LPBINU Cilacap Gelar Workshop Pengolahan Sampah Berbasis Ekologi

NU CILACAP ONLINE – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LPBI PCNU) Cilacap menggelar Workshop Pengolahan Sampah Berbasis Ekologi di Bank Sampah Mandiri Resik Lumintu, Senin (09/03/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya limbah domestik terhadap ekosistem global.
Sekretaris LPBI PCNU Cilacap, Umi Fadilah , menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar masalah estetika, melainkan upaya mitigasi bencana. Salah satu fokus utama workshop ini adalah penanganan minyak jelantah yang selama ini sering dibuang sembarangan ke tanah maupun saluran air.
Secara saintifik, Umi menjelaskan bahwa minyak goreng bekas yang meresap ke dalam tanah akan menyumbat pori-pori bumi.
“Tanah memiliki struktur mikroskopis yang berfungsi menyerap air dan udara. Ketika minyak jelantah melapisi butiran tanah, ia menciptakan lapisan hidrofobik atau kedap air. Akibatnya, infiltrasi air hujan terhambat, cadangan air tanah menipis, dan risiko banjir meningkat karena air hanya mengalir di permukaan (run-off),” jelasnya di sela-sela kegiatan.
Limbah yang melumpuhkan ekosistem selain berdampak pada tanah, narasi keilmuan dalam workshop ini juga menyoroti fenomena anoksia pada ekosistem air.
Limbah minyak yang mencapai sungai atau laut akan membentuk lapisan tipis di permukaan yang menghalangi pertukaran oksigen dan penetrasi sinar matahari.
Kondisi ini melumpuhkan fotosintesis fitoplankton dan menyebabkan kematian massal pada biota air akibat kekurangan oksigen. Baca juga Bank Sampah Resik Harjo, Mendulang Sampah Jadi Rupiah
Transformasi limbah sabun dan lilin
Workshop itu mentransformasi limbah sabun dan lilin yang bertempat di Bank Sampah Mandiri Resik Lumintu. Para peserta diajak melakukan praktik langsung (upcycling) mengubah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna, seperti sabun cuci dan lilin aromaterapi. Baca juga KKN di Karangrena, Mahasiswa UNUGHA Cilacap Pilah Sampah
Proses kimia saponifikasi (reaksi antara lemak dan alkali) digunakan untuk mengubah limbah minyak menjadi sabun pembersih. Langkah ini dinilai sebagai solusi sirkular yang efektif untuk menghentikan rantai pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.
Mitigasi Perubahan Iklim Penyelenggaraan workshop pada Senin (09/03) ini juga menjadi bagian dari agenda besar LPBI PCNU Cilacap dalam merespons perubahan iklim. Sampah organik yang tidak terkelola dengan baik di TPA melepaskan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang kekuatannya puluhan kali lipat lebih merusak dibanding karbondioksida (CO2).
“Dengan mengelola sampah dari hulu, kita sedang melakukan gerakan sedekah bumi yang nyata. Kita memulihkan kemampuan bumi untuk ‘bernapas’ dan memastikan ekosistem tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkas Umi
Acara dilanjutkan dengan praktek pembuatan Sabun dari minyak jelantah oleh Kelompok Bank sampah Resik Lumintu dan juga Kelpmpok BSM Berkah Ceria Desa Kalikudi Kecamatan Adipala .
Dalam Sambutannnya Kepala Desa Kalikudi Narta Suyudi Mengucapkan teriaksih dan mengapresiasi Kegiatan Penampingan yang dilaksankan oleh LPBINU PCNU Cilacap yang sudah berbagi ilmu dengan warga kalikudi shingga sangat meliterasi dan sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakatnya.





