UKT Pagar Nusa Rayon TPQ Al-Hidayah : Lahirkan Benteng NU Tangguh

NU CILACAP ONLINE – Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Rayon TPQ Al-Hidayah Desa Tritih Wetan Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pertama dengan tema “Mengukuhkan Jati Diri Sebagai Benteng Nahdlatul Ulama (NU) dan Bangsa,” di halaman Masjid Al-Hidayah pada Sabtu – Minggu (14 – 15/05/2022).

Tujuan mengangkat tema tersebut yakni sebagai penekanan bahwa pagar nusa NU bukan sekedar wadah seni dan bela diri. Namun, tujuan utama adanya pagar nusa adalah membentengi ulama-ulama NU dari segala ancaman dan bahaya.

“Kami mengukuhkan tema tersebut untuk membentuk karakter peserta sebagai bentengnya ulama,” kata Pembina Pagar Nusa Rayon TPQ Al-Hidayah Solikhudin.

UKT ini juga terlaksana berkat semangat dari para anggota yang ingin memajukan pencak silat pagar nusa NU khususnya di Desa Tritih Wetan.

Saat ini pencak silat bukan lagi berorientasi sebatas olahraga, melainkan ajang menuai prestasi. Hal itulah yang menjadi harapan dari oleh Tanfidziyah Ranting NU Tritih Wetan Kiai Ahmad Mustadi terhadap PSNU di Tritih Wetan.

“Adanya pagar nusa tidak sekedar menjadi olahraga, tetapi juga ajang prestasi supaya anggotanya bisa mewakili Indonesia di kancah internasional,” ucapnya dalam sambutan.

Perbanyak Kegiatan

Kiai Mustadi juga menekankan agar setelah UKT Pagar Nusa Rayon TPQ Al-Hidayah selesai, para peserta tidak berhenti belajar. Sebaliknya, pagar nusa  harus terus memperbanyak kegiatan. Karena pagar nusa memiliki peran penting dalam memberi keseimbangan pergaulan saat ini.

“Peserta yang mengikuti UKT harus mampu menahan diri dari perilaku negatif yang melanggar norma di masyarakat. Semoga para anggota bisa semakin terpacu di pagar nusa dan terus meningkatkan kegiatan ini,” kata Kiai Mustadi.

Selama UKT berlangsung, para peserta digenjot dengan latihan keras dan tegas. Penanaman mental dan fisik kuat para peserta  terus digencarkan demi lahirnya kader pagar nusa yang prima.

Kegiatan dimulai ba’da ashar dengan upacara pembukaan yang langsung dilanjutkan dengan ujian materi. Ujian materi dibagi menjadi dua, yaitu materi umum dan materi khusus.

“Untuk materi umum ada Sejarah Pagar Nusa, ke-NU-an, dan wawasan kebangsaan. Sedangkan materi khususnya tentang isi dari pembelajaran jurus-jurus di pagar nusa,” tambah Solikhudin.

Dengan berakhirnya UKT Pagar Nusa Rayon TPQ Al-Hidayah, para peserta dapat lebih memfokuskan syiar dan mengenalkan PSNU ini ke lembaga-lembaga pendidikan non formal. Harapannya PSNU bisa menghijaukan Ranting NU Tritih Wetan.

Kontributor : Charisma Fatimah Azzahro
Editor: Munawar AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button