Kick Off HSN 2026, MWCNU Adipala Gelar Mujahadah, Tahlil hingga Hizib Bukhori

NU Cilacap Online – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Adipala resmi mengawali rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan mujahadah dan pembacaan Shalawat Nariyah. Kegiatan tersebut digelar di Gedung MWCNU Adipala, Rabu (30/9/2026).
Kick off HSN 2026 ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Mujahadah Shalawat Nariyah dipimpin Katib Syuriyah MWCNU Adipala, Kiai Iwan Agus Setiawan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan Hizib Bukhori.
Ketua MWCNU Adipala, Yusuf Munawar, mengatakan mujahadah tersebut bukan kegiatan baru. Tradisi tersebut telah dilaksanakan sejak 2016 dan awalnya merupakan mujahadah kader yang diprakarsai oleh kader penggerak NU.
“Mujahadah sudah dilaksanakan sejak tahun 2016, tapi pada saat itu masih bernama mujahadah kader, bukan mujahadah Nariyah. Alhamdulillah sampai saat ini masih berjalan dan kita laksanakan setiap malam Kamis Manis,” terang Yusuf.
Menurut Yusuf, rangkaian peringatan HSN 2026 juga telah dibahas bersama antara MWCNU Adipala, Camat Adipala, dan Kepala KUA Adipala pada Rabu (30/9/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait pelaksanaan kegiatan.
Salah satunya mengenai lokasi pelaksanaan upacara Hari Santri yang akan digelar secara bergiliran di wilayah Kecamatan Adipala.
“Kami membuat kesepakatan agar pelaksanaan upacara Hari Santri bergilir tempatnya. Kalau tahun kemarin di wilayah timur, besok berarti di wilayah barat,” ungkap Yusuf.
Ia juga mengimbau seluruh Badan Otonom (Banom) dan pengurus ranting NU di Kecamatan Adipala untuk turut menyemarakkan HSN 2026 dengan memasang banner ucapan selamat Hari Santri serta bendera NU di lingkungan masing-masing.
Puluhan Kegiatan Meriahkan Hari Santri
Ketua Panitia HSN MWCNU Adipala, Kiai Ngathourrohman atau Gus Thour, menyampaikan rangkaian kegiatan HSN 2026 akan diisi berbagai kegiatan yang dilaksanakan Banom dan lembaga NU dengan bersinergi bersama Pemerintah Kecamatan Adipala.
Rangkaian kegiatan telah dimulai dengan pembacaan Maulid Al-Barzanji di Desa Adiraja pada 26 September 2026. Pada hari yang sama hingga 27 September 2026, digelar turnamen bola voli putra Ansor Cup di Lapangan Teroji, Desa Welahan Wetan.
Selanjutnya, kick off rangkaian HSN ditandai dengan mujahadah Shalawat Nariyah pada 30 September 2026.
Berbagai kegiatan berikutnya akan digelar sepanjang Oktober. Di antaranya sosialisasi keluarga maslahah dan lomba tenis meja pada 11 Oktober, temu kader pada 14 Oktober, serta doa lintas agama dan lomba Qiroatul Kutub pada 16 Oktober 2026.
Kemudian pada 17 Oktober akan digelar lomba pidato, lomba adzan, dan beauty class. Sehari berikutnya, 18 Oktober, dilaksanakan lomba cerdas cermat, menulis berita, sambung shalawat, sparing futsal, senam massal, serta bersih madrasah.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan lomba musikalisasi nadhom pada 19 Oktober dan nonton bersama pada 20 Oktober 2026.
Pada 21 Oktober, sejumlah perlombaan kembali digelar, meliputi lomba doa harian, sambung nadhom, dan mewarnai. Pada malam harinya dilanjutkan dengan gema shalawat.
Puncak peringatan HSN akan berlangsung pada 22 Oktober 2026. Selain upacara Hari Santri, panitia juga menyiapkan kegiatan pengobatan gratis dan donor darah yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al Mukhtar, Desa Penggalang.
Sementara itu, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Gebyar Shalawat pada 25 Oktober 2026 di Pendopo Balai Desa Adipala.
“Rangkaian kegiatan Hari Santri tersebut dilaksanakan oleh Badan Otonom (Banom) dan lembaga yang ada di Kecamatan Adipala bersinergi dengan pemerintahan Kecamatan Adipala,” terang Gus Thour.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat sehingga memberikan dampak positif bagi santri dan masyarakat luas.
“Hari Santri ini sangat penting untuk diperingati guna menghargai jasa para kiai dan santri yang sudah memperjuangkan kemerdekaan. Kami sangat mengapresiasi semua kegiatan yang akan dilaksanakan dari akhir bulan September sampai akhir bulan Oktober. Semoga semua kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” jelas Gus Atho’.
Imbauan Mujahadah Shalawat Nariyah pada 22 Oktober
Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Adipala, KH Sahal Adzkiya, mengajak warga NU dan masyarakat untuk mengisi malam 22 Oktober 2026 dengan mujahadah dan pembacaan Shalawat Nariyah di masjid maupun musala.
“Shalawat Nariyah mempunyai banyak faedah dan keutamaan, di antaranya melancarkan rezeki, mengabulkan segala hajat, meringankan kesulitan, terhindar dari mara bahaya, dan masih banyak keutamaan yang lainnya,” jelas Mbah Yai Sahal.
Dengan kick off tersebut, MWCNU Adipala berharap peringatan Hari Santri 2026 tidak hanya menjadi rangkaian seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran santri, pesantren, dan Nahdlatul Ulama dalam kehidupan sosial, keagamaan, serta kemaslahatan masyarakat.
Penulis: Fathin Amamah
Editor: Khayaturrohman





