Kuatkan Barisan, Perkuat Layanan KBIHU NU Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Organisasi yang kuat tumbuh dari barisan yang kokoh dan rapi. Ketua PCNU Cilacap, H. Paiman Sahlan, menekankan hal ini saat membuka Rapat Kerja KBIHU NU Cilacap dan KBIHU NU Korwil se-Kabupaten Cilacap pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Aula Pusdiklat PCNU Cilacap.
Rapat kerja ini mengusung semangat transformasi KBIHU agar menjadi lembaga yang modern, profesional, dan responsif terhadap perubahan zaman. Dalam kesempatan tersebut, H. Paiman hadir langsung dan memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh peserta.
Ia mengawali sambutannya dengan mengapresiasi kerja keras KBIHU NU Cilacap. Menurutnya, lembaga ini telah memainkan peran strategis dalam mendampingi jamaah haji dan umrah. “PBNU terus memantau langsung kinerja KBIHU, sebagaimana mereka juga memperhatikan NU Care-LAZISNU dan Lembaga Kesehatan NU,” ujar Paiman.
Organisasi Kokoh, Kerja Harus Kompak
Dalam arahannya, Paiman mengutip Surat Ash-Shaff ayat 5 untuk menegaskan pentingnya membangun kekuatan organisasi yang rapi dan solid. “Allah mencintai mereka yang berjuang di jalan-Nya dalam satu barisan yang teratur,” katanya.
Ia menekankan bahwa barisan yang kompak menjadi fondasi utama keberhasilan organisasi. Ketua memegang peran penting dalam mengarahkan gerak organisasi, sekaligus harus siap menghadapi kritik dan tantangan. “Menjadi ketua itu bukan cuma soal jabatan, tapi juga kesiapan mental menghadapi ujian, termasuk cibiran,” tambahnya.
Paiman mendorong seluruh elemen organisasi untuk saling mendukung. Ia mengingatkan agar setiap struktur tidak berjalan sendiri-sendiri. “Jangan biarkan ketua bekerja sendirian. Kita harus bergerak sebagai satu tubuh, satu gerakan,” pesannya.
Profesionalisme Pelayanan Jamaah
Lebih lanjut, Paiman mengajak para pengurus untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan cara yang profesional dan berdampak. Ia mengingatkan bahwa khidmah hari ini tak cukup hanya bermodal niat baik. “Sekarang, kita harus bisa mengukur layanan. Kita butuh data. Jamaah kita tidak seragam—ada yang tiap hari ke sawah, ada juga yang belum pernah tidur di hotel. Semua butuh pendekatan yang sesuai,” ungkapnya.
Baginya, profesionalisme bukan soal menggurui, tetapi soal membangun kedekatan. “Kita tidak datang sebagai atasan, tapi sebagai sahabat. Kita ajak mereka memahami ibadah ini dengan tenang dan nyaman.”
Baca Juga
KH Imam Tobroni: KBIHU NU Cilacap Unggulan, Terbaik Nasional
Data Jadi Dasar Pelayanan
Dalam hal teknis manasik, Paiman mendorong para pengurus untuk menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Ia menekankan pentingnya data dari korwil untuk mengetahui profil jamaah secara lebih menyeluruh.
“Kalau kita tahu mana jamaah lansia, siapa yang butuh perhatian lebih, atau siapa yang harus disiapkan dari awal, maka kita bisa susun strategi layanan yang tepat,” jelasnya.
Ia menilai, pelayanan yang baik harus dirancang sejak awal, bukan menunggu masalah muncul. “Dengan data yang akurat, kita bisa bekerja lebih cepat dan tepat,” katanya.
Menutup arahannya, Paiman mengajak seluruh pengurus KBIHU untuk menjaga kekompakan dan semangat melayani. Ia mengingatkan bahwa KBIHU bukan sekadar lembaga administratif, tapi bagian penting dari perjuangan Nahdlatul Ulama.
“Kalau barisan kita rapi dan solid, pelayanan kita pasti lebih kuat. Dan Insya Allah, NU akan makin dipercaya umat,” pungkasnya. (Zidni)





