Antologi NU
Trending

Ikrar Santri, Download Naskah dan Resolusi Jihad, File .Pdf

Ikrar Santri dan Naskah Resolusi Jihad file pdf bisa download untuk keperluan Peringatan Hari Santri yang biasanya di dalamnya baik Ikrar Santri maupun Resolusi Jihad dibaca oleh petugas upacara. Berikut ini bunyi ikrar santri selengkapnya;

Ikrar Santri

Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia berikrar:

1. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpegang teguh pada aqidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

2. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia, berideologi negara satu ideologi Pancasila, berkonstitusi satu Undang Undang Dasar 1945, berkebudayaan satu kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.

3. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, selalu bersedia dan siap siaga, menyerahkan jiwa dan raga, membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian dunia.

4. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin, untuk seluruh rakyat Indonesia.

5. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

Naskah Ikrar Santri, Download di SINI

Baca Juga:

Santri dan Resolusi Jihad

Apa itu pengertian Resolusi Jihad NU (Nahdlatul Ulama), bagaimana isi serta pesan dari Resolusi Jihad NU? Bagaimana bunyi beserta teks / naskah nya? Semua pertanyaan itu bisa bisa disimak sebagai dalam uraian berikut; 66 tahun lalu Resolusi Jihad yang digelorakan oleh para Ulama NU di Jawa Timur.

Baca juga : Pedoman Pelaksanaan Upacara Hari Santri

Resolusi itu menyerukan agar kaum muslimin ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beberapa ulama NU yang ikut mencetuskan resolusi Jihad itu adalah KH Hasyim Asy’ari (Jombang), KH Wahab Chasbullah (Jombang), KH Bisri Syamsuri (Jombang), KH M Dahlan (Surabaya), KH Tohir Bakri (Surabaya), KH Ridwan Abdullah, dan KH Sahal Mansur.

Munculnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 erat kaitannya dengan kedatangan pasukan sekutu (Inggris) ke Indonesia yang tujuan awalnya adalah melucuti senjata tentara Jepang yang kalah dalam Perang Dunia II dan memulangkan mereka ke negara asal mereka yaitu ke Jepang.

Ternyata, pasukan sekutu yang dalam hal ini adalah paukan AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) secara diam-diam membawa serta pasukan NICA (Belanda). Maka timbullah rasa curiga dan tidak percaya pada pasukan sekutu, karena memang NICA atau Belanda masih mempunyai keinginan untuk berkuasa kembali di Indonesia.

Santri, Ulama dan NKRI

Peran penting para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI semakin terlihat ketika perang 10 November 1945 di Surabaya. Hal ini terlihat ketika Para Kiai berduyun-duyun mengirimkan para santri untuk bergabung dengan Hizbullah, Sabilillah, dan badan-badan perjuangan lain.

Bahkan tidak hanya datang dari kawasan Jawa Timur saja, tetapi cukup banyak kesatuan Hizbullah, laskar-laskar. Juga para santri dari pesantren-pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Barat turut hadir dan memperkuat barisan pertahanan para pejuang di Surabaya.

Resolusi yang diserukan langsung oleh KH Muhammad Hasyim Asy’ari berisi perintah untuk berjuang mempertahankan tegaknya Republik Indonesia. Resolusi ini sifatnya jihad fi sabilillah. Serta mempunyai hukumnya fardhu ‘ain atau wajib bagi setiap orang Islam di Indonesia; juga mempunyai dampak yang sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari penguatan kembali laskar Hizbullah yang pembentukannya di zaman Jepang. Juga pembentukan laskar militer seperti laskar Sabilillah.

Selain itu para kiai atau ulama kemudian mengirimkan para santrinya untuk bergabung dengan laskar militer. Seperti Hizbullah dan Sabilillah untuk ikut berjuang dalam mempertahankan kemderdekaan Indonesia.

Baca juga :

Guna mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, para ulama bersama para santrinya ikut angkat senjata dalam organisasi kemiliteran. Baik dalam laskar Hizboellah, Sabillilah bersama BKR, TKR, TRI dan TNI selama perang kemerdekaan 1945-1950, melawan Tentara Sekutu Inggris dan NICA.

Dan banyak dari para ulama menjadi tokoh sentral baik dalam kepemimpinan laskar militer ataupun sebagai penggerak santri atau masyarakat untuk ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia;

Demikian uraian singkat tentang Ikrar Santri Naskah Resolusi Jihad. Serta penjelasan tentang perjuangan santri ulama dan para kiai dalam mempertahankan kemerdekaan dan NKRI

Naskah Resolusi Jihad. Baca selengkapnya di sini >> Tentang Resolusi Jihad dan Download Naskah Resolusi Jihad.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button