Kemenhaj Cilacap Gelar Seleksi Tahap 1, Petugas Haji Dipastikan Semakin Profesional

NU Cilacap Online – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Seleksi Tahap I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Tahun 1447 H tingkat kabupaten, pada Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kemenhaj Kabupaten Cilacap dan diikuti 55 peserta melalui sistem seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Pelaksanaan seleksi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, agar lebih tertib, aman, nyaman, serta sesuai standar pelayanan internasional.
Petugas haji dituntut memiliki kompetensi, ketangguhan, integritas, serta kemampuan komunikasi lintas budaya. Hal tersebut menjadi dasar seleksi berbasis CAT yang dinilai lebih objektif, transparan, dan akuntabel.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakan Kemenhaj) Kabupaten Cilacap, KH Banu Tolib, saat membuka kegiatan mengatakan bahwa minat peserta dari Kabupaten Cilacap saat mendaftar PPIH sebanyak 128 orang.
“Namun secara administratif yang memenuhi syarat peserta di Cilacap yang ikut ujian tahap satu hanya 55 peserta.” ungkap KH Banu Tolib.
Menurutnya, petugas haji dituntut memiliki kompetensi, ketangguhan, integritas, serta kemampuan komunikasi lintas budaya. Hal tersebut menjadi dasar seleksi berbasis CAT yang dinilai lebih objektif, transparan, dan akuntabel.
“Dengan sistem CAT kami berharap petugas terpilih benar-benar individu paling siap, baik secara teknis maupun mental, untuk mengemban amanah pelayanan,” imbuhnya.
Bersaing untuk Posisi Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah
Peserta ujian tahap 1 berkompetisi untuk bisa masuk ke enam besar yakni untuk ketua kloter dan 6 besar untuk pembimbing ibadah. Selanjutnya nanti sebanyak 12 peserta akan kita kirimkan laporan hasil pelaksanaan hasil ujian CAT ini ke Kantor Wilayah Kementerian haji dan umroh Provinsi Jawa Tengah dan selanjutnya peserta yang masuk peringkat tertinggi 6 besar akan mengikuti ujian tahap 2
Harapan kami petugas dengan model ujian CAT ini juga sebagai bentuk pembekalan peserta harus betul-betul menguasai teknologi. Karena ini sangat membantu dan penunjang dalam rangka bertugas menyambut dan sekaligus mendampingi para tamu Allah pada tahun 2026.
“Dengan adanya ujian sistem menggunakan CAT, diharapkan petugas yang lolos mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan prima kepada para jamaah haji Kabupaten Cilacap maupun Indonesia pada umumnya” jelasnya.
Pidato Sambutan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia
Dalam kesempatan tersebut Kakan Kemenhaj Cilacap membacakan pidato sambutan Menteri Haji dan Umrah. Dalam pesannya, kami di Kementerian Haji dan Umrah terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar penyelenggaraan ibadah haji berjalan lebih tertib, aman, nyaman, dan berstandar tinggi.
“Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah kualitas petugas haji. Petugas bukan hanya pendamping, tetapi juga representasi negara dan ujung tombak pelayanan” pesannya. Mereka harus memiliki kompetensi, ketangguhan, integritas, dan kemampuan komunikasi lintas budaya yang baik selama berada di Tanah Suci.
Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Hajji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah yang telah menerapkan mekanisme seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT), sebuah metode yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Melalui sistem ini, diharapkan petugas yang terpilih benar-benar merupakan individu paling siap untuk menjalankan amanah besar ini.
Melalui seleksi berlapis ini, Kementerian Haji dan Umrah Cilacap berkomitmen menghadirkan petugas haji yang profesional, amanah, dan berintegritas, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan khusyuk bagi calon jamaah Haji Kabupaten Cilacap di Tanah Suci.
Penulis: Khayaturrohman





