Ketua NU Cilacap Berikan Apresiasi, Himbauan Shalat Ghaib Korban Bencana Longsor, Berikut Narasi Ucapan Terimakasih

MAJENANG, NU Cilacap Online – Operasi SAR korban bencana longsor Cibeunying resmi ditutup, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap H Paiman Sahlan menyampaikan terimakasih, apresiasi kerja maksimal tanggap bencana, sekaligus mengimbau kepada seluruh warga NU untuk melakukan shalat ghaib kepada korban musibah longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.

Ketua PCNU Cilacap, H. Paiman Sahlan juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dalam menangani tanggap bencana di Cilacap serta apresiasi kepada seluruh relawan yang telah andil dengan membantu korban bencana.

“Demikian peran NU Peduli Cilacap dalam penanggulangan bencana meliputi tindakan tanggap darurat seperti mengirimkan relawan, mendirikan dapur umum, dan memberikan layanan medis,” akunya.

Terimakasih juga dia sampaikan kepada jajaran pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Cilacap yang mampu bekerja penuh waktu. Mereka tidak kenal lelah dalam membantu korban Tanah Longsor Cibeunying, Majenang maupun Bencana Banjir di Sidamulya, Wanareja.

“Kami sangat bangga terhadap keluarga besar NU Cilacap yang tidak kenal lelah,” katanya melalui telpon yang diterima redaksi pada Sabtu (22/11/2025) malam.

Secara khusus, Haji Paiman, sapaan akrabnya menyebut sejumlah kalangan dari keluarga besar Nahdlatul Ulama Cilacap, terutama Majenang dan sekitarnya yang rela berjibaku dengan tanah lumpur, air kotor, hujan deras dan sejenisnya.

Dia menyebut, LPBINU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Majenang dan sekitarnya, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU). Demikian pula badan otonom dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan GP Ansor Cilacap beserta pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Menurutnya, kinerja LPBINU Cilacap dalam pelayanan bencana sudah cukup baik. Padahal keberadaan lembaga ini baru dalam jajaran lembaga PCNU Cilacap, namun sudah cukup ahli dalam menangani masalah korban longsor Cibeunying, Majenang maupun korban banjir Sidamula Wanareja.

Adapun himbauan shalat ghaib korban bencana longsor, dia mengaku, telah disampaikan secara langsung kepada Bupati Cilacap untuk dapat dilakukan pada hari terakhir operasi SAR korban bencana longsor Cibeunying.

“ya kemarin beliau, pak Bupati sudah maksud dan mengerti bahwa shalat ghaib itu penting untuk diselenggarakan guna menyempurnakan jenazah sekaligus pamungkas kegiatan operasi SAR korban tanah longsor,” akunya.

Berikut ini narasi Ucapan Terima Kasih Pj. Ketua PCNU Cilacap H Paiman Sahlan dalam Kerja Evakuasi Korban Bencana Tanah Longsor Cibeunying Majenang dan Banjir Sidamulya Wanareja, Cilacap.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillahirobbilalamin, Wabihi Nasta’inu Ala Umuriddunya Waddien. Wassolatu Wassalamu Ala Asrofil Ambiya Iwal Mursalin Sayyidina Muhammadin Waala Alihi Wasohbihi Ajma’in. Amma Ba’du.

Yang saya hormati, Bapak Presiden RI, Bapak Ketum PBNU, Ketu PWNU Jateng, Bapak Gubernur Jawa Tengah, Bapak Bupati Cilacap, Bapak/Ibu Kepala BNPB, BMKG, BPBD Jateng dan Cilacap, TNI/Polri, Terutama Bapak Kepala Kantor Basarnas Cilacap.

Yang saya banggakan, seluruh jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan,
Terkhusus kepada para relawan dari LPBINU, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Fatayat, Muslimat, dan seluruh elemen masyarakat yang dimulyakan Allah SWT,
Serta para korban bencana tanah longsor Desa Cibeunying Majenang dan juga korban banjir Sidamulya Wanareja yang kita dampingi bersama,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul di tengah situasi yang penuh tantangan ini.
Atas nama keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu dalam upaya evakuasi dan penanganan korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, dan Bencana Banjir Sidamulya Wanareja baru-baru ini.

Kami menyaksikan secara langsung bagaimana semangat kemanusiaan dan gotong royong terwujud nyata di lapangan. Kepada para relawan, baik dari internal NU (LPBINU, Banser, dsb) maupun dari instansi lain (TNI, Polri, tim medis, dan masyarakat umum), yang telah bekerja tanpa lelah, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan diri sendiri demi menolong sesama, kami ucapkan jazakumullah khairan katsiran (semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda).

Solidaritas yang ditunjukkan adalah bukti kebesaran jiwa dan implementasi nyata dari ajaran Islam untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan.

Upaya kita belum selesai. Masih banyak tugas kemanusiaan yang menanti dalam fase pascabencana, mulai dari penyaluran bantuan hingga pendampingan psikososial. Kami mengajak agar semangat ini terus menyala.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan ketabahan serta kesabaran bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Mari kita berdoa agar musibah ini segera berlalu dan kondisi pulih kembali.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.(IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button