LPBINU Cilacap Dampingi Pramuka SMA N Patimuan Sulah Limbah Jelantah

NU CILACAPP ONLINE – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Cilacap menggelar Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah bersama Dewan Ambalan Pramuka SMA Negeri 1 Patimuan. Kegiatan edukatif ini berlangsung di aula sekolah setempat dan diikuti oleh belasan anggota Pramuka penegak (28/08/2026).
Pelatihan ini ditujukan untuk membekali para pelajar dengan kesadaran lingkungan sekaligus keterampilan praktis dalam mengolah limbah rumah tangga. Minyak goreng bekas pakai (jelantah) yang biasanya dibuang begitu saja dan merusak ekosistem tanah maupun air, kini diajarkan untuk diolah menjadi barang yang berguna dan bernilai guna tinggi.
Instruktur dari LPBINU Cilacap memberikan pendampingan langsung secara intensif. Para siswa diajak memahami dampak buruk limbah jelantah jika dibuang sembarangan, dilanjutkan dengan praktik langsung teknik penyaringan, pemurnian sederhana, hingga proses pengolahan menjadi produk bernilai pakai seperti lilin aroma terapi dan bahan baku sabun cuci.
Sekretaris LPBINU Cilacap Umi Fadilah menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan komitmen nyata Nahdlatul Ulama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup (hifdhul bi’ah), khususnya dengan menyasar generasi muda di tingkat sekolah.
“Kami ingin adik-adik Pramuka tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi pelopor kepedulian lingkungan di sekolah dan masyarakat sekitar. Mengolah limbah jelantah adalah langkah kecil yang berdampak besar jika dilakukan secara konsisten,” ujarnya. Baca juga LPBINU Cilacap Gelar Workshop Pengolahan Sampah Berbasis
Pihak pembina Pramuka SMA N 1 Patimuan menyambut positif sinergi dan pendampingan yang diberikan oleh LPBINU Cilacap. Pelatihan ini dinilai sangat aplikatif dan memberikan wawasan baru bagi Dewan Ambalan untuk terus berinovasi dalam program kerja penjelajahan maupun bakti masyarakat. Baca juga Inilah 4 Program Penting Patriot Ketahanan Pangan
“Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat megelola limbah rumah tangga secara mandiri di lingkungan masing-masing serta menularkan ilmu yang didapat kepada teman sebaya dan masyarakat luas,” tandas Umi Fadilah.





