LKNU Cilacap Gelar Pembinaan Pos Kesehatan Pesantren

NU CILACAP ONLINE Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cilacap menggelar kegiatan Pembinaan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) pada Selasa (12/08/2025) di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap.

Pembinaan pos kesehatan  ini terlaksana atas kerja sama dengan Puskesmas Kesugihan dan diikuti oleh puluhan santri dari berbagai pesantren di Kabupaten Cilacap. Nantinya mereka adalah kader kesehatan yang akan bertugas di pesantrennya masing-masing.

Ketua LKNU Cilacap H Hudaefah menyampaikan bahwa pesantren merupakan komunitas yang perlu mendapatkan penanganan khusus dalam aspek kesehatan agar lingkungan dan warganya tetap terjaga.

“Santri harus sehat, karena mereka adalah potensi besar bangsa Indonesia yang akhlaknya terjaga. Jika aset ini kita jaga, maka tujuan melahirkan generasi sehat baik jasmani maupun rohani akan tercapai,” ujarnya.

Pembinaan ini memfokuskan pada pembekalan pengetahuan santri tentang Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), perilaku hidup bersih dan sehat ala santri, serta penanggulangan penyakit menular di lingkungan pesantren.

Upaya ini juga bertujuan meminimalkan risiko penyakit menular maupun tidak menular, sehingga target mencetak Generasi Emas 2045 dapat dimulai sejak dini.

Saat ini, beberapa pesantren di Cilacap telah memiliki Poskestren yang dibentuk oleh puskesmas setempat. Ke depan, LKNU Cilacap berkomitmen untuk bersinergi lebih erat dengan puskesmas wilayah guna merealisasikan pembentukan Poskestren di lebih banyak pesantren.

“Kami ingin memastikan santri memiliki wawasan kesehatan yang cukup, sehingga bisa menjadi pelopor hidup sehat di lingkungan pesantren,” tambahnya.

Dengan pembinaan ini, diharapkan santri tidak hanya unggul dalam pengetahuan agama, tetapi juga menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan siap berkontribusi bagi bangsa.  Baca juga Penanggulangan TBC Libatkan Pesantren dan Lembaga Diniyah

Pesantren Garda Depan Penanggulangan TBC

Sesi pembinaan disampaikan oleh petugas Puskesmas Kesugihan. Disampaikan bahwa Kader kesehatan pesantren memegang peran penting sebagai agen of change atau penggerak perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren. Baca juga Layanan Posbindu Meriahkan Konferensi MWCNU Kesugihan

Melalui pembinaan pos kesehatan pesantren (Poskestren), para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mendeteksi dini penyakit, memberikan edukasi, serta memastikan pengobatan berjalan hingga tuntas, khususnya untuk kasus Tuberkulosis (TBC).

TBC masih menjadi tantangan kesehatan di masyarakat, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Gejala TBC antara lain batuk terus-menerus selama dua minggu atau lebih, batuk berdarah, penurunan berat badan, keringat malam berlebihan, dan demam hilang-timbul.

“Bila ditemukan gejala tersebut pada santri atau warga pesantren, kader kesehatan wajib mendorong pemeriksaan ke puskesmas. Pengobatan TBC harus dijalani hingga sembuh total sesuai arahan tenaga kesehatan,” ujar Erna Hidayati Ningrum, salah satu narasumber.

Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui surat resmi telah menegaskan komitmennya untuk menanggulangi TBC. Dalam upaya ini, Poskestren menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam promosi kesehatan dan pengawasan minum obat.

“Kader kesehatan pesantren harus mampu menciptakan suasana yang nyaman bagi santri yang sakit tanpa adanya diskriminasi. Santri yang sehat harus peduli dan membantu, bukan menjauh atau memberi stigma,” pesan Erna.

Selain itu, kader diharapkan aktif melakukan deteksi dini, mengajak periksa bila ada gejala, dan mengedukasi seluruh warga pesantren tentang pentingnya pencegahan TBC. Mengingat di lingkungan asrama, satu orang sakit bisa menulari yang lain, sehingga kepedulian bersama menjadi kunci.

Pesan penutup yang disampaikan kepada seluruh peserta pembinaan adalah: “Yakin pesantrenmu aman dari TBC? Siapa lagi kalau bukan kita. Pastikan pesantren kita sehat.”  (Naeli Rokhmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button