Kemenhaj-BPBD Cilacap Teken Kerja Sama Kegiatan; Program Inovasi Istitha’ah Center Jamaah Haji

NU CILACAP ONLINEKantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cilacap resmi menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama kegiatan, Selasa (20/01/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari produk inovasi pelayanan haji bertajuk Istitha’ah Center Jamaah Haji Indonesia, sebagai upaya penguatan perlindungan dan pembinaan jamaah, khususnya kelompok rentan.

Acara yang digelar di ruang pertemuan Kantor Kemenhaj Kabupaten Cilacap tersebut dihadiri jajaran pimpinan Kemenhaj, BPBD Kabupaten Cilacap, serta sejumlah undangan terkait.

Kepala Kemenhaj Kabupaten Cilacap H Banu Tolib dalam sambutannya menegaskan bahwa pelayanan haji membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kuat, konsisten, dan berorientasi pada pelayanan.

Dengan jumlah Jamaah haji asal Cilacap yang mencapai sekitar 1.240 orang, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan perlindungan dan keselamatan jemaah.

“Perlindungan Jamaah haji memiliki cakupan yang sangat luas, terlebih bagi kelompok rentan. Karena itu, kehadiran relawan serta sinergi lintas sektor menjadi sangat penting, terutama dalam mitigasi risiko keselamatan jiwa,” ujarnya.

Banu menjelaskan, kerja sama dengan BPBD merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan istitha’ah Jamaah haji.

Istitha’ah tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan finansial, tetapi juga kesiapan fisik, kesehatan, mental, serta pemahaman terhadap risiko, termasuk kebencanaan.

“Kesepakatan ini menjadi perjanjian kerja sama pertama sejak berdirinya Kementerian Haji dan Umrah, bahkan dapat dikatakan sebagai yang pertama terealisasi di tingkat kabupaten. Ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan, realisasi kerja sama ini mencakup ruang lingkup sosialisasi dan edukasi kebencanaan bagi Jamaah haji, yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Menurutnya, Jamaah yang lalai dan abai dalam proses istitha’ah juga termasuk dalam kategori kerentanan yang berpotensi membahayakan diri sendiri.

“Ibadah haji adalah ibadah yang sangat kompleks. Ia melibatkan kesiapan fisik, kesehatan, mental, serta pelaksanaan di dua negara dengan kondisi lingkungan yang sangat berbeda. Karena itu, kesadaran diri atas kondisi kesehatan menjadi hal mutlak,” tegasnya.

Kemehaj-bpbd Cilacap teken kerjasama

Dia juga menyoroti masih adanya Jamaah yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan, namun dinyatakan belum istitha’ah.

Kondisi tersebut dinilai memerlukan pemahaman dan pendampingan yang lebih komprehensif agar Jamaah tidak dirugikan secara fisik maupun mental. Baca juga Garda Fatayat NU Cilacap Tanggap Bencana 

Bekal Mitigasi Langkah Antisipasi

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan pelibatan BPBD dalam kerja sama tersebut.

Dia menegaskan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga kesiapsiagaan harus selalu dioptimalkan.

“Kami menyambut baik kerja sama ini. Ini merupakan MOU pertama antara BPBD dengan Kemenhaj. BPBD siap siaga 24 jam dalam menjalankan tugas kebencanaan,” ungkapnya.

Taryo menambahkan, melalui Istitha’ah Center, Jamaah haji akan dibekali pemahaman dasar mitigasi bencana sebagai langkah antisipatif. Meski tidak diharapkan terjadi bencana, kesiapsiagaan tetap menjadi keharusan.

“Ibarat sedia payung sebelum hujan. Jika tidak hujan, payung memang tidak terpakai, tetapi kesiapan itu sangat penting. Semoga ikhtiar ini dicatat sebagai sejarah yang baik dan mendapat bimbingan Allah SWT,” pungkasnya.

Kepala BPBD Cilacap juga menyinggung luasnya wilayah dan kompleksitas demografi Kabupaten Cilacap sebagai tantangan tersendiri dalam pelayanan Jamaah haji.

Oleh karena itu, kehadiran Istitha’ah Center dinilai sangat relevan dan strategis untuk memperkuat kesiapan Jamaah sejak di daerah asal.

Acara ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kantor Kemenhaj Kabupaten Cilacap dan BPBD Kabupaten Cilacap sebagai simbol komitmen bersama dalam meningkatkan perlindungan, kesiapsiagaan, dan kualitas pelayanan Jamaah haji. (Naeli Rokhmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button