asmaul Husna

Mujahadah artinya adalah bersungguh-sungguh, suatu usaha yang totalitas dengan jiwa dan raga, dengan jasmani dan ruhani, mencerminkan kesesuaian lisan dan hati, terus menerus dan istiqomah.

Lalu apa saja Keutamaan Mujahadah Asmaul Husna ?, Manfaat dan keutamaan membaca Asmaul Husna : Siapa yang senantiasa terus mengingat Allah maka akan hatinya akan merasa tenang dan tentram. Yakin jika Allah akan membantu dan melindungi hambanya yang senantiasa tawakal.

Berdoa kepada Allah dengan asmaul husna itu menjadi sebab  terkabulnya doa dan tercegahnya malapetaka. Maka Allah SWT mengasihi karena Allah adalah Ar Rahman (Yang Mahapengasih) Ar Rahim (Yang Maha Penyayang). Dan Allah mengampuni karena Allah itu Al Ghafur (Maha Pengampun).

Nabi Muhammad SAW biasa memohon kepada Allah dengan asmaul husna dan bertawasul kepadaNya dengan asmaul husna. “Aku bermohon pada-Mu dengan semua nama-Mu yang Engkau namai sendiri diri-Mu dengan nama-nama itu, atau yang Engkau turunkan nama itu di dalam kitab suci-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang ciptaan-Mu, atau yang Engkau khususkan nama itu (tersimpan) di dalam ilmu yang tidak terlihat; agar Engkau menjadikan Alquram penyubur hati.”

Demikian semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button