Jejak Ulama

Mbah Kiai Ridwan Mansur Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wafat

Mbah Kiai Ridwan Mansur, Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wannaqsabandiyah Desa Grugu Kecamatan Kawunganten  Kabupaten Cilacap wafat, innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Duka menyelimuti keluarga, jamaah thoriqoh, dan warga masyarakat di sekitar Kawunganten.

Mbah Ridwan demikian beliau akrab disapa meninggal dunia pada hari Sabtu tanggal 14 Mei 2022 tepatnya pukul 10.00 wib. Beliau meninggal dikarenakan sakit komplikasi yang sudah lama dideritanya.

Berita meninggalnya Mursyid thoriqoh sekaligus imam masjid Al Furqon Dusun Ajibarang Desa Grugu membawa duka mendalam bagi ribuan orang. Tidak hanya keluarga dan kerabat tapi juga jamaah dan muhibbin, khususnya jamaah Thoriqoh dan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu terlihat saat prosesi pemakaman yang dilaksanakan pada pukul 14.30 WIB.

Mbah Ridwan Mansur

Ratusan  jamaah thoriqoh berbaur dengan masyarakat umum rela berdesakan untuk mengiringi proses pemakaman Kiai Ridwan. Para Petaziyah tidak hanya datang dari wilayah Kawunganten tapi juga dari luar. Tak heran jika ratusan kendaraan bermotor tampak memadati halaman rumah-rumah warga. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Artikel Terkait

aca juga : KH Dimyati Rois, Santri Kelana Yang Haus Ilmu dan Ulama Panutan

Salah satu petakziah asal Banjar Jawa Barat Marsimin mengaku sangat kehilangan. Ia merupakan jamaah thoriqoh Mbah Ridwan.

”Kedatangan kami selain bertakziyah berharap barokahnya beliau. Saya sengaja hadir untuk menyaksikan pemakaman beliau (Kiai Ridwan). Kebetulan saya juga jamaah thoriqohnya,” ungkapnya.

Jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Al Furqon. Dikarenakan tingginya antusias jamaah, prosesi shalat janazah dilakukan sampai 11 kali. Usai dishalati, jenazah kemudian dibawa ke liang lahat untuk disemayamkan. Lantunan kalimat thoyibah mengiringi perjalanan jenazah Kiai Ridwan Mansyur menuju persemayaman terakhir.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Mbah Kiai Ridwan Mansur seraya memanjatkan doa;

“Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

Lahul fatihah

Kontributor: Sohibul Faih
Editor: Naeli Rokhmah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 × one =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button