Longsor Cibeunying, Operasi SAR Dua Korban Terakhir hingga Malam Hari

MAJENANG, NU Cilacap Online – Memasuki hari terakhir operasi evakuasi korban tanah longsor Cibeunying, Tim SAR gabungan berjibaku mencari dua korban yang belum ditemukan hingga malam hari, Jum’at (21/11/2025).

Data Korban

Menurut data, kedua korban yang belum ditemukan itu berjenis kelamin perempuan, keduanya remaja, dan pelajar, mereka adalah Maysarah Salsabila (14) berada di Woeksit A-1 sektor Dusun Cibuyut Sementara Vani Hayati Lanjarsari (12) di worksit B-1 sektor Dusun Tarukahan.

Modifikasi Cuaca

Biasanya operasi dihentikan menjelang matahari terbenam, namun kali ini berbeda.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhamad Abdullah, menjelaskan bahwa cuaca cerah berkat teknologi modifikasi cuaca memungkinkan tim bekerja ekstra.

“Karena sudah dilakukan modifikasi cuaca maka cuaca di lokasi kejadian terpantau cerah dan kami memaksimalkan pencarian hingga malam hari,” ujar Abdullah.

Tantangan dan Kendala Medan

Meski langit mendukung, tantangan medan, lokasi operasi SAR, begitu penuh tantangan dan  sangat berat. Material longsor yang menimbun korban diperkirakan mencapai kedalaman belasan meter.

Kondisi tanah yang labil juga seakan mengancam keselamatan tim. Demikian juga hambatan teknis sering terjadi di lapangan.

Akses menuju worksite A1, lokasi di mana korban Maysarah Salsabila (14) diduga tertimbun, sangat sulit dijangkau oleh alat berat, sehingga mengurangi efektivitas pengerukan.

Sementara Vani Hayati Lanjarsari (12) diperkirakan berada di worksite B1. Lokasi ini dibantu lima alat berat ekskavator yang diturunkan namun harus diberi landasan dari batang pohon berukuran besar.

Material tanah longsor di B1 bersifat jenuh air, sehingga kestabilan alat berat sangat sulit. Namun demikian, tim SAR Gabungan terus berupaya dengan menyiapkan batang pohon kelapa sebanyak 20 batang dengan panjang 6-7 meter sebagai landasan.

Baca juga: Longsor Cibeunying H+9 Dua Korban Belum Ditemukan, Berikut Kendala yang Dihadapi Tim SAR

Total 21 Korban Ditemukan

Tragedi longsor Cibeunying ini telah merenggut banyak nyawa.

Total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi sejauh ini mencapai 21 orang.

Abdullah menegaskan, meski penuh tantangan dan sulit, misi kemanusiaan ini akan terus berlanjut dengan tetap memprioritaskan keamanan tim SAR penyelamat. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button