Tim SAR Targetkan 5 Korban Longsor Cibeunying Temukan Hari Ini

MAJENANG, NU Cilacap Online – Tim SAR maksimalkan pencarian korban longsor Cibeunying dengan target 5 korban ditemukan pada H+7, hari ini, Rabu (19/11/2025) .

Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, mengatakan akan memaksimalkan operasi SAR pada 5 korban yang masih tertimbun material longsor ditemukan hari ini.

Dijelaskan Tim SAR gabungan kembali bergerak sejak pukul 06.00 WIB, seluruh tim sudah menuju area dan sektor pencarian yang kami bagi menjadi A1, B1, dan B2.

“Di sektor A1 masih ada satu korban yang terus kami upayakan untuk ditemukan,” katanya, Rabu (19/11/2025) pagi.

Abdullah menegaskan, untuk sektor B1 masih tersisa tiga korban.

“Kami fokuskan dalam radius sekitar 10 meter dari titik awal longsor,” jelasnya.

Dia menuturkan, penyisiran di B1 akan dilakukan dengan penggalian sepanjang 10 sampai 15 meter dan lebar 10 meter.

“Pada sektor itu sebelumnya kami menemukan jenazah atas nama Yuni dan satu bodi sepeda motor,” katanya.

Ia menambahkan, untuk B2 pihaknya memecah pencarian menjadi B2A dan B2B setelah sebelumnya telah temukan dua korban dan dua sepeda motor di titik tersebut.

“Hari ini fokus pencarian di B2A karena kemarin atap rumah korban ditemukan di titik itu,” kata Abdullah.

Baca juga: Korban Longsor Cibeunying H+6 Total 18 Orang, 5 Dalam Pencarian

Sementara itu, pada titik A1 pihaknya juga masih mencari korban atas nama Diah Ramadhani dengan pola penyisiran area seluas 10 meter persegi.

“Pencarian hari ini didukung 21 eksavator, 9 anjing pelacak, alkon, drone, dan seluruh peralatan yang kami miliki,” kata Abdullah.

Ia menuturkan, pada hari ketujuh pihaknya akan maksimalkan untuk menemukan seluruh korban yang tersisa.

Baca juga di: Berikut Daftar Korban Longsor Cibeunying yang Sudah dan Belum Ditemukan

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan operasi pencarian akan diperpanjang bila situasi lapangan masih memerlukan waktu tambahan.

“Jika sampai hari ini korban belum ditemukan maka sore nanti kami akan gelar evaluasi,” katanya (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button