Muktamar NU Ke 35 Tetapkan Mekanisme Pemilihan Ketum dan Rais Aam Melalui AHWA

JOMBANG, NUCOM —- Sidang Pleno III Muktamar NU Ke 35 di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang resmi memutuskan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Keputusan itu diambil melalui voting pada Minggu (30/8/2026) dini hari.

401 Suara Pilih AHWA, Sistem One Man One Vote Gugur

Dari total 552 suara yang masuk, sebanyak 401 suara memilih opsi perubahan melalui AHWA. Sementara 150 suara memilih sistem lama _one man one vote oleh PC dan PW. Satu suara lainnya dinyatakan tidak sah.

Keputusan itu dibacakan Pimpinan Sidang Muhammad Nuh sekitar pukul 00.40 WIB.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, pemilihan opsi telah kita tetapkan untuk opsi perubahan yakni Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA),” tegas Muhammad Nuh.

Sebelumnya, Pimpinan Sidang Komisi Organisasi Prof Asrorun Niam menjelaskan ada dua opsi yang diajukan.

Opsi pertama, pemilihan langsung one man one vote oleh PW, PC dalam dan kuat negeri dengan persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.

Opsi kedua, penjaringan berjenjang melalui PC dan PW yang mengajukan 5 nama calon, lalu ditetapkan oleh AHWA.

Baca juga Sidang Ahwa Terapkan Pimpinan tertinggi 

Begini Tahapan Baru Pilih Ketum PBNU

Dalam skema AHWA yang disepakati, prosesnya berjalan bertahap:

  1. Penjaringan: PWNU, PCNU, dan PCINU mengusulkan maksimal 5 nama calon Ketum.
  2. Tabulasi: 5 nama dengan suara terbanyak diserahkan ke anggota AHWA.
  3. Restu Rais Aam: Kelima nama itu harus mendapat persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.

Penetapan: AHWA bermusyawarah untuk memilih dan menetapkan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.

Opsi yang kedua adalah penjaringan melalui PW, PC. Ditabulasi lalu diserahkan kepada AHWA sebagai lembaga yang dibentuk muktamar dan difungsikan untuk kepentingan otoritas memilih, jadi Ahlul Ikhtiar,” jelas Prof Niam. Baca juga Ahlul Halli Wa Aqdi Disepakati pada Rapat Pleno PBNU

Dia menambahkan, Rais Aam terpilih bersama AHWA memegang otoritas penuh untuk menentukan nahkoda PBNU berikutnya.

Adapun acara penutupan Muktamar ke-35 dijadwalkan Senin, 31 Agustus 2026 dan akan dihadiri langsung oleh Presiden RI.***(IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button