TNI AU Panen 17.5 Ton Padi Dukung Ketahan Pangan, Nitizen: Peran Petani Tergusur?

NUCOM, Jakarta —- Sebuah unggahan akun X @Melihat_Indo baru-baru ini menjadi sorotan publik. Bukan TNI AD, bukan juga petani, melainkan TNI Angkatan Udara yang terlihat turun ke sawah dan memanen padi 17.5 Ton Dukung Ketahan Pangan, Nitizen: Peran Petani Tergusur?
Dalam postingannya, @Melihat_Indo menulis: “Bukan Petani, TNI AU yang Justru Panen Padi Untuk MBG : Peran Petani Makin Tergusur?”
TNI AU Panen di Lahan Halim Perdanakusuma
Berdasarkan informasi dalam unggahan tersebut, TNI AU melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, berhasil memanen 17,5 ton gabah dari lahan seluas 5,3 hektare. Panen raya itu digelar pada Selasa, 4 Agustus 2026 sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Dengan menyebutkan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan TNI AU terhadap program pemerintah. Lahan tersebut juga dikembangkan sebagai zona hijau terpadu yang memadukan pertanian modern dengan pemberdayaan kelompok tani perkotaan.
“Kawasan tersebut diharapkan menjadi model pengembangan ketahanan pangan perkotaan yang produktif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU,
Menariknya, hasil panen tersebut rencananya akan disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Muncul Pertanyaan Publik
Keterlibatan militer di sektor pertanian ini memunculkan diskusi luas di media sosial. @Melihat_Indo mempertanyakan: “Mengapa institusi militer kini semakin banyak masuk ke sektor yang selama ini menjadi ruang masyarakat sipil?”
“Petani selama ini menjadi ujung tombak pangan nasional, tetapi kini TNI juga tampil mengelola lahan hingga memanen padi. Keterlibatan tersebut tentu bisa menjadi dukungan bagi ketahanan pangan, tetapi jangan sampai justru membuat peran petani semakin tersisih,” tulis akun Melihat Indonesia, Kamis, (13/8/2026) tersebut.
Tak pelak pertanyaan tersebut pun langsung memicu beragam komentar dari netizen.

Dilema Dukungan vs Pergeseran Peran
Hingga berita ini diturunkan, unggahan @Melihat_Indo telah dilihat lebih dari 1,6 ribu kali sejak diposting 11 Agustus 2026.
Isu ini menggarisbawahi dilema besar: di satu sisi keterlibatan TNI di sektor pangan bisa memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun di sisi lain, publik mengingatkan agar peran utama petani tidak tergeser.
Sebab, ketahanan pangan bukan hanya soal berapa ton gabah yang dipanen, tetapi juga soal memastikan petani tetap menjadi aktor utama dan kesejahteraannya tetap terjaga. (IHA)
Baca juga: Warga NU Gelar Shalat Gaib untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon





