PP Fatayat NU Gelar Diklat Tingkat Lanjutan (DTL) Perdana

Cetak Kader Garfa Tangguh dan Strategis

NU CILACAP ONLINE – Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama resmi membuka Diklat Tingkat Lanjutan (DTL) untuk Garda Fatayat (Garfa), dengan melibatkan jajaran Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU se-Jabodetabek. Kegiatan ini menandai babak baru penguatan kapasitas kader perempuan NU di tingkat nasional.

Apel pembukaan yang berlangsung khidmat ditandai dengan penyematan tanda peserta perwakilan dari tiga zona utama: Zona Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Jumlah peserta yang hadir tercatat 103 orang, setelah satu peserta batal hadir dari rencana awal 104.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Fatayat NU Hj. Margareth Aliyatul Maimunah mengapresiasi terselenggaranya DTL yang untuk pertama kalinya diadakan oleh tingkat pusat.

“Meskipun Garfa di tingkat pusat sempat tertinggal dari wilayah yang sudah lebih dulu menggelar Diklat Tingkat Dasar (DTD), DTL ini menjadi pijakan penting dan akan menjadi penghubung menuju jenjang berikutnya yaitu Diklat Pimpinan (DITPIM),” ujar Margareth.

Ia menekankan pentingnya peran Garfa sebagai garda terdepan Fatayat NU yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan yang berkembang di masyarakat.

“Garfa harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Panca Satya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak cukup hanya diucapkan, tapi dibuktikan dengan tindakan nyata,” imbuhnya. Baca juga DTD Garfa Pertama Kali Digelar PW Fatayat NU Jateng

Diklat Lanjutan Terpadu (DTL) Garfa PP Fatayat NU

Tujuan Strategis DTL Garfa

Disampaikan oleh Dewan Pembina Satkornas Garda Fatayat NU Dewi Winarti,  kegiatan DTL ini mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Kader Garfa Menuju Kemandirian, Ketangguhan, dan Kepemimpinan Strategis.” Baca juga Pertemuan Garfa PC Fatayat NU Cilacap Peringati Hari Pahlawan

Tujuan utama dari diklat ini adalah membentuk kader Garfa yang memiliki:

  1. Wawasan luas, militansi, dan loyalitas tinggi terhadap organisasi;
  2. Kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya keamanan dan hak-hak perempuan;
  3. Kemampuan manajerial dalam mengelola sumber daya dan menghadapi berbagai situasi darurat;
  4. Kemampuan analisis yang kuat untuk menjawab tantangan kompleks dan dinamis;
  5. Kepemimpinan strategis dalam memimpin tim dan menjalin koordinasi;
  6. Sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketertiban dan keamanan sosial.

Kegiatan DTL ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Garfa Fatayat NU sebagai kekuatan strategis organisasi perempuan muda NU di tengah perubahan sosial yang cepat dan penuh tantangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button