MWCNU

Hidupkan Tradisi Bahtsul Masail Sebagai Forum Ilmiahnya Santri NU

Kawunganten, NU Cilacap

Forum Bahtsul Masail digelar pada acara rutinan Selapanan Ahad Kliwon Majelis Wakil Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kawunganten di Mushola Al Falah  Panggangsurup Desa Kawunganten Lor Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap (20/12/20). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan sekali tepatnya tiap Ahad Kliwon  ini  diikuti oleh ulama  dan pengurus ranting se Kecamatan Kawunganten.

Forum bahtsul masail ini menjadi program wajib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap dari tingkat cabang hingga ranting. Bahkan kegiatan ini mempunyai Lembaga khusus  untuk menanganinya yakni Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU.

Berbagai persoalan masyarakat yang berkaitan dengan keagamaan harus dicari ketetapan hukumnya. Apalagi hal-hal aktual yang terjadi saat ini, tidak dibahas secara terperinci dalam Al-Qur’an dan Hadits. Upaya kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyelesaikannya adalah dengan Bahtsul Masail, sebuah forum yang diikuti oleh para ahli agama untuk membahas persoalan masyarakat yang berhubungan dengan agama.

“Nahdlatul Ulama memiliki tradisi bermusyawarah dalam setiap menyikapi segala macam permasalahan yang berkaitan dengan hukum agama melalui forum Bahtsul Masail. Melalui forum ini, setiap persoalan yang muncul di masyarakat  akan  dibahas bersama oleh para ahlinya untuk kemudian menghasilkan jawaban lengkap dengan dalilnya”, kata Rais MWCNU Kawunganten  KH Suhud Mawardi .

Bahtsul Masail ala NU ini  menurut KH Suhud Mawardi terbuka dengan siapa saja . Prosesnya pun dapat diikuti masyarakat umum sebagaimana dilaksanakan oleh MWCNU Kawunganten ini.

Lebih lanjut KH Suhud Mawardi menjelaskan bahwa BahtsulMasail biasanya membahas pertanyaan-pertanyaan keagamaan yang diajukan masyarakat, ini disebut responsive.  Adakalanya  juga yang dilakukan tanpa ada pertanyaan, tetapi perlu untuk menjelaskan masalah baru, ini dinamakan pro aktif. Dan adakalanya juga membahas  masalah yang kemungkinan besar terjadi, seperti vaksin Covid-19 yang belum ada wujudnya, tetapi mulai dibahas penggunaannya.

“Sejak dulu tradisi NU itu ketika ada masalah berkaitan dengan hukum yang terjadi pada masyarakat, pasti selalu diselesaikan melalui forum ini.   Dalam Bahtsul Masail, semua permasalahan yang dibahas berdasarkan dalil dari Al-Qur’an, Hadits, dan kitab kuning. Selain itu narasumber yang dihadirkan selalu dituntut memahami masalah secara utuh agar tidak sulit mencapai kesepakatan hukum,” tegas KH Suhud Mawardi.

Kontributor : Shohibul Faih

Show More

Naeli Rokhmah

Editor Situs Islam Aswaja NU Cilacap Online. Menulis dan berkarya. Berkhidmah tak terlekang ruang dan waktu. Terima kasih atas kunjungan Anda semuanya. Dan silahkan datang kembali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button