Jakarta Digadang Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta Lebih Pilih Lirboyo, Mengapa?

NUCOM, Jakarta-Jombang – Meski 32 PWNU se-Indonesia mendorong DKI Jakarta jadi tuan rumah Muktamar NU ke-35, pernyataan mengejutkan justru datang dari internal Jakarta sendiri. Jakarta Digadang Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta Lebih Pilih Lirboyo, Mengapa?
KH Muhyidin Ishaq selaku Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta, justru mendukung agar Muktamar 1-5 Agustus 2026 digelar di Jawa Timur, tepatnya di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Pernyataan itu disampaikannya dalam video resmi PWNU DKI Jakarta.
Alasan KH Muhyidin: “Lirboyo Paling Tepat Karena Peran Islah”
Dalam keterangannya, KH Muhyidin menyebut ada pertemuan beberapa Pengurus Wilayah yang menyepakati agar keputusan tempat diserahkan sepenuhnya kepada Tim Survei PBNU.
Namun secara pribadi beliau punya pandangan jelas, antara lain;
- Ada Pesantren yang Lebih Memadai dan Representatif. “Saya melihat bahwa ada pondok-pondok pesantren yang lebih, yang lebih memadai, yang lebih representatif,” ujarnya.
- Peran Lirboyo dalam Islah Sangat Penting. “Apalagi kita melihat bahwa peran Lirboyo di dalam menggagas islah ini saya kira sangat penting,” katanya.
- Wasilah Terjadinya Kedamaian. Menurutnya, paling tepat Muktamar dilaksanakan di Lirboyo, “karena wasilah Lirboyo lah terjadi islah yang sementara kemarin gonjang-ganjing… Lirboyo terjadi islah yang sampai hari ini kita rasakan.” Tegasnya.
- Harapan Muktamar Bermartabat dan Sejuk. “Harapan saya kalau muktamar bisa terselenggara di Lirboyo muktamarnya bisa lebih bermartabat dan lebih dapat menjaga suasana yang sejuk damai,” pungkasnya.
Baca juga: Muktamar NU ke-35 Mengerucut, Tambakberas Vs Jagakarsa: “Ruh Pesantren Vs Efisiensi Kesiapan Teknis”
Sebelumnya diberitakan bahwa dari 9 pesantren di 5 provinsi yang disurvei PBNU, pilihan kini mengerucut pada 2 kutub: Jawa Timur dan DKI Jakarta. Muktamar Mengerucut pada pilihan “Ruh Pesantren Vs Efisiensi dan Kesiapan Teknis”
Kubu Jawa Timur: “Ruh Pesantren”
Nama yang paling kuat dari Jatim adalah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Didukung selain mayoritas dari PCNU Jawa Tengah, Jawa Timur juga oleh pernyataan Rais Syuriyah PWNU, termasuk DKI Jakarta KH Muhyidin yang menjagokan Lirboyo Kediri.
Adapun Tambakberas juga lokasi Muktamar yang paling banyak dipilih warga-net, dengan mengusung tagline: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban, Mengembalikan NU pada Pesantren dan Kiai, Khidmah untuk Negeri”.
Ada 8 Alasan utamanya, antara lain NU kembali ke khittah 1926, kembali ke akar tradisi KH. Wahab Chasbullah, jadi solusi jalan tengah nasional, infrastruktur 5 hektare + 15.000 santri, membawa spirit ‘Ya Lal Wathan’, akses mudah, dukungan puluhan ribu warganet kepada PP Tambakberas dan PP Lirboyo dan memenuhi kriteria Munas-Konbes 2026 di Ploso.

Kubu Jakarta: “Efisiensi dan Kesiapan Teknis”
Nama yang diajukan adalah salah satu dari duan nama kadidat yakni PP Al Hamdi Cipayung atau PP Darurrahman Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dukungan 32 PWNU se-Indonesia jadi modal utama. Ketua PWNU Sumbar Prof Ganefri dan Ketua PWNU Lampung H. Puji Raharjo menyebut 4 alasan yakni memenuhi kriteria Munas-Konbes, waktu persiapan mepet kurang dari 30 hari, fasilitas lengkap, dan akses termudah dari seluruh Indonesia.
Keputusan di Tangan Panitia
Wakil Ketua Umum PBNU H. Amin Said Husni sebelumnya menyampaikan Tim Survei sudah meninjau 9 pesantren.
Rincian kandidat tersebut meliputi PP Syekh Al-Falah (Sumbar), PP Al-Hamid Cipayung & PP Daarurrahman Jagakarsa (DKI Jakarta), PP Buntet, PP Babakan Ciwaringin, & PP Kempek (Jawa Barat), PP Lirboyo & PP Tambakberas (Jawa Timur), serta PP Qomarul Huda Bagu (NTB).
“Insyaallah, semua memenuhi,” kata Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami usai survei. Keputusan final akan ditetapkan SC dan OC PBNU pada 7 Juli 2026.
Dengan pernyataan Rais Syuriyah PWNU Jakarta yang justru memilih Jawa Timur sebagai lokasi yang tepat untuk Muktamar ke-35, demikian memberi pandangan lebih jernih bagi PBNU untuk Pilih; Tambakberas, Lirboyo atau bahkan malah pilih Jakarta? dan menjadi sorotan publik terutama Nahdliyin seluruh Indonesia bahkan dunia. (IHA)





