6 (Enam) Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Akhir

NU CILACAP ONLINE – Tak terkecuali Bulan Rabiul Akhir, setiap bulan di kalender Hijriah mempunyai keistimewaannya masing-masing dan setidaknya ada enam peristiwa penting di bulan Rabiul Akhir yang membuat bulan ini istimewa.

Dalam kalender Hijriyah kita sudah terbiasa mendengar nama bulan Rabiul Akhir, dikenal juga sebagai Rabi’ al-Tsani (ربیع الثانی). Rabiul akhir yang bulan keempat dalam kalender Hijriyah yang terdiri dari 29 hari.

Arti dari bulan Rabiul Akhir mengikuti makna dari bulan sebelumnya, yaitu Rabiul Awal yang memiliki arti musim semi pertama.

Selanjutnya Rabiul Akhir dimaknai sebagai musim semi kedua dalam arti kata untuk  menandai musim mekarnya bunga pada tumbuh-tumbuhan yang akhir. Meski berbeda dengan kenyataannya di tahun 2023 ini bulan Rabiulakhir mengalami musim kemarau yang cukup membuat kering.

Istilah penyebutan bulan Rabiul Akhir sangat erat hubungannya dengan peristiwa musim semi atau Rabi’ yang terjadi di Jazirah Arab. Di mana Pada saat itu, pepohonan tumbuh subur, padang rumput  berubah menjadi hijau, dan banyak pohon mulai berbuah.

Pada umumnya Musim ini berlangsung selama dua bulan yang menjelaskan mengapa terdapat Rabiul Awal dan Rabiul Akhir dalam kalender Hijriyah.

Dalam Sejaran Islam pada bulan Rabiul Akhir juga terjadi peperangan, karena pada bulan Rabiul Akhir terjadi banyak perang yang melibatkan kaum muslimin di masa Rasulullah dan para Sahabat.

Baca juga Sejarah Perjuangan Muslimat NU, Yuk Simak dan Renungkan

6 Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Akhir

Berikut ini adalah 6 peristiwa penting di bulan Rabiul Akhir yang tercatat dalam sejarah Islam.

  1. Perang Buhran

Perang Buhran (bahasa Arab: غزوة بحران) atau Bahran adalah perang yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW dan terjadi di Buhran (atau Bahran).

Buhran sebuah wilayah yang terletak di Hijaz antara Madinah dan Mekah. Dalam perang ini, tidak terjadi adu kekuatan militer. Perang ini juga disebut Ghazwah al-Fur dan Ghazwah bani Sulaim.

Pada tahun 3 H/624, Nabi Muhammad saw mendapatkan informasi mengenai sejumlah besar anggota suku bani Sulaim merencanakan konspirasi di Buhran.

Untuk mengecek kebenaran informasi tersebut, Nabi Muhammad saw menunjuk Ibnu Maktum untuk menjadi wakilnya di Madinah. Dengan membawa 300 prajurit, Nabi saw keluar dari kota dan berangkat ke Buhran.

Namun karena bani Sulaim terpencar, Nabi Muhammad saw kembali ke kota Madinah tanpa terjadi pertempuran militer.

Baca juga Jamaah Haji Jalan Pagi di Sekitar Masjid Nabawi, Kemana Saja?

  1. Perang Jamal

Perang Jamal terjadi pada bulan Rabiul Akhir. Peistiwa ini merupakan pertempuran antara pasukan Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib di Basra, Irak, pada tahun 656 M.

Perang terjadi setelah banyaknya fitnah yang menimpa keduanya. Ummul Mukminin Aisyah terseret dalam konflik peperangan dengan pasukan Khalifah Ali bin Abi Talib (sepupu dan menantu dari Nabi Muhammad SAW).

Namanya Perang Jamal karena dalam pertempuran ini Sayyidah Aisyah bertempur dengan menunggang unta yang dalam Bahasa Arab Jamal. Sejarah Islam mengenal Perang Jamal sebagai  tragedi kelam  yang terjadi akibat ulah provokator.

  1. Turunnya Surat Al-Hasyr

Turunnya Surat al-Hasyr: Surat al-Hasyr turun pada bulan Rabiul Akhir. Upaya pembunuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam oleh kaum Yahudi bani Nadhir melatarbelakangi turunnya surat tersebut. Merekalah kaum yang pertama dikumpulkan dan diusir dari Madinah .

  1. Upaya Pembunuhan Rasulullah SAW oleh Bani Nadhir

Upaya pembunuhan ini terjadi setelah Rasulullah SAW dan sepuluh sahabatnya meminta kaum Bani Nadhir membayar diyah dua orang yang terbunuh sesuai perjanjian. Namun, beberapa di antara mereka berusaha membunuh Rasulullah SAW bersama sahabatnya.

Rasulullah SAW mendapat ilham tentang rencana tersebut dan kembali ke Madinah untuk memerintahkan sahabatnya bersiap-siap melawan Bani Nadhir.

  1. Perang Al-Ghabah

Perang Al Ghabah atau Zi-Qarad. Peristiwa ini terjadi pada bulan Rabiul Akhir tahun ke-9 Hijriyah (630 Masehi). Perang ini terjadi antara umat Islam dengan suku Bani Tamim .

  1. Perang Damsyik

Perang Damsyik terjadi pada tahun 14 Hijriyah selama 70 hari di masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq. Pada peristiwa ini Khalid bin Walid dan Ubaidah bin Jarrah  memimpin Pasukan Islam yang berjumlah 25.000 melawan pasukan Romawi yang berjumlah 80.000 orang, dan meraih kemenangan. Perang ini bertujuan menghancurkan Kota Damsyik. (Muhtarom/Naeli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button