Intimidasi Pengurus dan Amaliyah NU, Pelaku Meminta Maaf

NU CILACAP ONLINE – Suharto, pelaku intimidasi terhadap pengurus NU dan amaliyah warga NU di Kalilunjar Pejawaran Banjarnegara Jawa Tengah menyatakan mohon maaf.

Pernyataan permintaan maaf Suharto, yang menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan desa Kalilunjar tersebut beredar di media sosial. Juga di unggahan Twitter oleh akun @addtaufiq. 

Perangkat Desa yang menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan itu telah melakukan tindakan intimidasi Pelarangan Tahlil dan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebagai reaksi atas pernyataan itu, sejumlah anggota Banser mendatangi kantor Desa Kalilunjar, Kamis (02/10/2023).

Pelarangan untuk pembacaan kalimat toyyibah dan amaliyh NU lainnya seperti Tahlil dan memperingati Maulid Nabi itu tertuju kepada Arifin sebagai ketua Ranting NU Kalilunjar,

Berikut ini Video pernyataan Suharto, pelaku intimidasi pengurus dan amaliyah NU Kalilunjar;

 

Pada aksi damai itu pengurus MWCNU Pejawaran Kiai Indarto meminta kepada pelaku untuk meminta maaf. di hadapan media dan seluruh warga NU. Khususnya di Desa Kalilunjar. Sementara, Ketua Ranting NU Desa Kalilunjar Arifin meminta kepada pemerintah desa Kalilunjar supaya tidak bersikap egois.

“Kita warga Indonesia berhak mendapatkan dukungan penuh perangkat desa untuk menciptakan lingkungan yang agamis dan toleran,” kata Arifin sebagaimana dilansir dari bongkarnews.com.

Sebagai warga Nahdliyin yang menjaga tradisi tradisi ibadah (dan amaliyah) yang talah dilakukan turun temurun sejak para wali menyebarkan agama Islam ke Nusantara, kita sebagai warga NU tentu memiliki banyak tantangan. Baca juga Menjaga Tradisi Ibadah Dan Amaliyah, Tantangan Warga NU

Sementara itu, menyikapi caci maki terhadap amaliyah NU dan tradisi perlu dengan sikap hati hati dan dengan hujjah yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button