Maskhun, Pria Kelahiran Cilacap Kayuh Sepeda Onthel Ribuan Kilometer dari Sumsel untuk Hadiri Muktamar NU Ke-35 di Jombang

NUCOM, Jombang — Di bawah terik matahari dan deru kendaraan di jalan lintas, semangat Maskhun Arif Hidayat, 56 tahun, tak pernah padam. Pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah ini mengayuh sepeda onthel sejauh ribuan kilometer dari Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan menuju Tambakberas, Jombang, Jawa Timur demi satu tujuan menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Perjalanan khidmat itu total dia Tempuh 14 hari. Mulai mengayuh sepeda onthel pada Rabu, 5 Agustus 2026 dari Kantor PWNU Sumatera Selatan. Dan tepat Selasa malam, 18 Agustus 2026 pukul 23.33 WIB, dia tiba di Maqbarah KH. Wahab Hasbullah di Kompleks PP. Bahrul Ulum Tambakberas.
Bekal Niat dan Dukungan Keluarga Nahdliyin
Bagi Maskhun, ini bukan soal gengsi. Ini soal cinta.
“Tidak ada persiapan khusus, saya hanya punya niat dan kegigihan. Dengan dukungan keluarga dan para sahabat Ansor, saya mampu menuntaskan perjalanan ini,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Lahir dari keluarga nahdliyin, kecintaan Maskhun kepada NU sudah tertanam sejak kecil. Dulu, ia sering memijat kaki kakeknya sambil mendengarkan kisah para muassis NU.
“Saya dari keluarga nahdliyin dan cinta saya dengan para muassis tidak akan pernah luntur. Selagi saya masih hidup, saya akan selalu mencintai dan belajar istiqamah dalam berkhidmat di dalam Nahdlatul Ulama,” tandasnya.
Sebagai kader Ansor sejak remaja, Maskhun menjadikan perjalanan ini sebagai bentuk pengabdian.
Disambut Estafet Kader Ansor Sepanjang Rute
Selama kurang lebih 14 hari mengayuh, Maskhun mengaku tidak pernah merasa sendirian. Solidaritas nahdliyin yang ia rasakan luar biasa.
“Saya disambut secara estafet dari satu daerah ke daerah lain. Sahabat-sahabat Ansor mengatur tempat beristirahat ataupun kebutuhan saya di seluruh rute yang saya lewati, dari Sumatera Selatan sampai Tambakberas, Jombang,” katanya.
Momen Paling Mengharukan
Di setiap cabang dan wilayah, ia dipersilakan beristirahat di pondok-pondok pesantren dan rumah kader Ansor. Kelelahan perjalanan terbayar lunas dengan senyuman tulus dan jamuan para tokoh yang ia jumpai.
Momen paling mengharukan terjadi saat tiba di makam Mbah Wahab. Ia disambut langsung oleh cucu dan cicit KH. Wahab Hasbullah.
“Alhamdulillah, saya sampai di Maqbarah Mbah Wahab dan disambut oleh keluarga beliau. Saya merasa bersyukur bisa bersimpuh, bisa berziarah ke makam beliau. Ini suatu penghargaan yang tak terukur buat saya,” ucapnya haru.
“Mungkin kalau saya tidak melakukan seperti ini, belum tentu saya bisa dipermudah untuk bersilaturahmi dengan sosok-sosok kiai dan ulama yang alim. Itu yang membuat saya selalu bahagia,” tuturnya.
Ini Muktamar Ketiga yang Dihadiri Maskhun
Perjalanan ke Jombang ini bukan yang pertama. Sebelumnya Maskhun juga hadir di Muktamar ke-29 NU di Cipasung, Tasikmalaya tahun 1994 dan Muktamar ke-34 NU di Lampung tahun 2021.
Berkaca dari semangat KH. Wahab Hasbullah dan para muassis, Maskhun berharap Muktamar ke-35 NU melahirkan pemimpin yang punya niat khidmah dan membawa cita-cita pendiri NU.
Kepada generasi muda NU ia berpesan: “Tetap semangat dalam berkhidmah dan senantiasa menjaga nama baik Nahdlatul Ulama.”
Dalam beberapa hari ke depan, sebelum Muktamar dimulai, Maskhun berencana melanjutkan ziarah.
“Banyak yang menawarkan untuk mengantarkan saya. Mungkin besok saya akan mulai berkeliling untuk ziarah ke makam para muassis, para alim ulama, dan tokoh agama,” pungkasnya.
Perjalanan Maskhun menjadi bukti. Cinta kepada NU tidak diukur dari jarak, tapi dari istiqamah mengayuh langkah demi jam’iyah.*** (IHA)





