Khutbah Jumat

Khutbah: Ulurkan Tangan, Langitkan Doa Untuk Terdampak Musibah

Ulurkan tangan, langitkan doa untuk yang terdampak musibah, ini adalah teks dan naskah Khutbah Jumat; Redaksi NU Cilacap Online mengangkat Khutbah Jumat dengan tema tentang solidaritas sosial dalam ungkapan ulurkan tangan; juga ajakan mendoakan bersama untuk semua yang terkena dan terdampak musibah.

Sudah banyak materi dan naskah atau teks Khutbah Tentang Musibah, namun tidak mengurangi niat awal untuk turut serta menyampaikan hikmah di balik musibah.

Tidak hanya itu, sudah sewajarnya materi naskah Khutbah Tentang Musibah juga menjadi bagian yang harus tersampaikan. Dari mimbar para Khatib, ajakan untuk beramal shaleh sekaligus berdoa untuk yang terkena dan terdampak musibah sewajarnya tersampaikan.

Berikut naskah Khutbah Jumat Ulurkan Tangan, Langitkan Doa Untuk Yang Terdampak Musibah selengkapnya;

 Khutbah I

اَلْحَمْدُ اللهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ:وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Pada kesempatan yang mulia dan penuh berkah ini Khatib berwasiat kepada Khotib khususnya dan jamaah pada umumnya marilah kita bersama-sama mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, berupa nikmat iman dan Islam serta nikmat dihamparkannya bumi sehingga memudahkan kita untuk menetap serta memenuhi kehidupan kita di dunia. Marilah kita kuatkan tekad untuk senantiasa menjalankan perintah-Nya dan manjauhi larangan-larangan-Nya.

Shalawat serta salam kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Beliau yang telah mengajarkan kepada kita bagaimana menjalani kehidupan di dunia ini dan menyiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat nanti dengan sebaik-baiknya bekal. Semoga kita memperoleh syafaatnya di hari kiamat nanti, Amiin Yaa Robbal’alamiin.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Gunung merupakan salah satu bagian dari ciptaan Allah Subhanahu wa ta’ala. Telah ada penjelasan; bahwa gunung dapat menimbulkan aktivitas, dan itu atas kehendak Allah Azza wa jalla. Dalam Qs. An-Naml ayat 88, Allah SWT menjelaskan perihal kondisi gunung berapi:

وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ

Artinya: “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Penjelasan Qs. An Naml ayat 88 Dalam kitab tafsir al-Muntakhab fi tafsir al-Qur’an al-Karim  adalah: “Wahai Rasul, engkau melihat gunung-gunung itu tetap di tempatnya dan engkau mengira mereka diam, padahal yang terjadi sesungguhnya mereka bergerak cepat laksana gerakan awan.”

Pergerakan-pergerakan Bumi, lempengan Bumi, dan semua benda-benda di atasnya tentu menimbulkan berbagai perubahan. Baik pergerakan cepat, sedang, maupun pergerakan lambat yang manusia tidak menyadarinya.

Perubahan dinamis di dalam perut bumi itu yang menyebabkan terjebaknya endapan-endapan yang justeru manusia memerlukannya. Seperti mineral, air tanah, energi fosil, dan sebagainya. Perubahan juga dapat menimbulkan gempa, gelombang tsunami, hilangnya daratan dari pandangan mata, atau munculnya gunung-gunung baru seperti terjadi pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Seorang ahli geologi yang pernah menjadi Presiden Akademi Sains di Amerika Serikat. Ia sebagai salah satu penulis buku ‘Earth’, menggambarkan dalam tulisannya bahwa gunung berbentuk seperti pasak. Permukaan gunung yang dilihat manusia dan menjulang ke permukaan tanah hanya sebagian kecil dari keseluruhan gunung. Bagian gunung yang lain yaitu akarnya tertanam di dalam Bumi.

Baca Juga Hukum, Syarat, Rukun, Sunah Khutbah Jumat dan Adab Khatib

Temuan ilmiah sains tersebut telah ada penjelasannya dalam Al-Qur’an 14 abad yang lalu. Dalam beberapa ayat dijelaskan bahwa gunung diciptakan agar Bumi tidak guncang.

وَجَعَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Artinya: “Dan telah Kami jadikan di Bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya Bumi itu (tidak) guncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di Bumi itu jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk,” (Qs. Al Anbiya: 31)

Al-Qur’an Surat An Naba : 7 juga menjelaskan fungsi gunung sebagai pasak bumi.

وَٱلْجِبَالَ أَوْتَادًا

Artinya: “Dan gunung-gunung sebagai pasak”

Imam Jalaluddin al-Mahalli menafsirkan surat An-naba dalam Tafsir Jalalain  menjelaskan kata autâdan adalah bentuk jamak dari kata watadun yang artinya pasak seperti halnya pasak untuk mengikat tali kemah. Allah SWT menjadikan gunung-gunung sebagai pasak untuk mengokohkan bumi, sehingga tidak bergoyang karena guncangan guncangan yang ada di bawahnya.

Baca Juga

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Sebagaimana yang kita lihat melalui media beberapa hari ini. Bahwasanya telah terjadi bencana alam berupa meletusnya gunung Semeru yang terletak di Lumajang Jawa Timur.

Tidak sedikit korban yang ditimbulkan dari bencana alam tersebut. Bukan hanya korban harta benda berupa hancurnya sarana kehidupan masyarakatnya. Seperti rumah, tempat ibadah, sekolah dan sebagainya. Namun tidak sedikit juga saudara-saudara kita yang kehilangan orang tua; kehilangan saudara dan anak-anak mereka yang hingga saat ini masih dalam proses evakuasi. 

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Marilah kita ketuk hati kita dan berempati terhadap musibah yang sedang dialami saudara-saudara kita. Bukan hanya do’a yang kita panjatkan untuk keselamatan mereka. Namun juga sumbangsih sedikit materi dari kita akan sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang tertimpa musibah. Semoga Allah SWT mengangkat penderitaan saudara-saudara kita di manapun berada pada umumnya dan di Lumajang Jawa Timur pada khususnya.

Semoga Allah SWT mengarunikan pada kita semua keselamatan di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW mengajarkan sebuah do’a yang sangat baik untuk kita amalkan dirangkum dari kitab Al-Adzkâr karya Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Dalam do’a ini, kita dapat membaginya menjadi dua bagian: (1) doa pencegahan atau memohon perlindungan dari bahaya. Dan (2) doa bagi mereka yang sudah atau sedang tertimpa musibah.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً  

Artinya: “ Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya; Dan aku berlindung pada-Mu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati; dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat.” (HR Abu Daud)

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ اللهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَّا بَعْدُ   فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

.اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ 

Naskah Khutbah Jumat Tentang Musibah dengan judul Ulurkan Tangan, Langitkan Doa Untuk Yang Terdampak Musibah ditulis oleh Saeful Nur Hidayat, Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Cilacap. [Tim Redaksi Khutbah Jumat NU Cilacap Online].

Download Naskah Khutbah File PDF, Di SINI

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

16 − 2 =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button