Kisah Hasan Jalan Kaki: Peserta Pelatihan Jurnalistik Asal Kampung Laut

NU Cilacap Online – Tidak semua perjalanan menuju tempat ilmu dapat ditempuh dengan mudah. Ungkapan ini terasa tepat menggambarkan perjuangan Hasan Maskur, salah satu peserta Pelatihan Jurnalistik dan Digital Marketing yang diselenggarakan oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNNU) Cilacap. Pelatihan tersebut pada Ahad, (27/7/2025), bertempat di Aula Pusdiklat PCNU Cilacap.
Sekretaris Lakpesdam NU Cilacap Muhammad Ngafif Ma’ruf menuturkan Hasan adalah salah satu peserta pelatihan jurnalistik dan digital marketing dari perwakilan MWCNU Kampung Laut.
Peserta kegiatan ini dari unsur perwakilan seluruh MWCNU se-Kabupaten Cilacap, serta perwakilan badan otonom (Banom) dan perwakilan lembaga PCNU Cilacap.
“Hasan berasal dari wilayah terpencil di Kampung Laut, sebuah daerah yang kanan kirinya sungai, rawa, dan sawah. Pemandangan khas kawasan pesisir yang sesekali terendam air rob” tutur Ngafif
Untuk mengikuti pelatihan ini, ia harus memulai perjalanannya dengan berjalan kaki menyusuri jalan desa yang tidak selalu bersahabat.
Tiga narasumber kompeten dihadirkan dalam pelatihan ini, Berikut 3 narasumber Muhammad Ridho sebagai narasumber pelatihan jurnalistik dari jurnalis senior redaksi Liputan 6 SCTV.
Narasumber kedua Naeli Rochmah dari redaksi senior NU Cilacap Online sekaligus pengurus LTNNU Cilacap. Sedangkan yang terakhir adalah Victor Samuel sebagai narasumber pelatihan digital marketing dari PT Wivi Digital Cilacap
Semangat Hasan dan para peserta lainnya menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkembang.
Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal yang bermanfaat, berdampak besar bagi gerakan literasi dan digitalisasi di lingkungan NU Cilacap.
Menjemput Ilmu dengan Tekad dan Kesungguhan
Atas dasar semangat khidmah dan amanah sebagai peserta perwakilan dari MWCNU Kampung Laut, Hasan memutuskan berangkat lebih awal menuju lokasi pelatihan tepatnya pada Sabtu siang (26/72025), sehari sebelum acara.
Perjalanan bukanlah hal yang mudah. Ia harus melewati hamparan bulak panjang di tengah persawahan yang panas membakar, tanpa ada kendaraan umum yang bisa diandalkan.
Hanya langkah-langkah kecil dan niat kuat yang menjadi temannya di tengah terik matahari.
Pada pertengahan perjalanan, Hasan beruntung mendapat tumpangan truk. Ia pun nebeng sejauh yang bisa. Namun, truk itu hanya mengantar sampai simpang Bantarsari bahkan belum sepertiga dari keseluruhan perjalanan.
Tak menyerah, Hasan terus melangkah. Hingga akhirnya, ia bertemu seorang teman yang kebetulan melintas menggunakan sepeda motor. Bukan langsung ke lokasi pelatihan, mereka justru lebih dulu ke Majenang untuk menyelesaikan tugas kuliah temannya.
Malam hari usai Isya, mereka melanjutkan perjalanan menuju kantor PCNU Cilacap. Namun cobaan belum berakhir. Belum lama berkendara, ban motor mereka meletus.
Suasana gelapnya malam dan rasa lelah yang tak bisa dibendung, mereka terpaksa mendorong motor sejauh hampir satu kilometer ke bengkel terdekat di kawasan Cimanggu Cilacap.
Setelah perbaikan selesai, perjalanan pun berlanjut. Mereka menembus jalanan pegunungan dan hutan berkelok di wilayah Lumbir. Hingga akhirnya tiba di Kesugihan tepat pukul 00.00 WIB. Hasan dan temannya sampai dengan selamat sampai lokasi pelatihan, meski tubuhnya masih menyimpan lelah.
Namun begitu pagi tiba, Hasan tetap hadir mengikuti pelatihan dengan semangat yang tak surut sedikit pun. Lelah memang belum sirna dari wajahnya, tapi tekadnya justru semakin menyala.
Perjalanan Hasan bukan sekadar menempuh jarak, melainkan sebuah kisah tentang keteguhan hati, dedikasi, dan semangat yang tak gentar dalam menjemput ilmu dan berkhidmah tanpa batas di Nahdlatul Ulama.
Penulis: Muhammad Ngafif Ma’ruf
Editor: Khayaturrohman





