Khutbah Jumat

Bekerja Yang Bernilai Jihad, Seperti Apa ? | Khutbah Jumat

Adakah Bekerja yang bernilai Jihad?, bagaimana kriteria sebuah pekerjaan atau tindakan bekerja yang sepadan dengan jihad.? Temukan jawabannya di Khutbah Jumat Bekerja Yang Bernilai Jihad Dengan Semangat Dan Lurusnya Niat berikut ini.

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ
اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ . وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين وسَلّمْ تَسليمًا كَثِيرًا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Pada kesempatan yang mulia dan berbahagia ini, khatib berwasiat khususnya pada khatib pribadi dan jamaah sholat Jum’at pada umumnya. Marilah senantiasa kita meningkatkan Taqwa kepada Allah SWT dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi Larangan-Nya. Semoga kita dapat menghayati dan menikmati setiap ibadah yang kita lakukan.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Baginda Rasul Nabi Agung Muhammad SAW. Semoga kita memperoleh syafaat beliau di akherat kelak Amiin Yaa Rabbal’alamiin.

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Mencari rezeki dan bekerja pada lingkungan yang halal merupakan usaha untuk memelihara muru’ah (harga diri) dan kehormatan manusia itu sendiri, dengan begitu kerja apa saja selagi halal adalah baik dan terhormat menurut Islam.

Rasulullah SAW seorang Nabi yang pekerja keras, pada usia sekitar 8 tahun sudah bekerja menggembala kambing dengan terlebih dahulu meminta ijin kepada paman dan bibinya, yaitu Abu Thalib dan Fatimah binti Asad. Dan pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad SAW sudah ikut berdagang bersama pamannya ke Negeri Syiam.

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Dalam al-Qur’ān digunakan istilah-istilah yang berkaitan dengan bekerja yaitu: ‘amal (kerja), kasb (pendapatan), sakhkhara (mempekerjakan), ajr (upah atau penghargaan), ibtighā’a fadl Allah (mencari keutamaan Allah). Dalam hadiś banyak menyebut kata amal dengan arti kerajinan tangan atau perbuatan jasmaniah pada umumnya.

Dan dalam ayat al-Qur’ān banyak penggunaan kata “iman” diikuti dengan kata “amal shaleh” yang berarti; bahwa iman yang tertanam dalam hati hanya akan berarti apabila membuahkan perbuatan lahiriah yang nyata sesuai dengan tuntunan iman itu sendiri. Oleh karena itulah iman senantiasa dikaitkan oleh al-Qur’ān dengan amal soleh atau perbuatan baik.

Baca Artikel Terkait

Dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 105, Allah SWT berfirman:

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya:

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Dalam tafsir ringkas Kementerian Agama mengenai Qs. At Taubah ayat 105 memberikan penafsiran; Dan katakanlah, kepada mereka yang bertobat, bekerjalah kamu, dengan berbagai pekerjaan yang mendatangkan manfaat, maka Allah akan melihat pekerjaanmu; yakni memberi penghargaan atas pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin juga akan menyaksikan dan menilai pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan, yakni meninggal dunia.

Pada hari kebangkitan semua makhluk akan kembali kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata; lalu diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan di dunia, baik yang kamu tampakkan atau yang kamu sembunyikan.

Baca Juga Hukum, Syarat, Rukun, Sunah Khutbah Jumat dan Adab Khatib

Di dunia terdapat kelompok yang mengakui dosa-dosa mereka lalu dianjurkan untuk bertobat dan melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Ada pula orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka, karena mereka tetap dalam kedurhakaan, dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka, jika mereka bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah Maha mengetahui orang yang bertobat secara tulus, Maha Bijaksana dalam menetapkan keputusannya.

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Dengan bekerja, kita dapat memberikan hasil dari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Dan dalam ajaran Islam hal tersebut merupakan jihad fi sabilillah. Jadi, inilah bekerja yang bernilai jihad. Dengan bekerja pula, kita dapat melaksanakan perintah-perintah Allah SWT lainnya, seperti zakat, infak, dan shadaqah. Bahkan Rasulullah SAW menempatkan posisi terhormat bagi orang yang berinfak dari hasil kerjanya sendiri

Sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW dalam Shahih Muslim No. 1715, bab Zakat:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنْ الْمَسْأَلَةِ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ

Artinya:

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas -sebagaimana yang telah di- bacakan kepadanya- dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di atas mimbar, beliau menyebut tentang sedekah dan menahan diri dari meminta-minta. Sabda beliau: “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta.”

Semoga Allah SWT meridloi pekerjaan kita dan memberikan keberkahan pada hasil usaha kita, amin ya Robbal alamin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِى اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، اِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ.  اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، وَالْعَصْرِ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِىْ خُسْرٍ اِلاَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْ الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَّا بَعْدُ   فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ   اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ   عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Naskah Khutbah Jumat Bekerja Yang Bernilai Jihad Dengan Semangat Dan Lurusnya Niat Ditulis oleh Saeful Nur Hidayat, Pengurus LDNU Cilacap [Tim Redaksi Khutbah Jumat NU Cilacap Online].

Download Naskah Khutbah Jumat File .pdf DI SINI

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

13 − one =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button