MWCNU

Konferensi MWCNU Patimuan, Ini Pesan KH Suada Adzkiya

Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Patimuan Kabupaten Cilacap telah menyelenggarakan Konferensi MWCNU di Pondok Pesantren Tarbiyyah Islamiyyah Cinyawang Patimuan, Ahad (15/11).

Konferensi ini dihadiri Pengurus Cabang, Camat Patimuan Muji Utomo, AP, MM serta pengurus MWCNU dan Ranting NU se-kecamatan Patimuan.

Rois Syuriyyah PCNU Cilacap, KH Suada Adzkiya, dalam kesempatan tersebut memberikan pesan kepada sejumlah pengurus dan ribuan warga NU yang hadir untuk melaksanakan lima pesan KH Ali Mashum yang pernah mengemban sebagai Rais Aam PBNU.

“Pertama, yakni al-‘alimu wat ta’alum bi nahdlatil ulama. Warga Nahdliyyin mesti mempelajari apa dan bagaimana NU,” Kyai yang akrab dipanggil Mbah Su’ada itu melanjutkan pesan kedua, yaitu setelah mempelajari juga perlu untuk diamalkan dan diajarkan (al-amalu bi nahdlatil ulama). Berikutnya ada jihad bi nahdlatil ulama (jihad ala NU) dan ash-shabru bi nahdlatil ulama (sabar dalam berjuang bersama NU). Terakhir, yakni ats-tsiqotu bi nahdlatil ulama (memiliki keyakinan terhadap perjuangan NU).

Melalui proses persidangan yang relatif kondusif yang dipimpin oleh KH Maslahudin, Ketua Tanfidziyyah PCNU Cilacap, akhirnya KH Muaddibus Sibyan Al-Hafidz terpilih kembali sebagai Rois Syuriyah dan KH Gunadi M Aziz terpilih kembali sebagai ketua Tanfidziyah MWCNU Patimuan, masa khidmah 2015-2020.

Berdasarkan pantauan Santri Nahdliyyin, pemilihan syuriyah melalui sistem AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi). Sembilan Kiyai yang masuk dalam jajaran Ahwa adalah KH Fakhrudin, KH Ahmad Shodiran Al-Badri, KH Khoiruddin, Ky Jarir Nawawi, Kyai Ismail Abas, Kyai Ade Musthofa, KH Mahmudin, Kyai Masis Hasan, dan Kiyai Abu Hasyim.

Sembilan Kiyai tersebut seluruhnya memilih KH Muaddibus Sibyan sebagai Rois Syuriyyah, sehingga secara otomatis beliau langung terpilih sebagi Rois Syuriyyah MWCNU Patimuan.

Setelah pemilihan Syuriyah selesai Pimpinan Sidang melanjutkan dengan pemilihan ketua tanfidziah. Pemilihan ini menghasilkan KH Gunadi M Aziz sebagai ketua dengan perolahan 5 suara. Sedangkan tiga calon yang lain masing-masing memperoleh satu suara.

Ketua PCNU, KH Maslahudin, selaku pimpinan sidang pada penutupan acara menyampaikan bahwa.”Siapa yang membesarkan NU, maka dia akan menjadi orang besar. Siapa yang mengurusi NU makan akan diakui menjadi santri hadlrotus Syaikh Hasim Asy’ari.

Siapa yang menjadi Santri Mbah Hasyim, maka didoakan oleh beliau khusnul khotimah beserta dzurriyahnya.” Konferensi kemarin selain dihadiri oleh pengurus cabang, pengurus majlis wakil cabang dan ranting juga dihadiri Badan otonom yakni Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser. IPNU dan IPPNU sekecamatan Patimuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

thirteen + 1 =

Back to top button