Jelang Muktamar NU Ke-35, Ijma Ulama, Kader PKB, dan Ribuan Santri Alumni Pesantren Kempek Dukung Buya Said Jabat Rais Amm

NUCOM, CirebonMenjelang Muktamar NU ke-35 di Pesantren Tambakberas Jombang, dukungan terus mengalir dari Ijma Ulama, PW, PC, Banom NU, bahkan dari Kader PKB serta ribuan santri alumni Pesantren KH Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Cirebon, untuk Buya Said, KH Said Aqil Siroj jabat Rais Amm PBNU.

NU Alami Krisis Kepemimpinan

Dalam kesepakatan ulama menilai NU saat ini alami krisis kepemimpinan yang akut, baik di jajaran syuriyah maupun tanfidziyah.

“Ijtima Ulama menilai, bahwa PBNU dewasa ini menghadapi krisis kepemimpinan yang akut, baik pada jajaran syuriyah maupun tanfidziyah, sehingga persoalan demi persoalan terus terjadi,” bunyi rekomendasi ijtima Ulama yang digelar PKB di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (23/7/2026) lalu.

Ikrar Dukungan Terus Mengalir

Hal senada juga datang dari PW, PC, bahkan Ranting NU, Banom NU, serta NU Kultural lainnya, termasuk Alumni Pesantren KHAS Kempek, Kabupaten Cirebon.

Dari ikrar ke ikrar dukungan pada Buya Said pun mengalir. Baru-baru ini ribuan santri menyatakan secara terang-terangan dukungan kepada Buya Said, KH Said Aqil Siroj untuk kembali pimpin PBNU, menempati posisi Rais Aam di Muktamar NU Jombang.

Ikrar dibacakan oleh Alumni Pesantren Kempek senior Kiai Nur Mubin, pada Sabtu malam (15/8/2026).

Dia mengatakan dalam suasana menjelang Muktamar NU, para santri beserta alumni KHAS Kempek menempatkan doa sebagai fondasi, dan silaturahmi sebagai ruang konsolidasi. Dukungan kepada Buya Said adalah aspirasi.

“Doa kami panjatkan untuk kesehatan para masyayikh, keberkahan pesantren, kesinambungan perjuangan, kemaslahatan alumni, dan kebaikan masyarakat luas,” terangnya.

Menurutnya konsolidasi alumni lintas generasi dari berbagai daerah menjadi penting guna menyatukan persepsi dan cara pandang, etika sosial, dan sikap keagamaan alumni yang terus dibawa ke tengah masyarakat.

Harapan untuk NU ke Depan

Meski Buya Said telah menyatakan tidak akan maju sebagai calon Ketua Umum maupun Rais Aam pada Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, karena alasan sudah tua, 73 tahun usianya, dan minta tinggal gantian regenerasi yang lebih cerdas,

Namun hasil rekomendasi Ijma Ulama, Aspirasi kader, santri, dan ribuan alumni KHAS Kempek ini menunjukkan masih tingginya harapan agar figur yang alim, cakap, dan pantas tetap menjadi rujukan kepemimpinan.

Dengan begitu berharap kepemimpinan NU ke depan mampu menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat, dengan tetap berpijak pada tradisi, amaliyah, dan nilai-nilai pesantren. (IHA)

Baca juga: Lestarikan Tradisi Islam Nusantara, Rakaian Acara Maulid Nabi SAW Gaya Bendakerep Cirebon Berlangsung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button